Skip to main content
Sedang krisis atau berpikir untuk menyakiti diri sendiri? Kamu tidak sendirian. Cari layanan bantuan →

HUBUNGAN · KONFLIK & PEMULIHAN

Memaafkan: apa itu, apa bukan, dan cara sampai ke sana

Memaafkan sering dijual sebagai sesuatu yang kamu utang ke orang lain, atau sebagai sesuatu yang berarti luka itu tak penting. Bukan keduanya. Ini cara berpikir yang lebih jernih dan lebih lembut soal memaafkan, dan jalan yang benar-benar bisa kamu tempuh.

Seorang pria duduk di meja sambil berbincang dengan seorang perempuan

Photo by Vitaly Gariev on Unsplash

Tips singkat

  • Sebutkan persis apa yang dirugikannya darimu.
  • Rasakan amarahnya sebelum kamu meletakkannya.
  • Pilih untuk bebas, demi dirimu sendiri.

Seseorang menyakitimu, dan kamu sudah lama memikulnya. Mungkin berminggu-minggu. Mungkin bertahun-tahun. Kamu memutar ulang momen itu saat mandi, di mobil, pada pukul 2 dini hari. Kamu sudah membayangkan apa yang akan kamu katakan andai kesempatan itu datang. Dan di suatu titik, seseorang bilang kamu seharusnya tinggal memaafkan dan melanjutkan hidup, seolah itu sakelar yang bisa kamu tekan asal kamu sedikit lebih baik sebagai orang.

Nasihat itu biasanya mendarat sebagai tekanan, bukan kelegaan. Sebagian masalahnya adalah hampir tak ada yang sepakat soal apa arti memaafkan sebenarnya. Orang mendengar kata itu dan membayangkan membebaskan orang lain dari tanggungannya, berpura-pura semuanya baik-baik saja, atau kembali seperti dulu. Pantas saja terasa mustahil. Kamu seolah diminta melakukan sesuatu yang terdengar seperti mengkhianati diri sendiri.

Jadi mari kita pelan-pelan dan perjelas apa yang kata ini maksudkan dan tidak maksudkan. Makin jernih definisinya, makin terjangkau pula hal itu.

Apa sebenarnya memaafkan itu

Psikolog yang mempelajari ini sebagai pekerjaan cenderung mendefinisikan memaafkan cukup sempit. Ia adalah keputusan internal yang disengaja untuk melepaskan kebencianmu dan keinginanmu membalas terhadap orang yang menyakitimu. Itu saja. Ia terjadi di dalam dirimu. Ini soal mengendurkan cengkeraman kebencian atas hari-harimu, bukan soal apa pun yang dilakukan atau pantas diterima orang lain.

Perhatikan apa yang absen dari definisi itu. Tak ada di sana soal orang lain minta maaf. Tak ada soal memutuskan bahwa luka itu bisa diterima. Tak ada soal kembali. Memaafkan, dalam arti ini, adalah pergeseran dalam hubunganmu sendiri dengan apa yang terjadi. Mayo Clinic menggambarkannya sebagai melepaskan dendam dan kepahitan yang muncul dari memutar ulang sebuah kesalahan, agar keduanya berhenti menjalankan hidupmu dari dalam.

Inilah kenapa itu penting secara praktis. Saat kamu menggenggam dendam berat, tubuhmu tidak memperlakukannya sebagai kenangan lama. Ia memperlakukannya sebagai ancaman yang sedang berlangsung. Detak jantung dan tekanan darahmu naik. Kamu tetap bersiaga. Para peneliti dan klinisi, termasuk tim di Johns Hopkins Medicine, mengaitkan amarah kronis yang tak terselesaikan dengan biaya fisik yang nyata: tekanan darah lebih tinggi, tidur lebih buruk, dan beban yang lebih berat pada jantung seiring waktu. Orang yang menyakitimu mungkin tidak kehilangan tidur sedikit pun. Kamulah yang membayar pajaknya.

Apa yang bukan

Ini bagian yang membebaskan kebanyakan orang, jadi layak dikatakan dengan terus terang.

Memaafkan bukan melupakan. Kamu boleh mengingat persis apa yang terjadi dan membiarkannya menjadi pertimbangan untuk melindungi diri ke depan. Ingatan yang jernih adalah cara kamu tetap aman.

Ini bukan memaklumi atau membenarkan. Kamu bisa sepenuhnya memaafkan seseorang dan tetap yakin, dengan seluruh dadamu, bahwa yang mereka lakukan itu salah. Melepaskan kebencianmu tidak menulis ulang fakta. Greater Good Science Center di Berkeley tegas soal ini: memaafkan seseorang tidak berarti menutupi pelanggarannya atau berpura-pura itu tidak serius.

Ini bukan rekonsiliasi. Yang ini besar. Rekonsiliasi adalah membangun ulang hubungan dan kepercayaan. Memaafkan adalah sesuatu yang bisa kamu lakukan sendirian, di hatimu sendiri, untuk orang yang tak menyesal, yang jauh, atau yang sudah tiada. Kamu bisa memaafkan seseorang dan tak pernah bicara dengannya lagi. Kadang itu hasil yang paling sehat.

Dan ini bukan satu momen heroik tunggal. Orang membayangkan memaafkan sebagai satu tindakan bersih, yang setelahnya perasaan itu hilang selamanya. Memaafkan yang sungguhan lebih mirip merawat luka. Ia kembali lagi. Sebuah lagu, hari raya, nomor telepon yang familier, dan amarah lama menyala lagi. Itu bukan berarti kamu gagal. Itu berarti kamu manusia, dan kamu boleh memaafkan hal yang sama lagi, sedikit lebih mudah tiap kalinya.

Kenapa tetap layak diperjuangkan

Kalau memaafkan menuntut sesuatu yang berat darimu, wajar bertanya apa yang kamu dapat sebagai imbalan. Jawaban jujurnya adalah yang paling diuntungkan biasanya kamu sendiri.

Saat orang menjalani kerja memaafkan yang terstruktur, hasilnya muncul di data, bukan cuma di kutipan-kutipan inspiratif. Tinjauan atas studi klinis menemukan bahwa orang yang melakukan kerja ini cenderung mengalami penurunan kecemasan, depresi, dan permusuhan, serta peningkatan harapan. Tim Greater Good menunjuk pola yang sama: saat dendam mengendur, respons stres tubuh mereda, dan orang yang berhasil memaafkan agak terlindungi dari keausan yang ditinggalkan amarah yang dipendam lama.

Bayangkan kebencian sebagai satu kamar di rumahmu yang kamu segel dan terus kamu panaskan. Memaafkan adalah membuka pintunya dan membiarkan suhunya kembali normal. Kamar itu membebanimu sepanjang waktu. Kamu cuma berhenti memperhatikan tagihannya.

Jalan yang benar-benar bisa kamu tempuh

Tak ada naskah yang berhasil untuk semua orang, dan makin dalam lukanya, makin pantas ini mendapat bantuan profesional. Tapi orang-orang yang meneliti memaafkan telah memetakan langkah-langkah yang muncul berulang kali. Ini versi bahasa sederhana yang bisa kamu coba.

  1. Sebutkan apa yang sebenarnya terjadi. Buat spesifik, di atas kertas kalau itu membantu. Apa yang mereka lakukan? Berapa biayanya bagimu? Mencoba memaafkan sesuatu yang kabur tidak berhasil. Kamu harus tahu bentuk sebenarnya dari hal yang kamu pikul.
  2. Biarkan dirimu merasakan amarah sebelum mencoba melepaskannya. Memaafkan yang melompati luka hanyalah penekanan yang mengenakan baju lebih rapi. Kebencian itu informasi. Duduk bersamanya dengan jujur dulu.
  3. Putuskan bahwa kamu ingin bebas darinya. Ini pilihan yang kamu buat demi dirimu sendiri, terpisah dari bagaimana perasaanmu terhadap orang itu. Kamu tidak sedang memutuskan mereka benar. Kamu sedang memutuskan kamu sudah selesai dirantai padanya.
  4. Coba, saat kamu siap, melihat sosok manusianya. Ini langkah tersulit dan tidak wajib, tapi membantu. Orang yang menyakiti orang lain sering bertindak dari rasa takut, luka, atau keterbatasan mereka sendiri. Memahami itu tidak sama dengan menyetujuinya. Itu hanya membuat mereka lebih kecil di benakmu ketimbang sosok penjahat raksasa yang cenderung dibangun oleh kebencian.
  5. Rebut kembali ceritanya. Apa yang diajarkan oleh bertahan dari ini kepadamu? Batas apa yang akan kamu pegang sekarang? Mengubah pengalaman itu menjadi sesuatu yang kamu bawa dengan sengaja, alih-alih sesuatu yang membawamu, sering kali di situlah pelepasan yang sebenarnya tinggal.
  6. Harapkan kamu akan mengulanginya. Saat perasaan itu kembali, dan ia akan kembali, kembalilah ke langkah-langkah ini tanpa menghakimi dirimu. Tiap putaran biasanya sedikit lebih ringan sakitnya.

Satu kata soal memaafkan diri sendiri, karena bagi banyak orang itu yang lebih sulit. Pendekatannya sama. Sebutkan apa yang kamu lakukan, rasakan penyesalan dengan jujur, lakukan perbaikan yang bisa kamu lakukan, lalu pilih untuk berhenti memakai masa lalu sebagai senjata melawan masa kinimu. Memaafkan diri bukan berpura-pura kamu tidak salah. Ini memutuskan kamu boleh bertumbuh melewatinya.

Kapan melibatkan bantuan

Sebagian luka terlalu berat untuk diangkat sendirian, dan tak ada kehormatan dalam memaksakan. Kalau lukanya melibatkan trauma, kekerasan, atau kehilangan yang masih membanjirimu saat kamu mendekatinya, tolong jangan jadikan memaafkan proyek seorang diri. Seorang terapis bisa membantumu melakukan ini dengan kecepatan yang sanggup ditanggung tubuhmu, dalam urutan yang tidak melukaimu lagi.

Waspadai juga tanda-tanda bahwa kebencian itu telah menjadi lebih dari sekadar kenangan: saat ia mengganggu tidurmu, mengasamkan hubungan-hubunganmu yang lain, atau menyeretmu turun ke titik rendah yang tak bisa kamu daki keluar. Itu layak dibicarakan dengan dokter atau profesional kesehatan mental. Dan kalau menekan sebuah luka pernah membuatmu merasa tak ada jalan keluar, hubungi saluran krisis atau seseorang yang kamu percaya hari ini, bukan suatu saat nanti. Kamu tidak harus memikul hal-hal terberat seorang diri.

Memaafkan, saat ia datang, jarang tiba sebagai perasaan damai yang megah. Lebih sering ia lebih tenang dari itu. Suatu hari kamu menyadari kenangan itu muncul dan seluruh tubuhmu tidak menegang. Pikirannya lewat dan terus berlalu. Itulah pintu yang membuka. Kamu boleh membiarkannya.

Sumber

Sebelum kamu pergi, sepatah kata soal perawatan

KEEP CALM menyediakan alat bantu diri edukatif yang gratis. Ini bukan nasihat medis, diagnosis, atau terapi, dan bukan pengganti perawatan profesional. Jika ada sesuatu di sini yang terasa lebih dari sekadar stres sehari-hari, menghubungi profesional adalah langkah yang kuat dan masuk akal.

If you are in crisis or thinking about harming yourself, you are not alone. In the US, call or text 988 (Suicide & Crisis Lifeline, 24/7), text HOME to 741741 (Crisis Text Line), or call 911 in an emergency.