Langsung ke konten utama

Makan dengan baik

Seperti apa sebenarnya piring yang seimbang

Sebenarnya, satu piring yang seimbang itu isinya separuh sayur dan buah, seperempat protein, seperempat karbohidrat (biji-bijian utuh kalau bisa). Lupakan dulu urusan hitung-hitung dan timbang-menimbang. Ada gambaran yang lebih sederhana, yang bisa membawamu ke pola makan sehat, dan kamu bisa menyusunnya hanya dengan mengandalkan mata.

Alat gratis berbasis bukti untuk stres, rasa kewalahan, hubungan, kesehatan, dan kepemimpinan yang mantap. Program dari KEEP CALM Inc., sebuah nirlaba. 501(c)(3) · EIN 33-2117386 Tentang

Tomat merah dan kuning di dalam keranjang anyaman cokelat

Foto oleh Vije Vijendranath di Unsplash

Kebanyakan saran soal makan sehat menyuruhmu berhitung. Berapa gram ini, berapa kalori itu, persentase yang harus tercapai sebelum makan malam. Melelahkan, dan jujur saja kebanyakan dari kita tidak pernah bisa konsisten menjalaninya. Jadi ini ide yang lebih tenang: kamu bisa menyusun makanan yang benar-benar baik hanya dengan melihat piringmu dan bagaimana isinya diatur.

Gambarannya cukup sederhana untuk diingat. Isi separuh piring dengan sayur dan buah. Seperempat untuk protein. Seperempat terakhir untuk karbohidrat, sebaiknya yang utuh. Itu saja kerangkanya. Pakar gizi di Harvard menyusunnya menjadi sesuatu yang mereka sebut Healthy Eating Plate, dan pemerintah Amerika Serikat memakai versi yang mirip bernama MyPlate. Keduanya tidak selalu sepakat soal detail, tapi sepakat soal bentuknya, dan bentuk itulah yang menuntunmu.

Separuh piring untuk tumbuhan

Bagian ini yang paling berperan, makanya mendapat porsi paling besar. Sayur dan buah mengisi separuh piring, dengan sayur mendapat porsi lebih banyak dari buah.

Alasannya bukan sekadar “sayur itu baik untukmu”, yang sudah kamu tahu dan yang tidak pernah benar-benar mengubah kebiasaan siapa pun. Alasannya karena tumbuhan membawa serat, air, dan volume. Mereka membuatmu kenyang tanpa membuatmu kenyang terlalu cepat, memberi makan pencernaanmu, dan menstabilkan sisa makananmu. Variasi lebih penting daripada kesempurnaan di sini. Segenggam sayuran hijau, sisa apa pun di kulkas yang dipanggang, sepotong buah di sampingnya. Sayur beku tetap dihitung. Sayur kalengan tetap dihitung. Yang dicari adalah warna dan keberagaman, bukan tampilan seperti foto pasar organik.

Satu catatan kecil dari versi Harvard yang perlu diketahui: kentang tidak dihitung sebagai sayur di piring ini, karena efeknya pada gula darah lebih mirip karbohidrat. Makan saja kalau kamu suka. Cuma jangan sampai kentang jadi satu-satunya “sayur” di piringmu.

Seperempat untuk protein

Protein yang membuatmu kenyang lebih lama, bukan malah lapar lagi satu jam kemudian. Protein juga membantu tubuhmu menjaga massa otot, yang makin penting seiring bertambahnya usia.

Ada banyak pilihan di sini, dan sarannya sederhana: variasikan. Ikan, unggas, kacang-kacangan, lentil, telur, tahu, kacang almond dan sejenisnya. Saran dari MyPlate adalah memvariasikan pilihan sepanjang minggu, bukan makan hal yang sama tiap malam. Protein nabati seperti kacang-kacangan punya manfaat ganda, membawa serat sekaligus protein. Kamu tidak perlu sepotong besar daging di setiap makan agar seperempat ini bekerja dengan baik.

Seperempat untuk karbohidrat, pilih yang utuh kalau bisa

Seperempat terakhir untuk karbohidrat. Di sinilah pentingnya memilih yang utuh.

Biji-bijian utuh dan tidak diproses berlebihan, seperti nasi merah, oat, quinoa, barli, roti dan pasta gandum utuh, menaikkan gula darah lebih perlahan dibanding karbohidrat olahan seperti roti putih dan nasi putih. Kenaikan yang lebih perlahan ini berarti energi yang lebih stabil dan lebih sedikit rasa lemas mendadak yang membuatmu mencari camilan. USDA menyarankan setidaknya separuh dari karbohidrat yang kamu makan adalah jenis utuh. Harvard malah lebih tegas, mengatakan semuanya sebaiknya utuh, titik. Bagaimanapun, arahnya sama: lebih sering pilih yang lebih sedikit diproses.

Yang ada di sekitar piring

Ada beberapa hal yang tidak ada di piring itu sendiri, tapi tetap membentuk makananmu.

Untuk lemak, pilih minyak yang sehat seperti minyak zaitun untuk memasak dan dressing, dan kurangi minyak yang sangat diproses. Untuk minuman, air putih adalah pahlawan sunyi. Kopi dan teh tidak masalah. Minuman manis adalah sumber gula berlebih yang paling mudah masuk tanpa kamu sadari, jadi sebaiknya dijadikan sesekali, bukan kebiasaan sehari-hari.

Kenapa gambar lebih ampuh daripada kalkulator?

Kekuatan sebenarnya dari metode piring ini adalah ia tetap bisa dipakai di kehidupan nyata. Kamu bisa memakainya di prasmanan, acara kumpul-kumpul, kantin kantor, atau dapurmu sendiri jam 9 malam saat kamu lelah. Kamu tidak butuh aplikasi atau timbangan. Cukup lihat piringmu dan tanyakan satu hal: apakah separuhnya tumbuhan, dan apakah sisanya terbagi antara protein dan karbohidrat?

Itu saja. Dan karena ini soal proporsi, bukan aturan kaku, ia bisa lentur. Malam makan pasta di mana karbohidrat mengambil porsi lebih dari seperempat bukan berarti gagal. Satu piring tidak menentukan segalanya. Yang kamu cari adalah bentuk umumnya, sebagian besar waktu. Makan sehat tidak pernah soal satu hari yang sempurna. Ini soal pola yang benar-benar bisa kamu jalani.

Catatan lembut

Kerangka ini dibuat untuk pola makan sehari-hari secara umum. Kalau kamu sedang menangani kondisi seperti diabetes atau penyakit ginjal, sedang hamil, atau sudah punya rencana khusus dari dokter atau ahli gizi, ikuti itu, karena disesuaikan untukmu dengan cara yang tidak bisa dijangkau oleh satu gambar umum. Dan kalau hubunganmu dengan makanan terasa berat, di mana makan membawa kecemasan, rasa bersalah, atau perasaan kehilangan kendali, tolong bersikaplah lembut pada dirimu sendiri dan pertimbangkan untuk bicara dengan profesional. Piring yang seimbang seharusnya membuat makan jadi lebih sederhana, bukan jadi satu hal lagi yang harus dilakukan dengan sempurna.

Sumber

  1. Harvard T.H. Chan School of Public Health, Healthy Eating Plate
  2. U.S. Department of Agriculture, MyPlate
  3. National Center for Health Research, MyPlate: Understanding the Dietary Guidelines for Americans

Gratis, dalam 36 bahasa. Nirlaba, tanpa iklan, tanpa biaya, dan kami tidak pernah menjual data Anda.

Baca perpustakaannya Donasi