Langsung ke konten utama

Kebugaran

Hari istirahat adalah bagian dari rencana, bukan jeda darinya

Melewatkan istirahat tak membuatmu lebih bugar, ia membuatmu lebih nyeri, lebih lambat, dan lebih mungkin menyerah. Ini kenapa hari liburmu melakukan sebanyak yang dilakukan latihanmu untuk tubuh dan suasana hatimu, dan cara mengambilnya dengan baik.

Alat gratis berbasis bukti untuk stres, rasa kewalahan, hubungan, kesehatan, dan kepemimpinan yang mantap. Program dari KEEP CALM Inc., sebuah nirlaba. 501(c)(3) · EIN 33-2117386 Tentang

Sepasang sepatu hitam

Foto oleh VD Photography di Unsplash

Ada rasa bersalah tertentu yang muncul di hari libur olahraga. Kamu sudah semangat sepanjang minggu, momentumnya baru terasa, dan sekarang kamu disuruh diam saja. Rasanya seperti mundur. Rasanya seperti sesuatu yang hanya dilakukan orang yang nggak serius.

Padahal justru sebaliknya. Hari istirahat adalah saat kerja keras yang sudah kamu lakukan benar-benar berubah jadi kekuatan. Kalau kamu terus melewatkannya, kamu tidak akan makin bugar lebih cepat. Kamu akan makin lelah, cedera, dan akhirnya berhenti sama sekali.

Yuk, kita bahas kenapa itu bisa terjadi, dan bagaimana cara istirahat yang justru membuat kamu tetap konsisten.

Tubuhmu tumbuh kuat di hari libur, bukan di hari latihan

Ini bagian yang sering membuat orang kaget. Latihan berat tidak membuatmu langsung lebih kuat saat itu juga. Justru sebaliknya. Saat kamu mengangkat beban, berlari, atau memaksakan diri, kamu menciptakan robekan-robekan kecil di serat otot dan menghabiskan bahan bakar yang dipakai otot untuk bekerja. Pada saat itu, sebentar, kamu justru sedikit lebih lemah dibanding saat mulai.

Proses menjadi lebih kuat terjadi setelahnya, saat kamu istirahat. Tubuhmu memperbaiki robekan-robekan kecil itu, dan menyatukannya kembali sedikit lebih kuat dari sebelumnya, siap untuk latihan berikutnya. Cleveland Clinic menjelaskannya dengan sederhana: serat otot robek dan rusak saat olahraga berat, dan memberi waktu untuk pulih dalam jadwalmu adalah yang memungkinkan serat otot itu memperbaiki diri dan berkembang. Istirahat juga mengisi ulang cadangan energi, bahan bakar yang dipakai otot untuk berkontraksi dan bekerja.

Jadi, latihan dan istirahat bukan dua hal yang saling bersaingan. Keduanya adalah dua sisi dari satu proses yang sama. Kalau kamu terus berlatih tanpa istirahat, kamu hanya akan terus merobek jaringan yang sama tanpa pernah memberinya kesempatan untuk membangun diri kembali.

Apa yang terjadi kalau kamu terlalu lama melewatkan istirahat?

Kalau kamu memaksakan diri terus, hari demi hari, tanpa pemulihan yang cukup, tubuhmu akan mulai memberi sinyal bahaya. Istilah klinisnya adalah overtraining, tapi kamu tidak perlu tahu istilahnya untuk menyadarinya. Kamu akan merasakannya sendiri.

Tanda-tandanya biasanya muncul perlahan, bukan tiba-tiba:

  • Latihanmu terasa lebih berat dari seharusnya, dan performamu justru menurun, bukannya meningkat.
  • Rasa pegal berlangsung lebih lama, dan nyeri-nyeri kecil tidak kunjung hilang.
  • Tidurmu jadi lebih buruk, yang menyebalkan, karena tidur justru yang paling kamu butuhkan untuk pulih.
  • Kamu jadi mudah tertular pilek atau flu apa pun yang sedang beredar.
  • Suasana hatimu jadi datar. Hal yang biasanya kamu nikmati mulai terasa seperti beban.

Poin terakhir ini sering diremehkan, padahal penting. Olahraga seharusnya membuat suasana hatimu lebih baik, bukan menguras habis. Kalau latihan mulai membuatmu merasa lebih buruk, bukan lebih baik, itu bukan tanda lemah. Itu tubuhmu yang minta waktu berhenti. Dan pulih dari kondisi overtraining yang sesungguhnya bisa memakan waktu berminggu-minggu istirahat, jauh lebih lama dari satu hari libur yang kamu lewatkan untuk sampai di titik itu.

Sebenarnya, berapa hari istirahat yang kamu butuhkan?

Tidak ada angka pasti yang cocok untuk semua orang, dan siapa pun yang mengklaim tahu jawabannya cuma menebak. Semuanya tergantung apa yang kamu lakukan, seberapa berat, dan dari titik mana kamu mulai. Tapi ada beberapa panduan jujur yang cukup bisa diandalkan.

Kalau kamu melakukan latihan kekuatan, beri kelompok otot yang sama waktu istirahat setidaknya 48 jam sebelum melatihnya lagi dengan berat. Itulah kenapa banyak orang membagi jadwal minggunya: hari ini kaki, besok tubuh bagian atas, jadi selalu ada bagian tubuh yang istirahat sementara bagian lain bekerja. Kalau kamu melatih seluruh tubuh sekaligus, ritme selang-seling sehari adalah pilihan yang masuk akal.

Kalau kamu melakukan kardio yang lebih ringan seperti jalan kaki atau bersepeda santai, kamu bisa melakukannya hampir setiap hari tanpa masalah, karena itu tidak merusak tubuh dengan cara yang sama. Sesi yang berat dan intenslah yang benar-benar membutuhkan waktu pulih di antaranya.

Titik awal yang wajar bagi kebanyakan orang yang baru membangun rutinitas: satu atau dua hari istirahat penuh dalam seminggu. Kalau kamu baru mulai, atau baru kembali berolahraga setelah lama berhenti, lebih baik ambil istirahat lebih banyak, bukan lebih sedikit. Kamu selalu bisa menambah porsi latihan nanti. Jauh lebih sulit memperbaiki cedera yang sudah terjadi.

Hari istirahat bukan berarti rebahan sepanjang hari

Di sinilah kata "istirahat" sering menyesatkan orang. Hari istirahat dari latihan berat bukan berarti berbaring diam selama dua puluh empat jam penuh. Bagi kebanyakan orang, gerakan ringan justru membantu tubuh pulih lebih cepat dibanding diam total.

Inilah yang sering disebut active recovery atau pemulihan aktif, gerakan santai yang tetap menjaga aliran darah ke otot yang lelah tanpa membebaninya. Beberapa contohnya:

  1. Jalan santai, yang membuatmu tetap bisa mengobrol dengan mudah sambil berjalan.
  2. Peregangan ringan atau rutinitas mobilitas singkat yang lembut.
  3. Berenang perlahan atau bersepeda santai tanpa terburu-buru.
  4. Yoga ringan, jenis yang menenangkan, bukan yang sampai berkeringat banyak.

Ujinya sederhana. Kalau kamu merasa lebih santai setelahnya dibanding sebelum mulai, itu terhitung pemulihan. Kalau kamu sampai mengencangkan rahang menahan berat, itu cuma latihan lain yang menyamar.

Dan ada kalanya, pilihan yang tepat memang rebahan di sofa. Kalau kamu benar-benar kelelahan, sakit, atau kurang tidur, istirahat total adalah pilihan yang bijak, bukan pilihan orang malas. Belajar membedakan antara "aku agak lelah tapi bergerak akan membantu" dan "tubuhku perlu berhenti" adalah salah satu kemampuan paling berguna yang bisa kamu bangun. Kemampuan ini datang dengan latihan dan pengalaman.

Kapan istirahat memberi lebih dari sekadar pemulihan otot?

Ada alasan lain, yang lebih diam-diam, mengapa hari istirahat itu penting, dan alasan ini lebih berkaitan dengan hidupmu secara keseluruhan daripada dengan otot. Bagi banyak orang, olahraga adalah salah satu cara paling stabil untuk menjaga pikiran tetap tenang. Jalan kaki bisa membersihkan pikiran yang berisik. Sesi latihan berat bisa melepaskan ketegangan dari hari yang berat.

Itu benar-benar hal yang baik. Tapi ini bisa berubah menjadi sesuatu yang lebih berat, ketika melewatkan satu sesi latihan terasa seperti krisis kecil, ketika kamu memaksakan diri menahan sakit atau nyeri yang nyata karena berhenti rasanya tidak tertahankan, atau ketika olahraga jadi satu-satunya cara yang kamu tahu untuk menghadapi perasaan sulit. Kalau kamu merasa hari istirahat justru membawa lebih banyak kecemasan daripada rasa lega, ini layak diperhatikan, dan layak dibicarakan dengan dokter atau terapis. Bergerak seharusnya menjadi salah satu hal baik dalam hidupmu, bukan utang yang terus kamu bayar.

Dan satu catatan praktis: kalau kamu punya kondisi jantung, sedang hamil, baru pulih dari cedera, atau sudah lama sekali tidak banyak bergerak, coba konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memulai atau mengubah rutinitas. Bukan karena olahraga itu berbahaya, tapi karena obrolan singkat bisa membantumu tahu seberapa keras kamu boleh mendorong diri dan kapan harus melambat, yang justru menjadi inti dari rencana istirahat yang baik.

Orang-orang yang tetap aktif selama puluhan tahun bukanlah mereka yang tidak pernah libur. Mereka adalah orang-orang yang menyadari bahwa hari libur itulah yang membuat sepuluh tahun berikutnya mungkin terjadi. Istirahat bukan celah dalam latihanmu. Istirahat adalah bagian darinya.

Sources

  1. Cleveland Clinic, Is It Bad To Do the Same Workout Every Day?
  2. Cleveland Clinic, Active Recovery: Workouts and Exercises To Try
  3. Mayo Clinic, Strength training: Get stronger, leaner, healthier
  4. Harvard Health, Resistance training by the numbers

Gratis, dalam 36 bahasa. Nirlaba, tanpa iklan, tanpa biaya, dan kami tidak pernah menjual data Anda.

Baca perpustakaannya Donasi