Pasanganmu mendongak dari ponselnya dan berkata, "Eh. Diner tua di Jalan Kelima itu mau dibongkar." Kamu sedang setengah jalan menulis email. Kamu bisa bergumam tanpa mendongak. Kamu bisa bilang, "sayang banget ya, kita harus lewat sana sebelum benar-benar hilang." Atau kamu bisa menghela napas dan bilang sedang berusaha konsentrasi.
Tiga pilihan kecil. Tak satu pun terasa seperti hal besar. Justru itu intinya. Momen seperti ini terjadi puluhan kali sehari, dan cara kamu meresponnya, selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun, diam-diam menentukan seberapa dekat kalian berdua akan tetap.
Peneliti John dan Julie Gottman memberi nama untuk momen kecil ini. Mereka menyebutnya bid for connection, ajakan untuk terhubung. Sebuah bid adalah gerakan kecil apa pun yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan perhatianmu, kasih sayangmu, atau sekadar sekilas pengakuan. "Lihat deh anjing itu." "Tadi malam tidurmu nyenyak?" Tangan yang hinggap sebentar di bahumu saat lewat. Tak satu pun dari itu terasa penting. Itulah sebabnya sangat mudah terlewat.
Sebenarnya, apa itu bid?
Kebanyakan dari kita menganggap keterhubungan itu adalah percakapan mendalam, hari peringatan pernikahan, momen ketika seseorang akhirnya mengucapkan hal berat itu dengan jelas. Semua itu penting. Tapi jarang terjadi. Keterhubungan yang benar-benar menjaga sebuah hubungan tetap utuh justru terbuat dari hal-hal yang jauh lebih kecil, yang terus berulang.
Pasangan Gottman, yang telah meneliti pasangan selama puluhan tahun di sebuah laboratorium di Seattle yang dijuluki Love Lab, menyebut bid sebagai "unit dasar komunikasi emosional". Dalam satu sesi pengamatan saat makan malam, pasangan-pasangan yang hubungannya sehat melakukan sekitar seratus bid dalam sepuluh menit. Mereka hampir tak pernah berhenti menjangkau satu sama lain.
Sebuah bid bisa berupa pertanyaan, komentar, sentuhan, tatapan, atau pikiran setengah jadi yang dilontarkan begitu saja. Ada yang jelas ("bisa kita ngobrol?"). Kebanyakan tidak. Banyak bid yang canggung, tidak langsung, atau datang di waktu yang salah. Seseorang yang kesepian mungkin memilih memancing pertengkaran kecil daripada berkata "aku kangen kamu." Di balik banyak gesekan yang tak terduga, ada bid yang tidak sampai.
Menyambut, menjauh, melawan
Ketika sebuah bid datang, kamu melakukan salah satu dari tiga hal. Pasangan Gottman juga memberi nama untuk ketiganya.
Kamu bisa menyambutnya (turn toward). Kamu menjawab. "Wah, coba lihat itu." Kamu tidak harus meninggalkan semua yang sedang kamu kerjakan atau memberi jawaban sempurna. Anggukan, pertanyaan balik, atau sekadar "cerita lagi dong" sudah cukup. Kamu sedang berkata: aku dengar kamu, aku di sini.
Kamu bisa menjauh (turn away) darinya. Biasanya bukan karena sengaja. Kamu sedang sibuk, teralihkan, main ponsel, atau tenggelam dalam pikiran sendiri. Kamu tidak sadar, atau sadar tapi membiarkannya berlalu. Bid itu pun menguap begitu saja. Orang yang mengajukannya jarang membuat keributan soal itu. Ia hanya merasa, sedikit, seperti sudah menjangkau tapi yang didapat hanya udara kosong.
Atau kamu bisa melawan (turn against). Ini yang paling tajam. "Kamu nggak lihat aku lagi kerja, ya?" "Kenapa sih kamu cerita ini ke aku?" Ini respons yang berduri, dan rasanya lebih menyakitkan daripada diam saja, karena membawa penolakan.
Ini temuan yang seharusnya membuat kita semua terhenyak. Ketika pasangan Gottman mengikuti pasangan pengantin baru selama enam tahun, pasangan yang masih bersama ternyata menyambut bid pasangannya sekitar 86 persen dari waktu. Pasangan yang bercerai hanya mampu melakukannya 33 persen dari waktu. Perbedaan antara pernikahan yang bertahan dan yang berakhir bukan terletak pada besarnya pertengkaran. Melainkan pada seberapa sering, dalam momen-momen biasa, masing-masing menjawab jangkauan kecil pasangannya.
Hitungan pelan yang terus berjalan
Pasangan Gottman menggunakan metafora sederhana untuk menjelaskan apa yang terjadi di baliknya: rekening tabungan emosional. Setiap kali kamu menyambut sebuah bid, kamu membuat setoran kecil. Menjauh, dan saldonya datar-datar saja. Melawan, dan kamu membuat penarikan.
Satu setoran saja tidak banyak mengubah apa pun. Ini yang sering salah dipahami. Kamu tidak memperbaiki hubungan yang tegang dengan satu gestur besar, dan kamu juga tidak merusak hubungan yang kuat hanya karena ketus di satu sore yang buruk. Yang penting adalah total yang terus terkumpul, dari ribuan pertukaran kecil. Pasangan dengan rekening penuh bisa melewati masa sulit, karena ada simpanan niat baik yang dalam untuk diandalkan. Pasangan yang rekeningnya kosong akan merasakan setiap gesekan kecil, karena tidak ada cadangan sama sekali.
Kabar baiknya, dan ini yang tenang menyenangkan, standarnya ternyata rendah. Kamu tidak diminta menjadi komunikator hebat dengan cara yang heroik. Kamu hanya diminta untuk mendongak. Menjawab hal kecil itu. Berulang-ulang. Motto pasangan Gottman sendiri untuk ini terasa hampir lucu saking sederhananya: "hal-hal kecil, sering-sering."
Bagaimana menangkap bid yang selama ini terlewat?
Kalau kamu curiga selama ini kamu sering menjauh tanpa bermaksud begitu, berikut beberapa hal yang layak dicoba. Pilih satu saja. Jangan coba mengubah semuanya sekaligus.
- Anggap selalu ada bid yang tersembunyi di sana. Ketika orangmu mengatakan sesuatu yang kecil atau acak, anggap itu sebagai undangan, bukan sekadar informasi. "Diner itu mau dibongkar" biasanya bukan soal diner-nya. Itu tangan yang terulur. Sambutlah.
- Turunkan standar untuk responsmu sendiri. Kamu tidak wajib membalas dengan percakapan penuh setiap kali. "Oh iya?" yang tulus, kontak mata, atau pertanyaan lanjutan, itu semua sudah jawaban yang lengkap. Sambutan kecil sama berartinya dengan sambutan besar.
- Sadari keberadaan ponselmu. Layar adalah tempat kebanyakan bid zaman sekarang diam-diam mati. Kamu tidak perlu melarang perangkat elektronik. Cukup belajar merasakan tarikan sebuah bid cukup kuat sampai kamu mau mendongak dari layar.
- Perhatikan momen datang dan pergi. Pasangan Gottman sangat menekankan ritual kecil di sekitar perpisahan dan pertemuan kembali, ucapan selamat tinggal, sapaan "halo" di penghujung hari. Pelukan atau ciuman enam detik, pertanyaan sungguh-sungguh "gimana harimu?" di depan pintu, ini semua setoran kecil yang bisa diandalkan. Bangun satu kebiasaan ini dan biarkan menjadi otomatis.
- Perbaiki saat kamu melawan. Kadang kamu akan ketus. Semua orang begitu. Yang membantu adalah kembali lagi: "Maaf, tadi aku ketus, padahal kamu cuma mau ngobrol." Perbaikan mengubah penarikan kembali menjadi setoran, dan mengajarkan kalian berdua bahwa momen yang terlewat bukan akhir dari segalanya.
Ngomong-ngomong, ini tidak hanya berlaku untuk pasangan romantis. Anak-anak juga terus-menerus mengajukan bid untuk terhubung, begitu pula teman, orang tua, dan orang-orang yang bekerja bersamamu. Gerakan kecil yang sama, mendongak dan menjawab, membangun kedekatan di mana pun orang saling menjangkau.
Bagaimana jika yang hilang lebih dalam dari ini?
Kadang masalahnya bukan sekadar beberapa bid yang terlewat. Kadang salah satu atau kedua orang sudah berhenti mengajukan bid sama sekali, karena menjangkau sudah tidak lagi terasa aman atau layak dilakukan. Jarak yang sunyi dan mengendap itu, ketika kalian berdua sudah sama-sama datar dan berhenti mencoba, lebih sulit diperbaiki dari dalam, dan sebaiknya ditanggapi dengan serius, bukan dibiarkan berlalu begitu saja.
Jika kehangatan di antara kalian sudah luntur, jika percakapan sudah berubah menjadi penghinaan atau sikap membisu total, atau jika kalian berdua sudah tidak bisa lagi menemukan jalan kembali satu sama lain sekeras apa pun mencoba hal-hal kecil, terapis pasangan yang baik bisa membantu. Meraih bantuan semacam itu bukan tanda bahwa hubungan sudah gagal. Itu sendiri adalah bid nyata untuk terhubung. Dan jika hubungan apa pun dalam hidupmu melibatkan rasa takut, kontrol, atau kekerasan, itu bukan masalah kedekatan yang bisa ditambal dengan gestur kecil, itu masalah keselamatan, dan kamu layak mendapat bantuan yang memang dirancang untuk itu.
Namun kebanyakan hubungan sebenarnya tidak rusak. Hanya sedikit kelaparan perhatian. Perbaikannya lebih dekat dari yang terlihat. Ada di hal kecil berikutnya yang dikatakan orangmu, dan apakah kamu mau mendongak untuk mendengarnya.
Sumber
- The Gottman Institute, Want to Improve Your Relationship? Start Paying More Attention to Bids
- The Gottman Institute, Small Actions Make Big Impacts
- The Gottman Institute, The Six Second Kiss
- Greater Good Magazine (UC Berkeley), Four Ways to Refresh Your Relationship