Tips singkat
- Beri nama polanya sebelum kamu bereaksi.
- Ucapkan lingkaran kejar-mundur itu dengan lantang.
- Biarkan ketenangan terasa membosankan untuk sekarang.
Bayangkan minggu-minggu awal dengan seseorang yang baru. Dia butuh beberapa jam untuk membalas chat, dan kamu merasakannya di perutmu. Mungkin kamu membaca pesan terakhirnya empat kali, mencari tanda bahwa ada yang berubah. Atau mungkin kamu merasakan tarikan sebaliknya: semuanya berjalan baik, hampir terlalu baik, dan sebagian dirimu yang diam ingin membatalkan kencan berikutnya dan menarik napas.
Tak satu pun dari kedua reaksi itu berarti ada yang salah denganmu. Keduanya adalah "kabel" lama yang melakukan persis apa yang dulu dipelajarinya. Psikolog menyebut "kabel" itu sebagai gaya kelekatanmu, dan begitu kamu bisa melihat gayamu sendiri, banyak momen hubungan yang membingungkan berhenti terasa acak.
Ini peta, bukan vonis. Bacalah dengan lembut.
Dari mana gagasan ini berasal
Penelitiannya berawal dari seorang psikiater Inggris bernama John Bowlby pada 1950-an, yang memperhatikan betapa kuatnya ikatan anak kecil dengan pengasuhnya membentuk dirinya. Lalu seorang psikolog perkembangan, Mary Ainsworth, membangun eksperimen yang cermat di sekitar itu. Ia mengamati bagaimana bayi bereaksi saat orang tua sebentar meninggalkan ruangan lalu kembali, dan ia melihat pola-pola yang jelas dan berulang dalam soal kepada siapa mereka mengulurkan tangan dan bagaimana mereka kembali tenang. Pola-pola itu menjadi fondasi teori kelekatan.
Beberapa dekade kemudian, para peneliti mengajukan pertanyaan yang jelas. Kalau seorang bayi belajar apakah kedekatan itu aman, apakah pelajaran itu ikut sampai ke cinta saat dewasa? Karya Cindy Hazan dan Phillip Shaver pada akhir 1980-an menunjukkan bahwa iya. Cara kamu mengikat diri saat masih kecil, jauh sebelum kamu bisa menamainya, cenderung bergema dalam cara kamu mengikat diri dengan pasangan sekarang.
Inilah versi lembut dari sainsnya. Sebagai anak, kamu menjalankan sebuah eksperimen ribuan kali tanpa menyadarinya. Kamu butuh sesuatu, kamu mengulurkan tangan, dan kamu belajar apa yang kembali. Saat kenyamanan hadir dengan andal, kamu belajar bahwa dunia sebagian besar aman dan orang bisa disandari. Saat ia datang dan pergi, atau jarang datang sama sekali, kamu belajar menyesuaikan diri. Penyesuaian itu cerdas. Ia menjagamu tetap dekat dengan kasih sayang yang bisa kamu peroleh. Hanya saja, ia tak selalu berguna saat kamu berusia tiga puluh lima dan sedang kencan ketiga.
Keempat gaya, dengan bahasa sederhana
Sebagian besar uraian berhenti di empat pola. Hampir tak ada yang murni satu tipe, dan kamu bisa cenderung ke satu arah dengan satu pasangan dan ke arah lain dengan orang lain. Baca ini untuk getaran pengenalan diri, bukan untuk memasukkan dirimu ke kotak.
Aman
Kalau kamu sebagian besar aman, kedekatan tak menakutimu dan jarak pun tidak. Kamu bisa mengatakan apa yang kamu butuhkan tanpa perdebatan batin yang panjang. Saat pasangan sedang kecewa, kamu bisa tetap hadir alih-alih membereskan atau melarikan diri. Konflik terasa bisa dilewati. Jauh di dalam, kamu menganggap dirimu layak untuk ditemani, jadi kamu tak terus-menerus seperti sedang audisi atau bersiap-siap menanti pintu keluar.
Inilah pola yang cenderung membuat hubungan lebih mudah. Ia juga lebih umum daripada yang kadang ditampilkan internet, dan, yang penting, ia bisa ditumbuhkan.
Cemas
Kelekatan cemas adalah bagian dirimu yang mendambakan kepastian dan sulit memercayainya begitu kepastian itu tiba. Kedekatan di awal bisa terasa menggetarkan dan sedikit panik. Balasan yang lambat terasa seperti ancaman. Kamu mungkin mendapati dirimu terlalu banyak memberi, terlalu banyak menjelaskan, mengulang-ulang percakapan untuk mencari hal yang kamu lakukan salah.
Di baliknya ada ketakutan senyap akan ditinggalkan, sering kali ditanam oleh kasih sayang yang naik-turun panas-dingin. Cleveland Clinic mengaitkan gaya ini dengan pengasuhan yang tidak konsisten, di mana kenyamanan itu nyata tapi tak bisa diduga, sehingga seorang anak belajar untuk tetap waspada. Kalau ini kamu, ironi getirnya adalah perilaku yang dimaksudkan menarik pasangan lebih dekat (chat berkali-kali, menguji, butuh bukti) justru yang paling mungkin menjauhkan orang yang lebih stabil.
Menghindar
Kelekatan menghindar tampak seperti kemandirian yang sengit, dan dari dalam sering terasa seperti kelegaan. Kamu menjunjung tinggi kemandirian. Saat seseorang menginginkan lebih banyak kedekatan, kamu merasakan dorongan halus untuk mundur, untuk mencari kekurangan, untuk mengingat semua yang harus kamu korbankan. Kamu mungkin kesulitan menamai perasaan, atau memercayai bahwa orang lain sungguh-sungguh ingin mendengarnya.
Ini biasanya tumbuh dari kasih sayang yang memenuhi kebutuhan praktis tapi absen pada kebutuhan emosional. Pelajaran yang diambil anak dari situ masuk akal: kebutuhan itu beban, jadi tangani sendiri. Saat dewasa, itu bisa terbaca sebagai dingin dan cakap. Ia juga bisa membuat pasangan merasa tertutup dari sebuah ruang yang bisa mereka lihat tapi tak pernah bisa mereka masuki.
Disorganisasi, atau menghindar-takut
Pola keempat adalah pola kejar-mundur. Kamu sangat mendambakan kedekatan dan sekaligus takut sama besarnya, jadi kamu mungkin mengejar seseorang dengan keras lalu panik saat dia benar-benar datang. Keintiman dan rasa siaga berkelindan jadi satu. Gaya ini sering dikaitkan dengan lingkungan masa kecil yang menakutkan atau kacau, di mana orang yang kamu butuhkan demi rasa aman sekaligus menjadi sumber ketakutan. Inilah yang paling berat di antara keempatnya, dan inilah yang paling membutuhkan kerja sama dengan terapis yang baik.
Ini bukan apa
Beberapa peringatan jujur, karena bahasa kelekatan sudah viral dan internet jadi longgar memakainya.
Gaya-gaya ini bukan ramalan bintang, dan bukan hinaan untuk dilemparkan saat bertengkar. "Kamu menghindar banget" jarang menjadi kalimat yang penuh kasih. Mereka juga bukan identitas yang permanen. Kamu tidak rusak kalau ternyata cemas atau menghindar. Kamu menyesuaikan diri dengan apa yang kamu punya, dan penyesuaian adalah tanda bahwa sistem sarafmu sedang bekerja, bukan gagal.
Dan label bukan diagnosis. Kalau polamu terkait dengan trauma yang nyata, atau membuatmu sengsara di setiap hubungan, itu alasan untuk melibatkan profesional, bukan untuk mendiagnosis diri dari sebuah artikel lalu menganggapnya selesai.
Saat dua gaya bertabrakan
Gaya tidak cuma hidup di dalam satu orang. Mereka saling bertemu, dan beberapa pasangan terkenal berat.
Yang paling banyak mematahkan hati adalah cemas dan menghindar. Pikirkan apa yang dibutuhkan masing-masing. Pasangan yang cemas ditenangkan oleh kedekatan dan kepastian. Pasangan yang menghindar ditenangkan oleh ruang dan kemandirian. Jadi hal yang menenangkan salah satunya justru memicu alarm pada yang lain. Saat pasangan yang cemas merasakan jarak, ia mendekat. Makin ia mendekat, makin pasangan yang menghindar butuh ruang, dan makin ia menarik diri. Penarikan diri itu terbaca sebagai pengabaian, yang menaikkan kecemasan, yang membuatnya mengejar lebih keras. Begitu terus berputar.
Yang membuat ini begitu lengket adalah ia bisa terasa seperti gairah. Puncaknya tinggi, momen rujuknya intens, dan rasa nyaris-kehilangan yang terus-menerus bisa menyamar jadi cinta yang dalam. Biasanya bukan cinta yang melakukan itu. Itu dua sistem saraf yang saling menekan tombol-tombol tertua satu sama lain.
Kalau kamu mengenali hubunganmu di sini, langkah pertama bukan menuding siapa yang salah. Tapi menamai tariannya dengan lantang, bersama. "Aku rasa kalau aku takut, aku mengejar, dan itu membuatmu ingin menjauh, lalu aku jadi makin takut." Menamai lingkaran itu mengubahnya dari pertengkaran soal salah siapa menjadi sebuah masalah yang bisa kalian berdua tatap berdampingan. Itu saja sudah bisa menurunkan sebagian panasnya. Bagi banyak pasangan, di titik inilah persisnya terapis pasangan menunjukkan gunanya.
Bagaimana pola muncul saat pacaran
Pacaran awal adalah tempat gaya-gaya ini mengumumkan diri, kalau kamu tahu apa yang perlu diperhatikan. Bukan untuk berburu tanda bahaya pada orang lain, tapi untuk memahami energi di ruangan, termasuk energimu sendiri.
Perhatikan temponya. Buru-buru menuju intensitas instan, badai yang ingin menyatu pada minggu kedua, bisa jadi tarikan cemas. Pola hangat lalu mendadak dingin, dekat lalu mengabur, bisa jadi penghindaran sedang bekerja. Perhatikan juga tubuhmu sendiri. Kalau orang yang sangat baik justru membuatmu bosan, tanyakan apakah "bosan" mungkin sebenarnya berarti "tenang". Kalau seseorang yang tak tersedia membuatmu terobsesi, tanyakan apakah percikan itu kimia atau sekadar sistem alarmmu yang sedang menyala.
Tak satu pun dari ini menyuruhmu pergi. Orang bertumbuh, dan rasa aman bisa dibangun di antara dua pasangan yang bersedia. Ia cuma memberimu pembacaan yang lebih jernih ketimbang "Aku nggak tahu, ini rumit."
Bagian yang mengubah segalanya: kamu tidak terjebak
Inilah kabar yang layak dipegang. Gaya kelekatan adalah sebuah pola, dan pola bisa bergeser. Para peneliti menggambarkan sesuatu yang sering disebut "rasa aman yang diperoleh": orang yang dulunya tidak aman bisa menjadi lebih aman seiring waktu. Cleveland Clinic mengatakannya terang-terangan, bahwa mengubah gaya kelekatanmu itu mungkin, dan ia dimulai dari kesadaran diri.
Caranya pun menyemangati. Sebuah ulasan penelitian oleh Mario Mikulincer dan Phillip Shaver menggambarkan bagaimana interaksi yang stabil dan responsif, jenis yang diberikan pasangan yang andal atau terapis yang baik, perlahan bisa membuat orang yang tidak aman merasa benar-benar dipedulikan, dan seiring waktu pengalaman itu bisa melunakkan pertahanan lama menuju sesuatu yang lebih aman. Kamu tak sampai pada rasa aman lewat penalaran. Kamu sampai ke sana lewat cukup banyak bukti nyata yang berulang dan dijalani, bahwa kedekatan itu aman.
Bukti itu bisa datang dari pasangan. Bisa datang dari persahabatan. Bisa datang dari terapis yang konsistensinya, minggu demi minggu, perlahan menulis ulang ekspektasi lama.
Bekerja dengan polamu
Kamu tak bisa menyingkirkan "kabel"-mu lewat pikiran, tapi kamu bisa bekerja dengannya secara sengaja. Beberapa titik awal, tergantung ke arah mana kamu cenderung.
- Namai polanya saat itu juga. Saat kamu merasakan pusaran cemas atau dorongan untuk kabur, coba labeli pelan-pelan: "ini bagian cemasku," atau "ini bagian yang ingin lari." Jeda kecil antara merasa dan bereaksi itulah tempat kamu mendapatkan kembali sebuah pilihan.
- Kalau kamu cenderung cemas, latih dirimu menoleransi sedikit ketidakpastian sebelum bertindak. Chat yang terlambat adalah data tentang harinya, bukan referendum tentang nilai dirimu. Tenangkan dirimu dulu, baru putuskan apakah perlu menjangkaunya.
- Kalau kamu cenderung menghindar, perlakukan kedekatan sebagai sesuatu yang kamu bangun toleransinya dalam dosis kecil. Bagikan satu perasaan yang sungguh-sungguh. Bertahanlah dalam satu percakapan yang sedikit tak nyaman alih-alih mencari pintu keluar. Perhatikan bahwa kamu selamat melaluinya.
- Katakan kebutuhanmu, dalam kata-kata. Sebagian besar pola yang tidak aman berjalan di atas tebakan dan ujian. Permintaan yang lugas ("aku pengin dikabari sebentar pas kamu sudah sampai") memberi pasangan kesempatan nyata untuk hadir, dan memberimu informasi nyata tentang apakah dia bisa.
- Cari, dan hargai, orang-orang yang aman. Tarikan menuju kimia yang kacau itu kuat, apalagi kalau ketenangan terasa asing saat kamu tumbuh. Yang stabil bisa terasa membosankan pada awalnya. Kadang yang stabil itu sekadar aman.
Pelan-pelan saja dengan semua ini. Kamu tak sedang berusaha menjadi orang yang berbeda dalam seminggu. Kamu sedang berusaha menambahkan beberapa detik pilihan di tempat yang dulu hanya berisi refleks.
Kapan perlu melibatkan bantuan
Kesadaran diri membawamu jauh. Tapi tidak membawamu ke mana-mana. Kalau polamu terus merusak hubungan yang kamu sayangi, kalau kedekatan secara konsisten memicu panik, atau kalau ada bagian dari ini yang berkelindan dengan trauma, kekerasan, atau ketakutan yang akarnya jauh lebih dalam daripada sekadar pacaran, tolong bicaralah dengan terapis berlisensi. Kerja kelekatan adalah salah satu hal yang sungguh-sungguh dikuasai terapi, dan kamu tak harus mengurai simpul tertua sendirian. Menjangkau bantuan itu bukan kegagalan wawasan. Itu cara banyak orang akhirnya sampai pada rasa aman yang tak mereka dapatkan saat tumbuh besar.
Apa pun polamu, ia dibangun oleh versi mudamu yang sedang berusaha sebaik mungkin untuk tetap dekat dengan orang-orang yang ia cintai. Bagian dirimu itu bukan musuh. Ia bisa belajar sesuatu yang baru.
Sumber
- Cleveland Clinic, Attachment Styles: Causes, What They Mean
- Cleveland Clinic, What Is Attachment Theory? And How Does It Impact You?
- Mikulincer & Shaver, Enhancing the "Broaden and Build" Cycle of Attachment Security in Adulthood (International Journal of Environmental Research and Public Health)
- HelpGuide, Attachment Styles and How They Affect Adult Relationships