Jika kamu sedang krisis atau berpikir untuk menyakiti diri sendiri, kamu tidak sendirian. Di AS, telepon atau SMS 988 (Suicide & Crisis Lifeline, 24/7), SMS HOME ke 741741 (Crisis Text Line), atau telepon 911 dalam keadaan darurat. Di mana pun kamu berada di dunia, findahelpline.com memuat daftar layanan krisis yang gratis dan rahasia di negaramu sendiri dan dalam bahasamu sendiri. Kalau kamu sedang dalam bahaya langsung, hubungi nomor darurat setempat.
Kotak-kotak sudah dibongkar. Surat-surat sudah ditandatangani. Di atas kertas, perubahan itu sudah selesai. Tapi beberapa minggu kemudian kamu masih merasa aneh, bukan diri sendiri, lelah dengan cara yang tidak bisa disembuhkan tidur, mudah tersinggung pada orang-orang yang kamu sayangi, menangis karena sebuah lagu di supermarket. Mungkin kamu berkata pada dirimu sendiri, seharusnya kamu sudah nyaman sekarang. Kamu belum, dan itu wajar.
Perubahan besar tidak berhenti begitu peristiwanya selesai. Peristiwa itu bagian yang mudah diukur. Penyesuaiannya adalah bagian yang lambat dan tak terlihat, dan itu berjalan menurut waktunya sendiri.
Ini tetap benar bahkan ketika perubahan itu adalah sesuatu yang kamu inginkan. Promosi yang kamu perjuangkan. Kepindahan yang kamu pilih. Pernikahan, bayi, pensiun yang sudah lama ditunggu. Kita cenderung berpikir perubahan baik pasti terasa baik dan hanya perubahan buruk yang berat. Tubuh tidak membedakannya seperti itu.
Mengapa perubahan baik pun bisa membuatmu lelah?
Sejak tahun 1960-an, dua peneliti menyusun skala peristiwa hidup yang penuh tekanan dan meminta sekelompok besar orang menilai seberapa besar tiap peristiwa itu mengguncang rutinitas normal mereka. Temuan yang mengejutkan, dan dikonfirmasi lagi dalam pembaruan skala tersebut pada 2023, adalah bahwa tekanan itu muncul dari besarnya perubahan itu sendiri, bukan dari apakah perubahan itu diinginkan atau tidak. Pernikahan mendapat skor tinggi. Begitu juga pensiun. Para peneliti menyebutnya penyesuaian sosial, yaitu seberapa banyak hidup sehari-harimu harus disusun ulang, dan peristiwa yang membahagiakan bisa menuntut usaha sebesar peristiwa yang menyakitkan.
Cara pandang ini membantu. Jika kamu bingung mengapa perubahan yang kamu inginkan justru membuatmu kacau, inilah jawabannya. Kamu bukan tidak bersyukur. Kamu sedang menyesuaikan diri. Rutinitasmu, perananmu, puluhan keputusan kecil otomatis yang biasanya berjalan sendiri, semuanya harus dibangun ulang, dan membangun ulang butuh tenaga.
Ada juga beban yang lebih diam-diam. Perubahan sering berarti kehilangan, bahkan saat itu adalah kemajuan. Pekerjaan baru berarti meninggalkan tim yang sudah kamu kenal. Rumah yang lebih besar berarti tetangga lama sudah tidak ada. Di balik semua urusan praktis, sebagian dirimu sedang berduka atas versi hidupmu yang dulu terasa familiar, dan duka serta kegembiraan bisa hadir bersamaan di dalam dada yang sama.
Beri waktu yang sebenarnya
Hal paling berguna untuk diketahui tentang penyesuaian adalah bahwa memang butuh waktu. Kebanyakan orang melewati perubahan besar dalam hitungan minggu hingga bulan, bukan hari. Rasa buram, suasana hati yang datar, ketidakstabilan yang aneh, semua itu adalah bagian dari proses, bukan tanda kamu gagal menjalaninya.
Jadi, dengan sengaja, turunkan standar untuk dirimu sendiri. Kamu tidak harus merasa betah sekarang. Kamu tidak harus punya rutinitas, lingkaran pertemanan, rasa cakap, atau energi lamamu kembali. Yang harus kamu lakukan hanyalah melewati hari demi hari sementara kenormalan baru perlahan-lahan terbentuk di bawahmu.
Tujuannya bukan untuk merasa baik-baik saja. Tujuannya adalah tetap cukup stabil agar waktu bisa melakukan tugasnya.
Hal-hal yang benar-benar membantu saat pijakan masih goyah
Tidak ada dari ini yang akan membuat perubahan besar menjadi kecil. Semua ini membuatnya bisa dilalui, dan membantumu keluar dari situasi ini dengan utuh.
- Jaga satu jangkar tetap sama. Ketika semuanya baru, dengan sengaja lindungi satu atau dua kebiasaan lama. Kopi pagi dengan cara yang sama. Telepon rutin hari Minggu dengan orang yang sama. Jalan kaki yang sama. Satu utas yang stabil memberi sistem sarafmu sesuatu untuk dipegang, sementara sisa talinya sedang dianyam ulang.
- Sebutkan apa yang sebenarnya kamu kehilangan. Bahkan dalam perubahan yang baik, katakan dengan jujur pada dirimu sendiri atau orang yang kamu percaya: “Aku kangen perjalanan kerja yang dulu. Aku kangen jadi orang yang tahu segalanya. Aku kangen diriku yang dulu di sana.” Menyebut kehilangan dengan jelas ternyata melepaskan banyak beban. Berpura-pura hanya merasa bersyukur justru membuat duka itu terjebak.
- Ambil satu langkah kecil selanjutnya, bukan seluruh tangga. Rasa kewalahan datang dari mencoba merasa tenang sekaligus. Kamu tidak bisa. Tapi kamu bisa menemukan letak supermarket. Kamu bisa memperkenalkan diri pada satu tetangga. Kamu bisa melewati besok. Penyesuaian dibangun dari puluhan tindakan kecil dan biasa, bukan satu momen besar yang tiba-tiba mengubah segalanya.
- Pinjam kestabilan dari orang lain. Cleveland Clinic, dalam pembahasannya tentang menghadapi tekanan hidup, dengan tegas menyatakan bahwa mengatasi masalah adalah sebuah proses, bukan peristiwa sesaat, dan tetap terhubung dengan orang-orang yang mendukungmu adalah salah satu hal yang membantumu melewatinya. Kamu tidak perlu menjelaskan seluruh situasi. Sebuah pesan singkat. Jalan-jalan bersama teman. Membiarkan seseorang membawakanmu makan malam. Koneksi bukan kemewahan di sini. Itu penopang.
- Lindungi hal-hal dasar dulu. Tidur, makan, bergerak, cahaya matahari. Hal-hal ini terasa terlalu sederhana untuk dianggap penting, dan justru itulah yang paling mudah luntur saat masa gejolak, tepat ketika tubuhmu paling membutuhkannya. National Institute of Mental Health menegaskan bahwa stres akibat perubahan hidup yang mendadak, jika dibiarkan terlalu lama tanpa dikelola, bisa berubah menjadi stres kronis yang menggerus kesehatanmu. Menjaga hal-hal dasar adalah cara mencegah stres biasa berubah menjadi sesuatu yang lebih berat.
- Tuliskan di suatu tempat. Beberapa baris setiap malam. Apa yang berat, apa yang berhasil kamu lewati, apa pun yang terasa sedikit seperti pijakan yang kokoh. Di hari-hari paling berat, catatan itu menunjukkan padamu, dengan tulisan tanganmu sendiri, bahwa kamu sebenarnya sedang bergerak, meskipun rasanya tidak begitu.
Bagaimana jika jaraknya menutup terlalu lambat?
Ada perbedaan antara beratnya penyesuaian yang wajar dan sesuatu yang sudah tertanam dalam dan tidak kunjung mereda.
Perhatikan tanda-tanda ini. Rasa tertekan jauh lebih besar dari yang seharusnya ditimbulkan oleh situasi itu, dan tidak mengurang meski minggu demi minggu berlalu. Kamu tidak bisa berfungsi seperti yang kamu perlukan, di tempat kerja, di rumah, dengan orang-orang yang bergantung padamu. Kamu menjauh dari semua orang. Kamu mengandalkan alkohol atau zat lain untuk bertahan. Atau suasana hati yang murung sudah berubah menjadi rasa tanpa harapan, merasa jadi beban, atau pikiran untuk tidak ada lagi.
Jika salah satu dari itu benar, tolong anggap itu sebagai alasan untuk mencari bantuan, bukan penilaian atas kekuatanmu. Dokter atau terapis bisa membedakan antara penyesuaian yang wajar dan sesuatu seperti gangguan penyesuaian atau depresi, dan keduanya bisa merespons dengan baik terhadap bantuan. Berbicara dengan profesional saat menghadapi masa transisi yang berat adalah satu dari hal paling wajar dan masuk akal yang bisa dilakukan seseorang. Ini juga yang secara diam-diam dilakukan oleh orang-orang kuat yang kamu kagumi.
Dan jika pikiranmu sudah mengarah ke hal yang gelap, jika sebagian dirimu bertanya-tanya apakah orang-orang di hidupmu akan lebih baik tanpamu, jangan hadapi itu sendirian. Ceritakan pada seseorang hari ini, atau hubungi layanan krisis. Kamu bisa merasa sangat sakit dan tetap layak untuk dibantu. Keduanya bisa benar sekaligus.
Versi dirimu di sisi lain dari perubahan ini belum ada. Itu bagian yang berat, dan di hari lain, juga bagian yang penuh harapan. Kamu tidak terjebak. Kamu sedang di tengah. Bagian tengah memang selalu terasa seperti ini.
Sumber
- PLoS One (via PubMed Central), The social readjustment rating scale: Updated and modernised
- Cleveland Clinic, Stress: Coping With Life's Stressors
- National Institute of Mental Health, I'm So Stressed Out! Fact Sheet