Entah sejak kapan, meja berdiri (standing desk) mulai dijual sebagai obat mujarab. Katanya, kalau kamu lebih sedikit duduk, kamu bisa menghindari masalah jantung, kenaikan berat badan, dan nyeri-nyeri akibat terpaku di kursi delapan jam sehari. Jadi banyak orang membelinya, berdiri sebentar, lelah, lalu diam-diam duduk lagi, sambil bertanya-tanya apakah uang mereka sia-sia.
Ini versi jujurnya. Meja berdiri memang alat yang berguna, tapi manfaatnya sederhana dan belum pasti. Ini bukan mesin kesehatan, dan hitungan kalorinya cukup mengecewakan. Tapi ada alasan nyata untuk memilikinya, dan alasan itu hampir tidak ada hubungannya dengan cara ia biasanya dijual.
Sebenarnya, apa kata buktinya?
Mari mulai dari bagian yang bikin klaimnya kembali ke bumi. Harvard Health sudah menghitung kalorinya: berdiri membakar sekitar 88 kalori per jam, dibanding sekitar 80 kalori saat duduk. Berdiri selama tiga jam, kamu hanya membakar tambahan sekitar 24 kalori. Itu cuma seukuran wortel. Kamu tidak akan berhasil menurunkan berat badan hanya dengan berdiri.
Klaim kesehatan yang lebih besar bahkan lebih rapuh lagi. Para peneliti yang menelaah berbagai studi selalu berujung pada kesimpulan yang sama: belum ada bukti kuat dan jangka panjang bahwa berdiri saat bekerja bisa memperbaiki dampak gaya hidup yang minim gerak. Manfaatnya kedengarannya nyata, tapi belum terbukti. Siapa pun yang menjanjikan bahwa meja berdiri akan memperbaiki metabolismemu, sebenarnya sedang melangkahi ilmunya sendiri.
Jadi, kenapa masih repot pakai meja berdiri? Karena cara pandangnya sejak awal memang salah. Masalah tubuhmu bukan duduknya, melainkan diam terpaku di satu posisi selama berjam-jam. Rentang waktu yang panjang dan tanpa selingan itulah yang sepertinya menimbulkan dampak buruk. Meja sit-stand membantu bukan karena berdiri itu ajaib, tapi karena ia membuatmu lebih sering berganti posisi, dan itulah yang sebenarnya diminta tubuhmu.
Di mana sebenarnya meja berdiri benar-benar membantu?
Kalau semua klaim berlebihan disingkirkan, masih ada beberapa manfaat nyata, jenis yang memang dirasakan orang-orang.
- Memecah keterpakuan. Meja yang bisa berubah posisi memberimu alasan mudah untuk bergerak, yang memutus rentang waktu duduk lama yang dikaitkan dengan rasa tidak nyaman dan kelelahan.
- Bisa meredakan beberapa nyeri. Sejumlah studi tentang meja sit-stand menemukan berkurangnya nyeri punggung bawah, leher, dan bahu pada beberapa pekerja, kemungkinan karena mereka tidak lagi terpaku pada satu posisi sepanjang hari.
- Sedikit mendongkrak energi. Sebagian orang merasa lesu di siang hari berkurang dan tidak selelah biasanya kalau mereka tidak terus-terusan menempel di kursi dari pagi sampai sore.
Semua itu bukan keajaiban. Hanya berkurangnya kekakuan dan sedikit lebih nyaman, yang untuk hari kerja biasa sudah cukup berarti.
Bagaimana memakainya tanpa jadi benci?
Kesalahan paling umum adalah membeli mejanya, lalu berdiri sepanjang hari karena terlalu semangat, kaki dan punggung jadi sakit di hari Rabu, dan akhirnya menyerah. Berdiri berjam-jam juga punya masalahnya sendiri. Tujuannya adalah variasi, bukan cara baru untuk tetap diam.
- Mulai perlahan. Awali dengan berdiri 30 sampai 60 menit sehari, lalu tingkatkan sedikit demi sedikit. Kaki, tungkai, dan punggungmu butuh waktu untuk beradaptasi, sama seperti aktivitas baru lainnya.
- Bergantian dengan ritme. Duduk sebentar, berdiri sebentar, ganti posisi begitu kamu sadar sudah lama tidak bergerak. Target santai seperti berdiri sebagian dari setiap jam lebih baik daripada berdiri maraton yang heroik.
- Perhatikan posisinya. Saat berdiri, layarmu sebaiknya sejajar mata dan sikumu kira-kira membentuk sudut siku-siku. Alas empuk di bawah kaki membuat berdiri jauh lebih nyaman.
- Pakai sepatu yang nyaman, atau berdiri di atas alas empuk. Berdiri sepanjang hari dengan sepatu keras di lantai yang keras adalah siksaan tersendiri.
Hal yang lebih penting daripada berdiri
Ini kebenaran yang diam-diam ada di balik semuanya: kemenangan sesungguhnya bukan berdiri, tapi bergerak. Perbandingan kalori dari Harvard yang sama tadi membuat poin ini sulit diabaikan. Berdiri tiga jam memberimu sekitar 24 kalori tambahan. Jalan kaki setengah jam saat istirahat makan siang memberimu sekitar 100 kalori, plus pikiran yang lebih jernih dan mood yang lebih baik, sesuatu yang tidak pernah bisa diberikan oleh berdiri di depan meja.
Meja berdiri paling tepat dipahami sebagai pengingat, semacam dorongan yang membuatmu berhenti jadi patung. Meja yang paling membantumu adalah yang membuatmu bangkit, meregangkan tubuh, dan berjalan untuk mengisi ulang air minum, menerima telepon sambil berdiri, atau keluar sebentar beberapa menit. Berdirinya baik-baik saja. Tapi geraklah yang jadi obatnya.
Kalau nyeri punggung, leher, atau pinggul sudah jadi bagian rutin dari hari kerjamu, meja berdiri mungkin bisa sedikit membantu, tapi lebih baik dibicarakan dengan dokter atau fisioterapis daripada mengobatinya sendiri dengan perabot. Nyeri yang terus-menerus biasanya butuh pemeriksaan yang layak, bukan sekadar gadget baru.
Jadi, layak dibeli? Kalau kamu akan memakainya untuk lebih sering bergerak, ya, ini bisa menjadi peningkatan kecil yang menyenangkan untuk hari-hari yang penuh dengan meja kerja. Tapi kalau kamu berharap ia bekerja untukmu sementara kamu hanya berdiri diam, lebih baik simpan uangmu dan pergi jalan kaki saja.
Sumber
- Harvard Health, The truth behind standing desks
- Cleveland Clinic, Benefits of Standing Desks
- National Center for Biotechnology Information, Sit-stand workstations and impact on low back discomfort: a systematic review and meta-analysis