Langsung ke konten utama

PACARAN & CINTA BARU · KELEKATAN

Gaya kelekatan: panduan sederhana tentang cara kamu mencintai

Gaya kelekatan, dalam bahasa yang sederhana, adalah "pengkabelan" lama yang membentuk caramu menghadapi kedekatan. Kenapa kamu jadi diam saat seseorang mendekat, atau kirim pesan tiga kali saat dia tidak balas? Berikut penjelasan sebenarnya tentang empat gaya kelekatan itu, dari mana asalnya, dan kabar baik yang melegakan: semua ini bisa berubah.

Alat gratis berbasis bukti untuk stres, rasa kewalahan, hubungan, kesehatan, dan kepemimpinan yang mantap. Program dari KEEP CALM Inc., sebuah nirlaba. 501(c)(3) · EIN 33-2117386 Tentang

Sepasang kekasih berciuman di antara dua pesawat saat matahari terbenam.

Foto oleh Marius Muresan di Unsplash

Bayangkan minggu-minggu awal bersama seseorang yang baru. Dia butuh beberapa jam untuk membalas pesan, dan kamu merasakannya di perut. Mungkin kamu membaca pesan terakhirnya empat kali, mencari tanda bahwa ada yang berubah. Atau mungkin kamu merasakan tarikan sebaliknya: semuanya berjalan baik, bahkan mungkin terlalu baik, dan ada bagian dalam dirimu yang diam-diam ingin membatalkan kencan berikutnya dan menarik napas.

Tidak ada satu pun dari reaksi ini yang berarti ada yang salah dengan dirimu. Keduanya adalah kabel lama di dalam dirimu yang sedang bekerja persis seperti yang sudah dipelajarinya. Para psikolog menyebut kabel ini gaya kelekatan (attachment style), dan begitu kamu bisa melihat gayamu sendiri, banyak momen membingungkan dalam hubungan yang berhenti terasa acak.

Ini adalah peta, bukan vonis. Bacalah dengan lembut.

Dari mana asal gagasan ini?

Risetnya bermula dari seorang psikiater Inggris bernama John Bowlby pada tahun 1950-an, yang memperhatikan betapa kuatnya ikatan seorang anak kecil dengan pengasuhnya membentuk dirinya. Seorang psikolog perkembangan, Mary Ainsworth, kemudian merancang eksperimen yang cermat berdasarkan pengamatan itu. Ia mengamati reaksi bayi saat orang tua mereka sebentar meninggalkan ruangan lalu kembali, dan ia menemukan pola yang jelas dan berulang, tentang kepada siapa mereka mencari perlindungan dan bagaimana mereka menenangkan diri. Pola-pola itu menjadi dasar dari teori kelekatan.

Beberapa dekade kemudian, para peneliti mengajukan pertanyaan yang wajar. Jika seorang bayi belajar apakah kedekatan itu aman, apakah pelajaran itu terbawa hingga ke hubungan cinta saat dewasa? Riset Cindy Hazan dan Phillip Shaver di akhir 1980-an menunjukkan bahwa jawabannya iya. Cara kamu terikat sebagai anak kecil, jauh sebelum kamu bisa menamainya, cenderung bergema dalam cara kamu terikat dengan pasangan sekarang.

Inilah versi lembut dari sains ini. Sebagai anak-anak, kamu menjalankan eksperimen ini ribuan kali tanpa menyadarinya. Kamu membutuhkan sesuatu, kamu mengulurkan tangan, dan kamu belajar apa yang datang sebagai balasannya. Ketika kenyamanan hadir secara konsisten, kamu belajar bahwa dunia pada dasarnya aman dan orang lain bisa diandalkan. Ketika kenyamanan itu datang dan pergi, atau jarang datang sama sekali, kamu belajar untuk beradaptasi. Adaptasi itu cerdas. Adaptasi itu membuatmu tetap dekat dengan perhatian yang bisa kamu dapatkan. Hanya saja, adaptasi itu tidak selalu membantumu di usia tiga puluh lima tahun, saat kencan ketiga.

Empat gaya, dalam bahasa sederhana

Sebagian besar penjelasan mengerucut pada empat pola. Hampir tidak ada orang yang murni satu tipe, dan kamu bisa condong ke satu arah dengan satu pasangan, dan ke arah lain dengan orang yang berbeda. Bacalah ini untuk sekadar merasa "ah, ini aku", bukan untuk memasukkan dirimu ke dalam kotak.

Aman (secure)

Jika kamu sebagian besar bergaya aman, kedekatan tidak menakutkanmu, begitu pula jarak. Kamu bisa menyampaikan apa yang kamu butuhkan tanpa perdebatan batin yang panjang. Ketika pasanganmu kesal, kamu bisa tetap hadir, bukan malah buru-buru memperbaiki atau kabur. Konflik terasa bisa dilalui. Dalam hati, kamu meyakini bahwa kamu layak untuk dipertahankan, jadi kamu tidak terus-menerus "mengaudisi diri" atau bersiap untuk pintu keluar.

Ini adalah pola yang cenderung membuat hubungan terasa lebih mudah. Pola ini juga lebih umum daripada yang kadang digambarkan internet, dan yang terpenting, pola ini bisa ditumbuhkan.

Cemas (anxious)

Kelekatan cemas adalah bagian dirimu yang menginginkan kepastian, tapi sulit mempercayainya begitu kepastian itu datang. Kedekatan di awal bisa terasa mendebarkan sekaligus sedikit panik. Balasan yang lambat terasa seperti ancaman. Kamu mungkin mendapati dirimu memberi terlalu banyak, menjelaskan secara berlebihan, memutar ulang percakapan untuk mencari letak kesalahanmu.

Di baliknya ada rasa takut yang diam-diam, takut ditinggalkan, yang sering terbentuk dari pengasuhan yang naik turun. Cleveland Clinic mengaitkan gaya ini dengan pengasuhan yang tidak konsisten, di mana kenyamanan itu nyata tapi tidak terduga, sehingga seorang anak belajar untuk selalu waspada. Jika ini dirimu, ironinya adalah perilaku yang dimaksudkan untuk menarik pasangan lebih dekat (pesan yang dikirim berulang, "uji coba", kebutuhan akan bukti) justru yang paling mungkin membuat orang yang stabil menjauh.

Menghindar (avoidant)

Kelekatan menghindar terlihat seperti kemandirian yang kuat, dan dari dalam, sering terasa seperti kelegaan. Kamu menghargai kemampuan untuk mengurus diri sendiri. Ketika seseorang menginginkan kedekatan lebih, kamu merasakan dorongan halus untuk mundur, untuk mencari kekurangannya, untuk mengingat semua hal yang harus kamu korbankan. Kamu mungkin kesulitan menamai perasaanmu, atau percaya bahwa orang lain benar-benar ingin mendengarnya.

Ini biasanya tumbuh dari pengasuhan yang memenuhi kebutuhan praktis tapi absen dalam hal emosional. Pelajaran yang diambil seorang anak dari itu masuk akal: kebutuhan adalah beban, jadi urus sendiri. Sebagai orang dewasa, itu bisa terbaca sebagai sikap tenang dan mampu. Itu juga bisa membuat pasangan merasa terkunci di luar ruangan yang bisa mereka lihat tapi tak pernah bisa dimasuki.

Tidak teratur, atau takut-menghindar (fearful-avoidant)

Pola keempat adalah yang tarik-ulur. Kamu sangat menginginkan kedekatan sekaligus sangat menakutinya, jadi kamu mungkin mengejar seseorang dengan gigih lalu panik begitu mereka benar-benar datang. Keintiman dan kewaspadaan menjadi kusut bersama. Gaya ini sering dikaitkan dengan lingkungan awal yang menakutkan atau kacau, di mana sosok yang kamu butuhkan untuk merasa aman juga menjadi sumber ketakutan. Ini yang paling berat dari keempatnya, dan yang paling membutuhkan kerja sama dengan terapis yang baik.

Apa yang bukan ini?

Beberapa peringatan jujur, karena bahasa kelekatan sudah viral dan internet sudah terlalu bebas menggunakannya.

Gaya-gaya ini bukan ramalan bintang, dan bukan hinaan untuk dilontarkan saat bertengkar. "Kamu tuh avoidant banget" jarang menjadi kalimat yang penuh kasih. Gaya-gaya ini juga bukan identitas yang tetap. Kamu tidak rusak jika ternyata kamu bergaya cemas atau menghindar. Kamu beradaptasi dengan apa yang kamu miliki, dan adaptasi adalah tanda bahwa sistem sarafmu bekerja, bukan gagal.

Dan sebuah label bukanlah diagnosis. Jika polamu terkait dengan trauma yang nyata, atau membuatmu sengsara di setiap hubungan, itu alasan untuk melibatkan seorang profesional, bukan untuk mendiagnosis diri sendiri dari sebuah artikel lalu menganggapnya selesai.

Apa yang terjadi ketika dua gaya bertemu?

Gaya kelekatan tidak hanya hidup dalam satu orang saja. Gaya-gaya ini bertemu, dan beberapa pasangan gaya terkenal berat.

Yang paling sering menghancurkan hati adalah pertemuan antara gaya cemas dan menghindar. Pikirkan apa yang dibutuhkan masing-masing. Pasangan yang cemas ditenangkan oleh kedekatan dan kepastian. Pasangan yang menghindar ditenangkan oleh ruang dan kemandirian. Jadi hal yang sama yang menenangkan salah satu dari mereka justru memicu alarm pada yang lain. Ketika pasangan yang cemas merasakan jarak, dia mendekat. Semakin dekat dia bergerak, semakin pasangan yang menghindar membutuhkan udara, dan semakin dia mundur. Kemunduran itu terbaca sebagai pengabaian, yang membuat kecemasan makin memuncak, yang membuatnya makin gencar mengejar. Begitu seterusnya berputar.

Yang membuat ini begitu lengket adalah rasanya bisa terasa seperti gairah. Puncaknya terasa tinggi, momen kembali berbaikan terasa intens, dan rasa nyaris kehilangan yang terus-menerus bisa menyamar sebagai cinta yang dalam. Biasanya itu bukan cinta yang sedang bekerja. Itu dua sistem saraf yang sedang saling menekan tombol lama masing-masing.

Jika kamu mengenali hubunganmu di sini, langkah pertama bukan mencari siapa yang salah. Langkah pertama adalah menamai tarian ini dengan lantang, bersama-sama. "Aku rasa waktu aku takut, aku jadi mengejar, dan itu bikin kamu butuh ruang, terus aku jadi makin takut." Menamai pola ini mengubahnya dari pertarungan tentang siapa yang salah menjadi masalah yang bisa kalian berdua lihat bersama, berdampingan. Itu saja sudah bisa meredakan sebagian ketegangan. Bagi banyak pasangan, di sinilah tepatnya seorang terapis pasangan sangat berguna.

Bagaimana pola-pola ini muncul saat berpacaran?

Masa awal berpacaran adalah saat gaya-gaya ini menunjukkan dirinya, jika kamu tahu apa yang harus diperhatikan. Bukan untuk mencari tanda bahaya pada orang lain, tapi untuk memahami energi yang ada di ruangan itu, termasuk energimu sendiri.

Perhatikan temponya. Dorongan menuju keintiman instan, pusaran yang ingin menyatu di minggu kedua, bisa jadi tarikan cemas. Pola kehangatan yang diikuti pendinginan mendadak, mendekat lalu tiba-tiba jadi kabur, bisa jadi menghindar sedang bekerja. Perhatikan juga tubuhmu sendiri. Jika seseorang yang baik-baik saja justru membuatmu bosan, tanyakan pada diri sendiri apakah "membosankan" itu sebenarnya berarti "tenang". Jika seseorang yang tidak tersedia justru membuatmu terobsesi, tanyakan apakah percikan itu memang chemistry, atau justru sistem alarmmu yang sedang menyala.

Semua ini bukan berarti kamu harus pergi. Orang bisa bertumbuh, dan rasa aman bisa dibangun antara dua orang yang sama-sama mau. Ini hanya memberimu gambaran yang lebih jelas daripada sekadar "entahlah, rumit".

Bagian yang mengubah segalanya: kamu tidak terjebak

Ini kabar baik yang layak kamu pegang. Gaya kelekatan adalah sebuah pola, dan pola bisa berubah. Para peneliti menyebut sesuatu yang sering disebut earned security (rasa aman yang diperjuangkan): orang yang awalnya tidak aman bisa menjadi lebih aman seiring waktu. Cleveland Clinic mengatakannya dengan jelas, bahwa mengubah gaya kelekatanmu itu mungkin, dan dimulai dari kesadaran diri.

Caranya pun menggembirakan. Sebuah tinjauan riset oleh Mario Mikulincer dan Phillip Shaver menjelaskan bagaimana interaksi yang stabil dan responsif, jenis interaksi yang diberikan oleh pasangan yang bisa diandalkan atau terapis yang baik, bisa secara bertahap membuat seseorang yang tidak aman benar-benar merasa diperhatikan, dan seiring waktu pengalaman itu bisa melunakkan pertahanan lama menuju sesuatu yang lebih aman. Kamu tidak sampai pada rasa aman lewat logika. Kamu sampai ke sana lewat bukti nyata yang berulang, bahwa kedekatan itu aman.

Bukti itu bisa datang dari pasangan. Bisa datang dari sebuah persahabatan. Bisa datang dari seorang terapis yang konsistensinya, minggu demi minggu, perlahan menulis ulang ekspektasi lama.

Bekerja dengan polamu

Kamu tidak bisa memikirkan kabelmu sampai hilang, tapi kamu bisa bekerja dengannya secara sadar. Beberapa titik awal, tergantung ke mana kamu cenderung condong.

  • Namai polanya saat itu juga. Ketika kamu merasakan pusaran atau dorongan untuk kabur, coba beri label dengan tenang: "ini bagian cemasku," atau "ini bagian yang ingin lari." Jarak kecil antara merasakan dan bereaksi itulah tempat kamu mendapatkan kembali pilihan.
  • Jika kamu cenderung cemas, latih diri untuk menoleransi sedikit ketidakpastian sebelum bertindak. Balasan yang telat adalah informasi tentang hari mereka, bukan referendum tentang harga dirimu. Tenangkan dirimu dulu, baru putuskan apakah mau menghubungi.
  • Jika kamu cenderung menghindar, perlakukan kedekatan sebagai sesuatu yang kamu bangun toleransinya sedikit demi sedikit. Bagikan satu perasaan yang sungguhan. Tetaplah dalam satu percakapan yang sedikit tidak nyaman, alih-alih mencari pintu keluar. Perhatikan bahwa kamu tetap baik-baik saja setelahnya.
  • Katakan apa yang kamu butuhkan, dengan kata-kata. Sebagian besar pola tidak aman berjalan lewat menebak-nebak dan menguji. Permintaan yang jelas ("aku senang kalau kamu kirim pesan singkat waktu sudah sampai") memberi pasanganmu kesempatan nyata untuk hadir, dan memberimu informasi nyata tentang apakah dia bisa.
  • Carilah, dan hargai, orang-orang yang bergaya aman. Tarikan menuju chemistry yang kacau itu kuat, apalagi jika ketenangan terasa asing waktu kamu tumbuh besar. Stabilitas mungkin awalnya terasa membosankan. Kadang, stabil itu artinya cuma aman.

Lakukan semua ini pelan-pelan. Kamu tidak sedang berusaha menjadi orang yang berbeda pada hari Jumat. Kamu sedang berusaha menambahkan beberapa detik pilihan, di tempat yang dulu hanya ada refleks.

Kapan sebaiknya kamu mencari bantuan?

Kesadaran diri membawamu jauh. Tapi tidak membawamu ke mana-mana. Jika polamu terus menghancurkan hubungan yang kamu pedulikan, jika kedekatan selalu memicu kepanikan, atau jika semua ini terjalin dengan trauma, kekerasan, atau ketakutan yang akarnya jauh lebih dalam dari sekadar kencan, tolong bicaralah dengan terapis berlisensi. Kerja seputar kelekatan adalah salah satu hal yang benar-benar bisa ditangani dengan baik oleh terapi, dan kamu tidak harus mengurai simpul tertua itu sendirian. Meraih bantuan itu bukan kegagalan wawasan diri. Itu cara banyak orang akhirnya sampai pada rasa aman yang tidak mereka dapatkan sejak kecil.

Apa pun polamu, itu dibangun oleh versi dirimu yang lebih muda, yang berusaha sebaik mungkin untuk tetap dekat dengan orang-orang yang dicintainya. Bagian dirimu itu bukan musuh. Ia bisa belajar hal baru.

Sumber

  1. Cleveland Clinic, Attachment Styles: Causes, What They Mean
  2. Cleveland Clinic, What Is Attachment Theory? And How Does It Impact You?
  3. Mikulincer & Shaver, Enhancing the "Broaden and Build" Cycle of Attachment Security in Adulthood (International Journal of Environmental Research and Public Health)
  4. HelpGuide, Attachment Styles and How They Affect Adult Relationships

Gratis, dalam 36 bahasa. Nirlaba, tanpa iklan, tanpa biaya, dan kami tidak pernah menjual data Anda.

Baca perpustakaannya Donasi