Skip to main content
Sedang krisis atau berpikir untuk menyakiti diri sendiri? Kamu tidak sendirian. Cari layanan bantuan →

Makan dengan baik

Apa kamu benar-benar butuh sarapan? Tinjauan jujur tentang santapan pagi

Kamu sudah sering dengar ia santapan paling penting dalam sehari. Kebenarannya lebih lembut dan lebih membebaskan: yang penting adalah bagaimana kamu makan secara keseluruhan, bukan apakah makanannya muncul sebelum pukul sembilan pagi.

Aneka sayuran

Photo by Sharon Pittaway on Unsplash

Tips singkat

  • Makanlah saat lapar, bukan sesuai jadwal.
  • Incar protein plus serat agar tetap kenyang.
  • Hindari sarapan serba-gula yang menjatuhkanmu.

Di suatu titik, sarapan dinaikkan pangkatnya jadi kategori moral. Memakannya berarti kamu disiplin dan sehat. Melewatkannya berarti kamu menyiapkan diri untuk gagal menjelang siang. Banyak orang memikul rasa bersalah ringan tentang ini setiap pagi, memaksakan makanan yang tidak mereka inginkan, atau tidak makan sama sekali sambil bersiap menghadapi entah konsekuensi apa yang tak pernah benar-benar datang.

Ayo letakkan rasa bersalahnya dan lihat apa yang sebenarnya dikatakan bukti. Ia kurang dramatis dari slogannya, dan jauh lebih baik hati.

Dari mana "santapan paling penting" berasal

Frasa itu adalah pemasaran lama, bukan sains yang sudah mapan. Lama sekali ia menumpang pada gagasan yang terdengar nyaman: bahwa makan di pagi hari "menyalakan metabolismemu" dan membantumu membakar lebih banyak sepanjang hari. Itu cerita yang rapi.

Ia juga tidak benar. Seperti dikatakan Harvard Health dengan terus terang, gagasan bahwa santapan di pagi hari menggenjot metabolismemu tidak berdasar pada kenyataan. Tubuhmu tidak membakar kalori secara berarti lebih banyak hanya karena kamu memberinya makan lebih awal. Tungku metabolisme berjalan atas apa yang kamu lakukan dan siapa dirimu, bukan atas jam berapa kamu makan.

Apa yang ditemukan riset saat menelitinya dengan cermat

Ketika para ilmuwan menggabungkan studi-studi yang lebih baik, cerita sarapan-membuatmu-lebih-langsing jadi makin goyah. Sebuah tinjauan atas 13 uji acak terkendali, yang dirangkum Harvard Health, menemukan bahwa orang yang sarapan justru naik sedikit beratnya dibanding mereka yang melewatkannya, sekitar 0,5 kilogram rata-rata, dan mereka makan sekitar 260 kalori lebih banyak sehari. Sarapan tidak diam-diam membuat orang makan lebih sedikit kemudian. Bagi banyak orang, ia sekadar makanan tambahan.

Itu tidak berarti sarapan itu buruk, dan tidak berarti kamu harus melewatkannya untuk menurunkan berat badan. Itu berarti hubungan sebab-akibat sederhana yang dijual pada kita tidak terbukti. Apakah kamu makan di pagi hari atau tidak jauh kurang berpengaruh atas beratmu daripada kualitas keseluruhan apa yang kamu makan sepanjang hari.

Ada benang kedua yang layak dipegang bersama benang itu, karena gambarannya punya nuansa. Sejumlah riset pengamatan mengaitkan kebiasaan rutin melewatkan sarapan dengan kemungkinan yang sedikit lebih tinggi akan masalah metabolik dari waktu ke waktu. Studi semacam itu tak bisa membuktikan bahwa melewatkannya sendiri yang jadi penyebabnya, orang yang melewatkan sarapan sering berbeda dalam hal lain juga, tapi itu alasan yang masuk akal untuk tidak memperlakukan "jangan pernah makan di pagi hari" sebagai otomatis sehat juga. Jawaban yang jujur ada di tengah.

Jadi sebaiknya kamu memakannya atau tidak?

Jawaban yang benar-benar berguna adalah yang menghormati tubuhmu sendiri. Inilah cara memikirkannya.

Sarapanlah kalau:

  • Kamu bangun dalam keadaan lapar, dan makan membantumu merasa mantap, fokus, dan tenang sepanjang pagi.
  • Melewatkannya membuatmu gemetar, mudah tersinggung, berkabut, atau begitu kelaparan menjelang makan siang sampai kamu kebablasan makan atau menyambar apa pun yang paling cepat.
  • Kamu olahraga pagi, sedang hamil, sedang tumbuh, sedang mengelola gula darah, atau minum obat yang memang harus dipasangkan dengan makanan.
  • Kamu cuma menikmatinya. Itu sudah cukup jadi alasan.

Mungkin tidak apa-apa melewatkan atau menundanya kalau:

  • Kamu memang tidak lapar di pagi hari dan merasa baik tanpanya.
  • Kamu makan dengan baik di sisa hari, dengan santapan yang sungguhan dan bukan acara serbu mesin makanan otomatis jam 2 siang.
  • Dokter belum menyarankan sebaliknya.

Pandangan Harvard sendiri menyegarkan karena santainya: kalau kamu mencintai sarapanmu dan kamu sehat, nikmatilah. Kalau ada masalah medis tertentu yang berperan, itu percakapan untuk dokter, bukan aturan dari kotak sereal.

Bagian yang benar-benar menggerakkan jarum

Kalau kamu memang sarapan, apa yang ada di piring jauh lebih penting daripada fakta santapannya. Sarapan yang kebanyakan gula dan tepung olahan, sepotong roti manis, kopi manis, semangkuk sereal berlapis gula, cenderung melonjakkan gula darahmu lalu menjatuhkannya, yang bisa meninggalkanmu lebih lapar dan lebih lelah dibanding kalau kamu tidak makan apa pun. Jatuhnya itulah yang sering disalahkan orang pada "melewatkan sarapan" padahal sebenarnya itu soal jenis sarapannya.

Sarapan yang menahanmu biasanya punya tiga hal yang bekerja bersama:

  1. Protein, yang paling mengenyangkan dan memantapkan. Telur, yogurt tawar, keju cottage, kacang-kacangan, atau seciduk protein dalam smoothie.
  2. Serat, dari buah, sayur, oat, atau biji-bijian utuh, yang memperlambat pencernaan dan melembutkan lengkung gula darah.
  3. Sedikit lemak sehat, seperti kacang, biji, atau alpukat, yang menambah daya tahan.

Kamu tidak perlu ketiganya jadi produksi besar. Yogurt Yunani dengan beri. Telur dan sepotong buah. Oatmeal dengan selai kacang. Sisa makanan tadi malam, kalau itu yang terdengar enak. Sarapan tidak harus terlihat seperti sarapan.

Cara yang lebih lembut menyikapi pagimu

Mungkin pergeseran paling berguna di sini adalah melepaskan aturannya sepenuhnya dan menyetel kembali ke tubuhmu. Apakah kamu benar-benar lapar saat bangun? Apa yang membantumu merasa jernih dan tenang sepanjang pagi, dan apa yang membuatmu jatuh? Jawaban jujurmu adalah panduan yang lebih baik daripada judul berita mana pun.

Ini penting bagi pikiranmu, bukan cuma tubuhmu. Makan seharusnya tidak datang dengan tambahan rasa bersalah, dan garis gula darah yang lebih mantap sepanjang pagi cenderung berarti suasana hati yang lebih mantap. Saat kamu berhenti melawan sinyal laparmu sendiri, sarapan berhenti jadi ujian yang kamu lulus atau gagal dan kembali jadi apa yang seharusnya, makanan, saat kamu menginginkannya.

Kapan harus melibatkan profesional

Ada beberapa situasi yang pantas mendapat lebih dari sekadar artikel umum. Kalau kamu hidup dengan diabetes atau kondisi lain yang memengaruhi gula darah, bicaralah dengan dokter atau ahli gizi terdaftar tentang waktu makanmu, karena bagimu santapan pagi bisa sungguh-sungguh penting. Sama halnya kalau kamu sedang hamil, sedang pulih dari gangguan makan, atau menyadari bahwa pikiran tentang makanan, melewatkan santapan, atau mengendalikan asupan makin memenuhi ruang di kepalamu. Yang terakhir itu layak ditanggapi dengan serius dan lembut. Meraih bantuan bukan reaksi berlebihan. Itu cara kamu mendapat nasihat yang dibentuk sesuai hidupmu yang sebenarnya alih-alih sebuah slogan.

Santapan pagi tak pernah menjadi ujian moral. Makanlah saat kamu lapar, pilih makanan yang menahanmu, dan biarkan jam berarti lebih kecil daripada bagaimana perasaanmu.

Sumber

Sebelum kamu pergi, sepatah kata soal perawatan

KEEP CALM menyediakan alat bantu diri edukatif yang gratis. Ini bukan nasihat medis, diagnosis, atau terapi, dan bukan pengganti perawatan profesional. Jika ada sesuatu di sini yang terasa lebih dari sekadar stres sehari-hari, menghubungi profesional adalah langkah yang kuat dan masuk akal.

If you are in crisis or thinking about harming yourself, you are not alone. In the US, call or text 988 (Suicide & Crisis Lifeline, 24/7), text HOME to 741741 (Crisis Text Line), or call 911 in an emergency.