Skip to main content
Sedang krisis atau berpikir untuk menyakiti diri sendiri? Kamu tidak sendirian. Cari layanan bantuan →

Kebugaran

Hari istirahat adalah bagian dari rencana, bukan jeda darinya

Melewatkan istirahat tak membuatmu lebih bugar, ia membuatmu lebih nyeri, lebih lambat, dan lebih mungkin menyerah. Ini kenapa hari liburmu melakukan sebanyak yang dilakukan latihanmu untuk tubuh dan suasana hatimu, dan cara mengambilnya dengan baik.

Sepasang sepatu hitam

Photo by VD Photography on Unsplash

Tips singkat

  • Sisipkan satu atau dua hari istirahat penuh tiap minggu.
  • Di hari libur, jalan atau regangkan tubuh alih-alih memaksa keras.
  • Nyeri yang berlama-lama atau suasana hati hambar berarti mengerem dan beristirahat lebih banyak.

Ada satu jenis rasa bersalah tertentu yang muncul di hari libur. Kamu berlatih sepanjang minggu, kamu akhirnya punya momentum, dan sekarang kamu disuruh duduk diam. Rasanya seperti mundur. Rasanya seperti hal yang cuma dilakukan orang-orang yang tak serius.

Kebalikannya. Hari istirahat adalah tempat kerja yang kamu lakukan benar-benar berubah jadi kekuatan. Lewati ia cukup lama dan kamu tak jadi lebih bugar lebih cepat. Kamu jadi lelah, kamu cedera, dan akhirnya kamu berhenti datang sama sekali.

Mari bicara soal kenapa itu terjadi, dan cara beristirahat dengan cara yang menjagamu terus berjalan.

Tubuhmu membangun di hari libur, bukan di hari latihan

Ini bagian yang mengejutkan orang. Latihan keras tak membuatmu lebih kuat saat itu juga. Ia melakukan kebalikannya. Saat kamu mengangkat beban, berlari, atau memaksa dirimu, kamu menciptakan robekan-robekan kecil di serat otot dan membakar habis bahan bakar yang dipakai ototmu. Pada saat itu kamu, sejenak, sedikit lebih lemah daripada saat kamu mulai.

Bagian menjadi-lebih-kuat terjadi sesudahnya, saat kamu beristirahat. Tubuhmu memperbaiki robekan-robekan kecil itu, dan ia merajutnya kembali sedikit lebih tangguh dari sebelumnya supaya siap untuk lain kali. Cleveland Clinic menggambarkan ide yang sama dengan jelas: serat otot robek dan rusak selama olahraga keras, dan membangun waktu pemulihan ke dalam jadwalmu adalah yang membiarkannya memperbaiki diri dan tumbuh. Istirahat juga membangun ulang cadangan energimu, bahan bakar yang ditarik ototmu untuk berkontraksi dan bekerja.

Jadi latihan dan istirahat bukan lawan. Mereka dua belahan dari satu proses. Berlatih tanpa istirahat dan kamu terus merobohkan jaringan yang sama tanpa pernah memberinya kesempatan membangun diri kembali.

Apa yang terjadi saat kamu melewatkan istirahat terlalu lama

Memaksa keras, hari demi hari, tanpa pemulihan yang sungguhan, dan tubuhmu mulai menyalakan suar. Nama klinis dari keadaan ini adalah overtraining, tapi kamu tak butuh istilahnya untuk mengenalinya. Kamu akan merasakannya.

Tanda-tandanya cenderung merayap masuk alih-alih mengumumkan diri:

  • Latihanmu terasa lebih berat dari seharusnya, dan kinerjamu merosot alih-alih menanjak.
  • Kamu nyeri lebih lama, dan pegal-pegal kecil tak kunjung hilang.
  • Tidurmu memburuk, yang kejam, karena tidur justru yang kamu butuhkan untuk pulih.
  • Kamu tertular setiap flu yang sedang beredar.
  • Suasana hatimu mendatar. Hal yang dulu kamu nikmati mulai terasa seperti tugas.

Yang terakhir itu lebih penting daripada yang orang akui. Olahraga seharusnya mengangkat suasana hatimu, bukan menguras. Saat latihan mulai membuatmu merasa lebih buruk alih-alih lebih baik, itu bukan kelemahan. Itu tubuhmu meminta jeda. Dan pulih dari keadaan overtraining yang sungguhan bisa butuh berminggu-minggu mengerem, jauh lebih lama daripada hari istirahat yang kamu lewati untuk sampai ke situ.

Berapa banyak hari istirahat yang sebenarnya kamu butuhkan

Tak ada satu angka yang cocok untuk semua orang, dan siapa pun yang menjanjikan satu sedang menebak. Itu tergantung apa yang kamu lakukan, seberapa keras, dan dari mana kamu memulai. Tapi beberapa pedoman jujur tetap berlaku baik.

Kalau kamu melakukan latihan kekuatan, beri satu kelompok otot setidaknya 48 jam sebelum kamu melatihnya keras lagi. Itu sebabnya banyak orang membagi minggunya: kaki satu hari, tubuh atas hari berikutnya, supaya sesuatu selalu beristirahat sementara yang lain bekerja. Kalau kamu melatih seluruh tubuhmu sekaligus, selang-sehari adalah ritme yang masuk akal.

Kalau kamu melakukan kardio yang lebih lembut seperti jalan kaki atau bersepeda santai, kamu bisa melakukannya hampir setiap hari tanpa masalah, karena ia tak merobohkanmu dengan cara yang sama. Sesi-sesi keras dan intenslah yang menuntut pemulihan sungguhan di antaranya.

Titik awal yang masuk akal bagi kebanyakan orang yang membangun rutinitas: satu atau dua hari istirahat penuh seminggu. Kalau kamu baru dalam semua ini, atau kembali setelah lama berhenti, condonglah ke lebih banyak istirahat, bukan lebih sedikit. Kamu selalu bisa menambah. Jauh lebih sulit membatalkan sebuah cedera.

Hari istirahat bukan sehari di sofa

Di sinilah kata "istirahat" menyesatkan orang. Hari istirahat dari latihan keras tak berarti berbaring selama dua puluh empat jam. Bagi kebanyakan orang, gerakan lembut sebenarnya membantumu pulih lebih cepat daripada diam total.

Ini yang sering disebut pemulihan aktif, gerakan santai yang menjaga darah tetap mengalir ke otot yang lelah tanpa membebaninya. Beberapa contoh:

  1. Jalan santai, jenis yang membuatmu bisa dengan mudah mengobrol.
  2. Peregangan ringan atau rutinitas mobilitas singkat dan lembut.
  3. Berenang pelan atau bersepeda tanpa terburu-buru.
  4. Yoga ringan, jenis yang menenangkan, bukan yang berkeringat.

Ujinya sederhana. Kalau ia membuatmu lebih rileks daripada saat kamu mulai, ia terhitung sebagai pemulihan. Kalau kamu menggemeretakkan gigi, itu cuma latihan lain yang memakai kostum.

Dan di beberapa hari, langkah yang tepat memang sofa. Kalau kamu sungguh-sungguh tepar, sakit, atau berjalan tanpa tidur, istirahat penuh adalah pilihan yang cerdas, bukan yang malas. Belajar membedakan antara "aku sedikit lelah tapi gerakan akan membantu" dan "tubuhku perlu berhenti" adalah salah satu keterampilan paling berguna yang bisa kamu bangun. Ia datang dengan latihan.

Saat istirahat melakukan lebih dari sekadar memulihkan otot

Ada alasan yang lebih senyap kenapa hari istirahat penting, dan ia lebih sedikit berhubungan dengan otot daripada dengan sisa hidupmu. Bagi banyak orang, olahraga adalah salah satu cara paling stabil untuk menjaga pikiran mereka tetap rata. Jalan kaki membersihkan kebisingan. Sesi keras membakar habis ketajaman dari hari yang buruk.

Itu hal yang sungguh-sungguh baik. Tapi ia bisa berbelok jadi sesuatu yang lebih berat, saat melewatkan satu latihan mulai terasa seperti krisis kecil, saat kamu memaksa melewati rasa sakit atau penyakit yang nyata karena berhenti terasa tak tertahankan, atau saat olahraga jadi satu-satunya cara yang kamu tahu untuk menanggulangi. Kalau kamu menyadari hari istirahat membawa lebih banyak kecemasan daripada kelegaan, itu layak diperhatikan, dan layak dibicarakan dengan dokter atau terapis. Gerakan seharusnya jadi salah satu hal baik dalam hidupmu, bukan utang yang selalu kamu cicil.

Dan satu catatan praktis sederhana: kalau kamu punya kondisi jantung, sedang hamil, sedang pulih dari cedera, atau sudah lama tak banyak bergerak, periksakan ke dokter sebelum kamu memulai atau mengubah rutinitas. Bukan karena olahraga berbahaya, tapi karena percakapan singkat bisa memberitahumu seberapa keras harus memaksa dan kapan harus mengerem, yang justru inti dari rencana istirahat yang baik.

Orang-orang yang tetap aktif selama beberapa dekade bukanlah yang tak pernah mengambil hari libur. Mereka adalah yang belajar bahwa hari libur itulah yang membuat dekade berikutnya mungkin. Istirahat bukan jeda dalam latihanmu. Ia bagian darinya.

Sumber

Sebelum kamu pergi, sepatah kata soal perawatan

KEEP CALM menyediakan alat bantu diri edukatif yang gratis. Ini bukan nasihat medis, diagnosis, atau terapi, dan bukan pengganti perawatan profesional. Jika ada sesuatu di sini yang terasa lebih dari sekadar stres sehari-hari, menghubungi profesional adalah langkah yang kuat dan masuk akal.

If you are in crisis or thinking about harming yourself, you are not alone. In the US, call or text 988 (Suicide & Crisis Lifeline, 24/7), text HOME to 741741 (Crisis Text Line), or call 911 in an emergency.