Jika kamu sedang krisis atau berpikir untuk menyakiti diri sendiri, kamu tidak sendirian. Di AS, telepon atau SMS 988 (Suicide & Crisis Lifeline, 24/7), SMS HOME ke 741741 (Crisis Text Line), atau telepon 911 dalam keadaan darurat. Di mana pun kamu berada di dunia, findahelpline.com memuat daftar layanan krisis yang gratis dan rahasia di negaramu sendiri dan dalam bahasamu sendiri. Kalau kamu sedang dalam bahaya langsung, hubungi nomor darurat setempat.
Biasanya datang di waktu yang aneh. Bukan saat kamu sendirian di rumah pada suatu hari Selasa, tapi di tengah pesta, atau saat makan malam keluarga ketika semua orang tertawa, atau dalam rapat bersama orang-orang yang sudah kamu kenal bertahun-tahun. Ruangan itu hangat, ramai, penuh orang. Dan di balik senyum sopanmu sendiri, muncul satu pikiran kecil yang datar: tidak ada satu pun dari mereka yang benar-benar mengenalku.
Kalau kamu pernah merasakan itu, kamu tidak rusak dan kamu tidak tidak tahu bersyukur. Kamu hanya sedang menemui salah satu kenyataan aneh dari menjadi manusia. Berada di dekat orang lain dan merasa terhubung dengan mereka adalah dua hal yang berbeda, dan keduanya tidak selalu berjalan beriringan.
Kenapa ruangan penuh orang masih bisa terasa kosong?
Ada dua kata yang terdengar mirip tapi sebenarnya berbeda. Isolasi sosial berkaitan dengan jumlah, berapa banyak orang dalam hidupmu, seberapa sering kamu bertemu mereka. Kesepian berkaitan dengan perasaan, apakah hubungan yang kamu punya benar-benar terasa sampai ke hati. Kamu bisa punya sangat sedikit orang tapi merasa benar-benar dipeluk oleh mereka. Kamu bisa punya jadwal yang penuh tapi merasa seperti sedang menonton hidupmu sendiri dari balik kaca.
Dokter membedakan ini dengan sengaja. Seperti yang dijelaskan Cleveland Clinic, kesepian adalah soal bagaimana kamu memandang tingkat keterhubunganmu, itulah sebabnya seseorang bisa merasa kesepian meski dikelilingi banyak orang. Jumlah orang di ruangan itu tidak pernah jadi ukurannya. Ukurannya adalah apakah kamu merasa dilihat oleh salah satu dari mereka.
Itu juga sebabnya rasa ini bisa terasa paling berat justru saat sedang ramai. Ketika kamu benar-benar sendirian, perasaan itu masuk akal dan kamu bisa menjelaskannya pada diri sendiri. Tapi ketika kamu kesepian di tengah keramaian, ada sengatan kedua di atas yang pertama: semua orang lain tampak baik-baik saja, koneksi itu tampak ada di sana, dan kamu tetap tidak bisa merasakannya. Jadi kamu mulai bertanya-tanya, ada apa denganku.
Tidak ada yang salah denganmu. Yang biasanya hilang bukanlah orang. Yang hilang adalah satu jenis kontak tertentu.
Bedanya antara berada di dekat seseorang dan benar-benar bertemu dengannya
Coba pikirkan percakapan yang benar-benar membuatmu merasa tidak sendirian. Biasanya ada satu kesamaan: di suatu titik dalam percakapan itu, kamu jadi diri sendiri, dan orang itu tetap ada di situ. Kamu mengatakan hal yang sedikit jujur, bukan yang mulus dan aman, dan mereka tidak mundur atau mengalihkan pembicaraan. Mereka mengerti. Untuk sesaat, kamu merasa bahwa dirimu yang biasa muncul di rumah pada siang yang tenang, diterima juga di ruangan itu.
Sebagian besar interaksi harian tidak seperti itu, dan memang tidak harus begitu. Obrolan dengan barista, rapat singkat di kantor, grup chat soal rencana akhir pekan, semua ini adalah jaringan penghubung dalam hidup, dan itu penting. Tapi semuanya berjalan di permukaan. Ketika *semua* kontak yang kamu punya hanya berjalan di permukaan, ketika tidak ada seorang pun yang kamu izinkan melihat bagian dalammu, permukaan itu lama-lama terasa seperti lapisan tipis yang menjebakmu di baliknya.
Kesepian di tengah keramaian sering kali adalah celah ini persis. Kontak ada banyak. Yang benar-benar sampai ke dirimu, sangat sedikit.
Penting untuk tahu bahwa ini hal yang umum, bukan langka. Ahli Bedah Umum AS (U.S. Surgeon General) mengeluarkan seruan nasional pada 2023 yang menyebut kesepian dan isolasi sebagai masalah kesehatan masyarakat, dan angka di baliknya cukup mengejutkan: sekitar setengah dari orang dewasa di AS melaporkan pernah mengalami kesepian. Setengah. Ruangan ramai tempat kamu merasa tidak terjangkau itu, diam-diam dipenuhi orang lain yang merasakan hal yang persis sama dan mengira hanya dirinya sendiri yang begitu.
Kenapa ini penting untuk ditanggapi serius?
Akan mudah untuk menganggap ini sekadar "suasana hati" lalu memaksakan diri terus jalan. Ini lebih dari sekadar suasana hati. Tubuh mencatat semuanya.
Ketika kesepian menjadi kronis, sistem stres dalam tubuhmu terus menyala. Cleveland Clinic mencatat bahwa kesepian yang berkepanjangan meningkatkan kadar kortisol, hormon stres, dan seiring waktu itu memberi beban pada jantung, sistem kekebalan tubuh, dan tidurmu. Riset kesehatan masyarakat bahkan menemukan lebih jauh: kesepian dan isolasi yang terus-menerus terkait dengan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih tinggi, serta risiko kematian dini yang oleh sebagian peneliti disamakan dengan dampak merokok.
Semua ini bukan untuk menakut-nakuti kamu. Ini untuk memberimu izin. Kalau selama ini kamu menganggap perasaan ini sebagai masalah sepele, sesuatu yang harus disembunyikan karena malu, sebenarnya bukan begitu. Ini sinyal nyata dari tubuh yang memang dirancang untuk membutuhkan orang lain. Rasa lapar memberitahumu untuk makan. Kesepian sedang mencoba memberitahumu sesuatu yang sama mendasarnya.
Apa yang biasanya membantu?
Naluri yang muncul ketika kamu merasa seperti ini di tengah keramaian adalah menambah lebih banyak keramaian. Lebih banyak acara, lebih banyak rencana, lebih banyak orang. Kadang itu sedikit membantu. Tapi biasanya tidak menyentuh akar masalahnya, karena akar masalahnya bukan soal jumlah. Di sinilah letak titik yang benar-benar bisa diubah.
Melangkah sedikit lebih dalam dengan satu orang, bukan melebar ke semua orang
Kamu tidak butuh kehidupan sosial yang lebih besar. Kamu butuh satu percakapan yang melewati basa-basi soal cuaca. Pilih satu orang yang terasa cukup aman dan katakan satu hal yang jujur, "jujur, aku belakangan ini agak kesepian," atau "tahun ini lebih berat dari yang aku tunjukkan." Sesederhana itu. Kamu tidak sedang audisi jadi sahabat terbaik. Kamu sedang menguji apakah jadi diri yang sebenarnya masih bisa diterima oleh orang ini. Sering kali, ya bisa, dan sering kali mereka justru lega dan mengaku pernah merasakan hal yang sama.
Berhenti tampil sempurna, mulai lebih dikenal apa adanya
Banyak kesepian di tengah keramaian datang dari kebiasaan menampilkan versi diri yang sudah dipoles, yang seolah tidak punya kebutuhan dan selalu punya jawaban untuk segalanya. Versi itu memang aman, tapi juga kesepian, karena tidak ada orang yang bisa terhubung dengan sebuah pertunjukan. Kamu tidak perlu membongkar seluruh isi hatimu di hari Selasa biasa. Cukup biarkan satu detail jujur muncul. Orang terhubung dengan sosokmu yang sebenarnya, bukan versi terbaikmu.
Kejar aktivitas bersama, bukan cuma obrolan bersama
Koneksi sering tumbuh dari samping, lewat kegiatan bersama, bukan dari hadap-hadapan langsung. Jalan santai rutin bersama tetangga, kegiatan sukarelawan, kelas, tim. Panduan Mayo Clinic soal meredakan kesepian mengarah ke sini karena satu alasan: kontak rutin dan santai yang dibangun lewat sebuah kegiatan memberi ruang bagi sebuah hubungan untuk tumbuh, tanpa tekanan "ayo ngobrol dan buka hati sepenuhnya".
Kenali pola pikir yang berulang di kepalamu
Kesepian punya pola pikir sendiri, dan itu licik. Ia membisikkan bahwa kamu merepotkan, bahwa tidak ada yang mau mendengarkan, bahwa menghubungi orang lain itu memalukan. Jadi kamu menarik diri, yang membuatmu makin kesepian, yang membuat bisikan itu makin keras. Kalau kamu menyadari dirimu terjebak di situ, anggap pikiran-pikiran itu sebagai gejala, bukan fakta. Suara yang bilang "jangan ganggu mereka" itu adalah kesepian yang sedang bicara, dan ia bukan narator yang bisa dipercaya.
Rawat hubungan yang sudah kamu miliki
Orang-orang yang sebenarnya bisa menjangkaumu mungkin sudah ada dalam hidupmu, hanya saja hubungannya masih di permukaan, sama seperti dengan orang lain. Kamu tidak selalu harus mencari orang baru. Kadang kamu cukup memperdalam hubungan yang sudah ada, sepupu yang hanya kamu temui saat hari raya, teman kerja yang cuma kamu ajak bicara soal pekerjaan, teman lama yang selalu ingin kamu telepon tapi belum sempat. Satu obrolan yang tulus bisa memberi lebih banyak dibanding sebulan berkenalan dengan orang baru.
Kapan kamu perlu bantuan lebih dari sekadar teman?
Sebagian kesepian akan mereda begitu kamu memberi sedikit lebih banyak ruang untuk jadi diri sendiri dan membiarkan satu atau dua orang lebih dekat. Sebagian lagi tidak, dan penting untuk menanggapinya dengan serius, bukan sekadar dipaksa dilewati.
Kalau rasa terputus ini sudah bertahan selama berbulan-bulan, kalau ia datang bersama rasa berat yang membuatmu sulit menikmati hal-hal yang dulu kamu sukai, kalau pola tidur atau makanmu berubah drastis, kalau kamu mulai merasa bahwa dirimu tidak berarti atau orang lain akan lebih baik tanpamu, tolong anggap itu sebagai alasan untuk bicara dengan profesional, bukan aib yang harus disembunyikan. Dokter atau terapis bisa membedakan antara kesepian biasa dan depresi yang butuh penanganan, dan mereka bisa membantu untuk keduanya. Meminta bantuan untuk hal ini bukan berarti menyerah pada koneksi. Ini justru salah satu bentuk koneksi yang paling jujur.
Ruangan tempat kamu berada malam ini mungkin penuh dengan orang-orang yang merasakan persis apa yang kamu rasakan, dan sama-sama yakin bahwa hanya diri mereka sendiri yang begitu. Itulah belas kasih aneh yang tersembunyi di balik betapa umumnya hal ini. Tembok yang terus kamu tabrak adalah tembok yang juga sedang berdiri di belakang banyak orang lain. Dan tembok itu runtuh dengan cara yang sama untuk semua orang, satu kalimat jujur dalam satu waktu.
Sumber
- Cleveland Clinic, How Loneliness Can Impact Your Health
- U.S. Department of Health and Human Services, Our Epidemic of Loneliness and Isolation: The U.S. Surgeon General's Advisory on the Healing Effects of Social Connection and Community
- CDC / NIOSH Science Bulletin, Social Connection and Worker Well-being
- Mayo Clinic News Network, Mayo Clinic Q and A: Does loneliness affect your health?