Langsung ke konten utama

Energi & Pemulihan

Saat stres menjadi kelelahan fisik: kenapa kamu begitu lelah, dan apa yang membantu

Kadang kelelahannya bukan karena terlalu banyak beraktivitas fisik, itu tubuhmu memikul berminggu-minggu stres yang tak pernah sempat ia letakkan. Inilah bagaimana itu terjadi, dan cara mulai mengisi ulang tangkinya.

Alat gratis berbasis bukti untuk stres, rasa kewalahan, hubungan, kesehatan, dan kepemimpinan yang mantap. Program dari KEEP CALM Inc., sebuah nirlaba. 501(c)(3) · EIN 33-2117386 Tentang

Kursi berlengan kulit hitam di atas lantai beton abu-abu

Foto oleh Alex Simpson di Unsplash

Kamu sudah tidur delapan jam, tapi tetap bangun dengan tubuh lelah. Daftar tugas hari ini pun sebenarnya tidak terlalu panjang, tapi setiap pekerjaan rasanya seperti dibungkus pasir basah, berat dan lambat. Kalau istirahat tidak juga menyentuh rasa lelah itu, besar kemungkinan kamu menghadapi jenis kelelahan yang berbeda, yang tidak bisa disembuhkan hanya dengan tidur siang. Bisa jadi tubuhmu lelah secara fisik karena stres.

Ini salah satu hal tentang stres yang paling sering dilewatkan: stres tidak hanya tinggal di kepala. Kalau dibawa cukup lama, stres akan muncul di tubuh sebagai kelelahan yang dalam dan membekas, dan tidak ada jumlah niat atau semangat yang bisa membujuknya hilang.

Bagaimana stres bisa menguras tubuhmu?

Stres adalah respons seluruh tubuh. Saat otakmu merasakan tekanan, ia melepaskan hormon seperti kortisol yang membuatmu waspada dan siap menghadapi ancaman. Dalam waktu singkat, ini berguna. Masalahnya muncul saat tekanan itu tidak pernah benar-benar berhenti, dan alarm tubuh tidak pernah benar-benar dimatikan.

Menjalankan sistem itu tanpa henti butuh biaya besar. Tubuhmu terus dalam kondisi siaga, tidurmu jadi lebih dangkal, ototmu menyimpan tegangan yang tidak kamu sadari, dan pelan-pelan cadangan energimu terkuras. Cleveland Clinic menyebut kelelahan sebagai salah satu tanda utama burnout, keadaan yang bisa muncul akibat stres jangka panjang. Orang yang mengalaminya sering merasa seperti bisa tidur sepanjang waktu, dan mendapati bahwa tugas sederhana pun tiba-tiba butuh waktu jauh lebih lama dari biasanya.

Apa bedanya lelah jenis ini?

Lelah biasa punya sebab yang jelas dan solusi yang manjur. Kamu tidur terlalu malam, jadi kamu bangun siang dan merasa lebih baik. Kelelahan akibat stres lebih licin dari itu. Ia tidak hilang hanya dengan satu malam tidur yang nyenyak, dan biasanya datang bersama tanda-tanda lain bahwa ini lebih dari sekadar mengantuk:

  • Sakit kepala karena tegang, rahang yang kaku, atau pundak dan punggung yang pegal.
  • Perubahan pola tidur dan makan, jadi lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya, di jam-jam yang tidak biasa.
  • Gangguan pencernaan yang datang dan pergi.
  • Mudah tersulut emosi, motivasi yang menurun, atau perasaan hampa seperti sekadar menjalani hari tanpa rasa.
  • Lebih mudah sakit dari biasanya.

Kalau beberapa hal itu terasa familiar bersamaan dengan rasa lelahmu, kemungkinan besar tubuhmu bukan minta kafein lagi. Ia minta stres yang mendasarinya diredakan.

Apa yang benar-benar mengisi ulang energimu?

Insting kita biasanya memaksa diri untuk terus jalan, tapi memaksa lebih keras saat tangki sudah kosong hanya membuatnya tetap kosong. Pulih dari kelelahan akibat stres bukan soal melakukan lebih banyak, tapi melakukan dengan cara yang berbeda. Beberapa hal ini benar-benar membantu:

  1. Jaga tidurmu lebih dulu. Ini cara utama tubuhmu memperbaiki diri. Coba bangun rutinitas menjelang tidur yang konsisten dan jam bangun yang teratur, bahkan di akhir pekan, agar sistem tubuhmu bisa menemukan ritmenya lagi.
  2. Sisipkan istirahat yang nyata. Jeda singkat sepanjang hari, dan waktu yang benar-benar bebas dari kewajiban, memberi kesempatan bagi sistem alarm tubuhmu untuk beristirahat. Bahkan beberapa menit tanpa melakukan apa-apa pun berarti.
  3. Bergeraklah dengan lembut. Terasa aneh saat kamu lelah, tapi gerakan ringan, jalan santai, atau peregangan pelan, bisa memperbaiki mood dan tidur, yang pelan-pelan mengisi ulang energimu. Tetap ringan saja, ini bukan waktunya untuk olahraga berat.
  4. Tarik satu batas. Sebagian rasa terkuras itu datang dari tidak pernah benar-benar “off”. Satu batas saja, misalnya jam berhenti kerja yang tegas, atau malam tanpa notifikasi, bisa membebaskan lebih banyak energi daripada yang dikorbankan.
  5. Sambungkan lagi dengan orang dan hal yang kamu suka. Waktu bersama orang yang kamu percaya, dan sedikit waktu untuk hal yang tidak ada hubungannya dengan kewajiban, mengisi bagian dirimu yang tidak tersentuh oleh istirahat saja.

Tidak ada satu pun dari ini yang dramatis. Justru itu intinya. Pemulihan biasanya datang dari kumpulan pilihan kecil yang konsisten, bukan satu momen reset yang heroik.

Kapan sebaiknya kamu mencari bantuan lebih?

Periode kelelahan akibat stres yang mereda seiring hidup kembali tenang itu wajar. Tapi kelelahan juga bisa punya sebab medis yang tidak ada hubungannya dengan stres, seperti gangguan tiroid, anemia, gangguan tidur, dan lainnya, jadi kelelahan mendalam yang berlanjut selama berminggu-minggu layak diperiksakan ke dokter untuk memastikan bukan itu sebabnya. Jangan mendiagnosis dirimu sendiri.

Ada baiknya juga menghubungi dokter atau terapis kalau rasa lelah ini sudah jadi kondisi normalmu, kalau perawatan diri tidak membawa perubahan, atau kalau disertai suasana hati yang rendah dan tanpa harapan. Seperti disebutkan Cleveland Clinic, berbicara dengan profesional sering jadi langkah awal yang baik untuk burnout, dan belajar cara mengatasinya adalah keterampilan yang bisa dipelajari. Kamu tidak perlu memaksa diri sendirian untuk kembali merasa seperti dirimu yang biasa. Kadang, hal paling melegakan yang bisa kamu lakukan adalah membiarkan orang lain membantu memikulnya.

Sumber

  1. Cleveland Clinic, Signs of Burnout: What It Is, How It Feels and How To Recover
  2. Harvard Health Publishing, Exercising to Relax
  3. Centers for Disease Control and Prevention, Adult Activity: An Overview

Gratis, dalam 36 bahasa. Nirlaba, tanpa iklan, tanpa biaya, dan kami tidak pernah menjual data Anda.

Baca perpustakaannya Donasi