Skip to content

niat

Kamu menjalani percakapan yang terus kamu tunda

@highlandcalm Narrated by Frank York 2:17 23 shots

0:00 2:17

Ada satu percakapan yang sudah lama kamu bawa, dan kamu tahu persis seberapa berat itu. Percakapan itu sudah menemanimu saat sarapan selama beberapa waktu ini. Paginya biasa saja, tidak istimewa tapi cukup baik. Suatu saat hari ini akan ada jeda lima menit ketika hal ini bisa saja diucapkan begitu saja, dan sungguh, lima menit itu sudah cukup.

Dua gelas tergeletak di dekat wastafel, sisa semalam. Lampu lorong yang lupa dimatikan. Ponsel yang tertelungkup dan masih sedikit hangat. Di luar, suara jalanan yang biasa saja, yang sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi, dan anehnya itu justru menenangkan.

Kamu terus berlatih mengucapkannya, alih-alih benar-benar mengatakannya. Latihan itu justru membuat semuanya makin berat. Setiap kali kamu mengulang dalam kepala, selalu ada detail baru yang ditambahkan, dan detail itu selalu mengarah ke bencana, karena memang begitulah cara pikiran yang cemas berlatih. Penundaan ini mahal harganya karena hal yang belum diucapkan itu tidak akan diam saja. Ia mengeras, dan semakin lama dibiarkan, semakin banyak pula penjelasan tentang mengapa ia butuh waktu selama itu yang akhirnya ikut menjadi bagian dari percakapan itu sendiri. Jadi percakapan lima menit yang seharusnya terjadi tiga minggu lalu, sekarang menjadi percakapan empat puluh menit, dan itu terus membesar setiap minggu yang kamu biarkan berlalu.

Coba tanyakan pada dirimu, sebenarnya diam ini melindungi apa. Kelihatannya seperti kesabaran, atau kebaikan hati, atau menunggu waktu yang tepat, tapi di baliknya biasanya hanya penghindaran yang mengenakan wajah yang penuh pertimbangan. Kamu sebenarnya tidak sedang memilih antara rasa tidak nyaman dan tidak ada rasa tidak nyaman sama sekali. Kamu sedang memilih antara satu menit yang tidak nyaman sekarang, dan rasa tidak nyaman yang terus menerus, yang sudah berlangsung selama berminggu-minggu dan akan terus berlanjut. Artinya, pilihan yang selama ini kamu hindari sebenarnya yang murah, dan pilihan yang kamu ambil sebagai gantinya justru yang mahal.

Jadi, hari ini, mulailah dengan satu kalimat sederhana, tanpa dilatih dulu. Sebutkan saja hal itu tanpa basa-basi dan tanpa perlu menjelaskan mengapa kamu berhak membicarakannya. Setelah itu, berhentilah bicara dan biarkan orang lain menjawab, karena bagian ini hampir selalu berjalan lebih baik daripada yang dibayangkan dalam latihanmu.

Semuanya akan selesai dalam waktu yang lebih singkat dari satu kali latihan yang pernah kamu lakukan dalam kepala. Kelegaan yang datang sesudahnya terasa begitu besar dan langsung terasa, dan sejenak kamu akan bertanya-tanya, untuk apa sebenarnya berminggu-minggu itu. Lalu kamu akan meletakkannya, dan melangkah dengan beban yang jauh lebih ringan.