Skip to main content
Sedang krisis atau berpikir untuk menyakiti diri sendiri? Kamu tidak sendirian. Cari layanan bantuan →

Energi & pemulihan

Mengelola energi mengalahkan mengelola waktu

Kamu bisa memeras lebih banyak jam dari sehari, tapi kamu tidak bisa memeras lebih banyak dari otak yang terkuras. Mengelola energimu, kapan kamu bekerja dan kapan kamu beristirahat, sering kali lebih berdampak pada yang kamu selesaikan daripada trik kalender mana pun.

Pria berkaus tangki putih dan celana pendek hitam melakukan push-up di siang hari

Photo by Michael DeMoya on Unsplash

Tips singkat

  • Habiskan jam-jam paling tajammu untuk pekerjaan terpentingmu.
  • Bekerja dalam rentang yang fokus, lalu berjeda sungguhan sebelum kamu meredup.
  • Buat jeda berarti dengan bergerak, keluar ke luar, atau lepas total dari layar.

Kamu sudah mencoba berbagai sistem. Kalender berwarna-warni, pemblokiran waktu, aplikasi yang menjanjikan akhirnya membuatmu produktif. Dan tetap saja, menjelang sore, kamu menatap layar, membaca kalimat yang sama empat kali, tidak menyelesaikan apa-apa sementara jarum jam terus berjalan.

Waktu bukanlah masalahnya. Jam-jamnya ada padamu. Yang habis darimu adalah energi, dan sebanyak apa pun penjadwalan tidak mengisi ulang tangki itu.

Ada cara yang lebih tenang untuk memikirkan sebuah hari. Alih-alih bertanya berapa jam yang kamu punya, tanyakan berapa banyak energi yang baik yang kamu punya dan kapan, lalu susun hari di sekitar itu. Kedengarannya kecil. Ia mengubah banyak hal.

Jam itu tetap. Energi tidak.

Setiap orang mendapat dua puluh empat jam yang sama, dan kebanyakan nasihat mengatur waktu memperlakukan jam-jam itu sebagai satuan yang identik untuk diisi. Padahal tidak. Satu jam kerja yang fokus di pagi hari, saat kamu tajam, bernilai beberapa jam yang berkabut di penghujung hari yang panjang.

Inilah wawasan inti di balik gagasan, yang dipopulerkan oleh Tony Schwartz dan Catherine McCarthy di Harvard Business Review, bahwa kamu sebaiknya mengelola energimu, bukan waktumu. Paksa dirimu untuk jam-jam yang makin panjang dan kamu tidak menyelesaikan lebih banyak. Kamu kehabisan tenaga. Tapi kelola kualitas energimu dan perbarui dengan sengaja, dan kamu bisa menyelesaikan lebih banyak dalam waktu lebih singkat sekaligus merasa lebih baik saat melakukannya.

Perbedaannya tampak dalam hasil nyata. Pada salah satu program yang mereka gambarkan, sekelompok karyawan bank yang belajar mengelola energinya dengan cara ini mengungguli kelompok pembanding pada pekerjaan yang paling penting bagi tugas mereka, dan di atas itu melaporkan rasa lebih puas.

Fokusmu berjalan dalam gelombang

Ini sesuatu yang sudah diketahui tubuhmu, meski kalendermu mengabaikannya. Perhatian bukanlah garis datar yang bisa kamu pertahankan sepanjang hari. Ia datang dalam gelombang.

Fokus yang dalam cenderung bertahan untuk satu rentang, sering kali sekitar satu jam sampai sembilan puluh menit, lalu menurun. Otakmu memang benar-benar butuh jeda. Para peneliti kadang menggambarkan pekerjaan yang menuntut secara mental seolah membakar semacam bahan bakar mental, dan saat tangki itu menipis, memaksa lebih keras tidak mengisinya kembali. Ia hanya membuat pekerjaan jadi lebih buruk.

Orang yang melawan ini kalah. Mereka menahan diri menembus penurunan itu, menghasilkan kerja yang lambat dan penuh kesalahan sambil meyakinkan diri bahwa mereka sedang disiplin. Orang yang bekerja seiring dengannya menang. Mereka tancap gas pada satu rentang yang fokus, lalu berhenti dan benar-benar memperbarui diri sebelum rentang berikutnya.

Pola itu, fokus intens diikuti pemulihan yang sungguhan, lebih berkelanjutan dan lebih produktif daripada terus menggilas tanpa henti. Bukan karena ia lebih lembut, meski memang demikian, tapi karena ia selaras dengan cara perhatianmu benar-benar bekerja.

Apa arti "memperbarui" yang sebenarnya

Sebuah jeda hanya memulihkanmu kalau ia jeda yang sungguhan. Menggeser-geser ponsel di mejamu sambil setengah memikirkan pekerjaan bukanlah pemulihan. Otakmu tidak pernah keluar dari ruangan. Jeda yang mengisi ulang tangki adalah jeda saat kamu sepenuhnya menjauh dari tugas.

Yang berhasil, menurut penelitian tentang jeda di tempat kerja:

  • Gerakkan tubuhmu. Bahkan jalan singkat berbuat lebih dari yang kamu kira. Gerakan fisik adalah salah satu hal paling memulihkan yang bisa kamu lakukan di sela-sela kerja mental.
  • Keluarlah ke luar. Waktu di alam, atau sekadar dekat jendela, memulihkan perhatian dengan cara yang tak bisa dilakukan ruang istirahat tanpa jendela.
  • Lakukan sesuatu yang benar-benar kamu nikmati. Beberapa menit melakukan hal yang menyenangkan mengembalikan suasana hatimu sekaligus fokusmu.
  • Lepaskan diri, sungguh-sungguh. Manfaatnya datang dari melepaskan pekerjaan secara mental, bukan sekadar menjedanya. Setengah mengecek surel saat "jeda"-mu membatalkan sebagian besar keuntungannya.

Ada juga trik waktu yang layak diketahui. Jeda yang diambil lebih awal di hari cenderung lebih memulihkanmu daripada yang kamu simpan untuk sore hari. Logikanya, kamu belum menguras sumber dayamu, jadi lebih mudah memantul kembali ke titik awal. Jangan menunggu sampai benar-benar gosong baru menjauh. Berjedalah selagi masih ada sesuatu di tangki.

Menyusun hari di sekitar energimu

Kamu tidak perlu merombak hidupmu. Beberapa penyesuaian sudah membawa perubahan besar.

  1. Temukan puncakmu dan jagalah. Perhatikan kapan pikiranmu paling tajam, bagi kebanyakan orang itu pagi hari, dan lindungi jendela itu untuk pekerjaanmu yang tersulit dan terpenting. Jangan habiskan jam terbaikmu untuk surel.
  2. Bekerjalah dalam rentang yang fokus, lalu berhenti. Pilih durasi yang cocok untukmu. Banyak orang cocok dengan sekitar satu jam fokus yang sungguhan, lalu jeda yang disengaja. Pasang pengatur waktu kalau itu membantumu benar-benar berhenti.
  3. Buat jedamu berarti. Berdirilah, jalan-jalan, keluar ke luar, lihat sesuatu yang bukan layar. Singkat dan sungguhan mengalahkan panjang dan setengah hati.
  4. Cocokkan tugas dengan energinya. Simpan pekerjaan ringan yang tidak butuh fokus, mengarsip, merapikan, surel rutin, untuk masa penurunan, saat kamu toh tidak bisa mengerjakan kerja yang dalam dengan baik. Kamu akan berhenti memboroskan jam-jam baikmu untuk kesibukan kosong.
  5. Lindungi hal-hal yang mengisi ulang dayamu semalaman. Tidur, gerakan, makanan yang layak, dan waktu dengan orang yang kamu sukai bukan tambahan yang kamu peroleh setelah pekerjaan. Itulah yang membuat pekerjaan yang baik jadi mungkin sejak awal.

Saat tangkinya selalu kosong

Ada batas yang jujur dari semua ini. Mengelola energimu dengan baik membantu saat persoalannya adalah hidup yang normal dan sibuk dengan terlalu banyak yang dijejalkan ke dalamnya. Ia bukan obat untuk kelelahan kronis apa pun yang kamu lakukan.

Kalau kamu lelah sepanjang waktu, kalau istirahat sepertinya tidak memulihkanmu, kalau kamu kehilangan minat pada hal-hal yang dulu kamu nikmati, atau kalau rasa berat itu sudah menggelayut selama berminggu-minggu, itu layak dianggap serius. Kelelahan yang menetap bisa punya penyebab fisik yang nyata, dan bisa menjadi tanda depresi atau kelelahan total (burnout). Tidak ada satu pun dari itu yang membaik dengan penjadwalan yang lebih pintar. Percakapan dengan dokter adalah langkah berikutnya yang tepat, bukan trik produktivitas.

Dan sebuah penyusunan ulang yang lembut atas seluruh topik ini: tujuan mengelola energimu bukanlah memeras lebih banyak hasil dari dirimu seperti spons. Tujuannya adalah agar masih ada cukup tersisa, di penghujung hari, untuk bagian-bagian hidupmu yang tidak muncul di daftar tugas mana pun. Pekerjaan seharusnya muat di dalam hidup. Bukan sebaliknya.

Sumber

Sebelum kamu pergi, sepatah kata soal perawatan

KEEP CALM menyediakan alat bantu diri edukatif yang gratis. Ini bukan nasihat medis, diagnosis, atau terapi, dan bukan pengganti perawatan profesional. Jika ada sesuatu di sini yang terasa lebih dari sekadar stres sehari-hari, menghubungi profesional adalah langkah yang kuat dan masuk akal.

If you are in crisis or thinking about harming yourself, you are not alone. In the US, call or text 988 (Suicide & Crisis Lifeline, 24/7), text HOME to 741741 (Crisis Text Line), or call 911 in an emergency.