Langsung ke konten utama

Kebugaran

Couch to 5K: cara mulai berlari saat kamu mulai dari nol

Kamu tak harus jadi pelari untuk mulai berlari. Couch to 5K membangunmu dari interval jalan-lari singkat sampai setengah jam mantap di atas kaki, selangkah seminggu satu kali.

Alat gratis berbasis bukti untuk stres, rasa kewalahan, hubungan, kesehatan, dan kepemimpinan yang mantap. Program dari KEEP CALM Inc., sebuah nirlaba. 501(c)(3) · EIN 33-2117386 Tentang

Perempuan melakukan yoga di atas bola stabilitas

Foto oleh mr lee di Unsplash

Bayangkan versi lari yang paling kamu takutkan. Paru-paru serasa terbakar, perut kram, dan perasaan bahwa semua orang yang lewat naik motor atau mobil bisa melihat kamu megap-megap. Bayangan itulah yang membuat kebanyakan orang mundur bahkan sebelum melangkah sekali pun. Tapi ini yang penting untuk kamu tahu: memulai tidak harus terasa seperti itu, dan rencana yang baik tidak akan menuntutmu seperti itu.

Couch to 5K adalah program sembilan minggu yang dirancang untuk orang yang sudah lama tidak lari, atau bahkan belum pernah lari sama sekali. Kamu lari tiga kali seminggu, dan di minggu-minggu awal kamu hampir tidak benar-benar "berlari". Kamu jalan, jogging sebentar, jalan lagi. Sesi joggingnya makin panjang seiring minggu berjalan, dan tubuhmu diam-diam menyesuaikan diri. Di akhir program, banyak orang yang tadinya yakin "tidak bisa lari" ternyata mampu berlari tanpa henti selama tiga puluh menit.

Kami suka pendekatan ini karena menghilangkan bagian yang biasanya bikin orang menyerah: terlalu ngebut, terlalu cepat. Kebanyakan usaha lari yang gagal bukan karena kurang niat. Itu soal kecepatan yang salah.

Kenapa jalan-lari benar-benar berhasil?

Saat kamu bergantian antara lari singkat dan jalan kaki, kamu memberi jantung, paru-paru, dan kakimu latihan yang nyata tanpa membebani semuanya sekaligus. Jeda jalan kaki bukan curang. Itu justru caranya. Jeda itu membuat napasmu kembali teratur, detak jantung sedikit menurun, dan otot-ototmu pulih sebelum sesi lari berikutnya. Begitulah cara membangun daya tahan yang bisa bertahan lama, bukan daya tahan yang menyerah di hari Rabu.

Minggu pertama program Couch to 5K dari NHS memang sengaja dibuat santai. Setelah lima menit jalan cepat sebagai pemanasan, kamu lari selama satu menit, lalu jalan satu setengah menit, dan ulangi beberapa kali. Itu saja. Minggu kedua, durasi larinya bertambah jadi sembilan puluh detik. Setiap minggu memintamu sedikit lebih banyak, dan karena kenaikannya kecil, tubuhmu biasanya bisa mengikuti.

Tidak ada penghargaan untuk melompati tahapan. Kamu boleh mengulang minggu mana pun sebanyak yang kamu perlukan. Orang yang menghabiskan dua minggu di minggu ketiga lalu sampai ke garis akhir dengan kuat, sudah menjalankan programnya dengan benar. Kemajuan yang pelan dan stabil juga cara terbaik agar kamu tidak berakhir di ruang dokter.

Bulan pertama yang realistis

Begini caranya membuat program ini benar-benar terpakai.

  1. Tentukan tiga harimu sekarang juga. Masukkan ke kalender seperti janji temu. Usahakan ada satu hari istirahat di antara sesi lari agar kakimu bisa pulih. Istirahat bukan waktu libur dari latihan. Istirahat adalah bagian dari latihan itu sendiri, saat tubuhmu benar-benar beradaptasi.
  2. Pemanasan sebelum, pendinginan sesudah. Mulai setiap sesi dengan sekitar lima menit jalan cepat. Akhiri dengan cara yang sama. Otot yang masih dingin tidak suka langsung disuruh lari, dan penutup yang pelan membuatmu merasa lebih baik setelahnya.
  3. Lari lebih pelan dari yang terasa wajar. Kecepatan lari yang baik di awal adalah kecepatan di mana kamu masih bisa terengah-engah mengobrol beberapa kata dengan orang di sebelahmu. Kalau kamu sama sekali tidak bisa bicara, berarti kamu larinya terlalu cepat. Ini kesalahan paling umum, dan juga paling mudah diperbaiki.
  4. Biarkan aplikasi atau timer yang menghitung. Aplikasi gratis NHS Couch to 5K akan memandumu di setiap interval, jadi kamu tidak perlu terus melirik jam. Timer interval apa pun juga bisa dipakai. Intinya, kamu berhenti bernegosiasi dengan diri sendiri di tengah larian.
  5. Bersiaplah menghadapi hari yang buruk. Ada kalanya kakimu terasa berat seperti karung pasir tanpa alasan jelas. Itu wajar, bukan pertanda kegagalan. Tetap datang untuk sesi berikutnya.

Harus pakai apa, dan lari di mana?

Kamu tidak perlu banyak perlengkapan. Sepatu lari yang pas di kaki dan solnya belum aus akan lebih menjaga lutut dan tulang keringmu daripada gadget apa pun. Kalau kamu bisa ke toko yang mengecek cara jalanmu dan memilihkan sepatu yang tepat, itu uang yang layak dikeluarkan. Kalau tidak, sepatu olahraga yang nyaman dengan bantalan empuk sudah cukup untuk memulai.

Permukaan yang rata dan lembut ramah untuk pelari pemula. Jalur di taman, jalan yang sepi, lintasan lari, atau treadmill, semuanya cocok. Sebaiknya hindari jalan raya yang ramai dan bising, demi udara yang lebih bersih dan pikiran yang lebih tenang. Kenakan pakaian seolah cuacanya sedikit lebih hangat dari kenyataan, karena tubuhmu akan cepat panas begitu mulai bergerak.

Mendengarkan tubuhmu, dengan jujur

Ada beda antara usaha dan rasa sakit. Usaha itu napas yang mulai berat, kaki yang terasa bekerja keras, wajah yang memerah. Itu tandanya latihan sedang berjalan sebagaimana mestinya. Rasa sakit itu tajam, terasa di persendian, mengubah cara kamu bergerak, atau masih terasa lama setelah kamu berhenti. Itu sinyal untuk mengerem.

Pegal-pegal ringan sehari dua hari setelah lari itu wajar, terutama di awal-awal. Biasanya akan mereda seiring tubuhmu terbiasa dengan tuntutan baru ini. Yang tidak wajar adalah rasa sakit yang makin parah setiap kali lari, atau rasa sakit apa pun di dada. Kalau lari pernah memicu nyeri dada, pusing, atau sesak napas yang terasa tidak beres, berhentilah dan segera cari bantuan medis.

Selalu ikuti ritme yang sesuai dengan dirimu sendiri, dan berhentilah kalau ada yang terasa tidak beres.

Kalau kamu punya kondisi jantung, pernah cedera, sedang hamil, membawa berat badan berlebih, atau memang sudah lama sekali tidak beraktivitas fisik, ada baiknya bicara sebentar dengan dokter sebelum mulai. Itu bukan halangan. Itu hanya memastikan programnya cocok dengan kondisi tubuhmu. Banyak orang dengan kondisi kesehatan tertentu tetap bisa lari dengan aman, biasanya dengan sedikit penyesuaian pada program.

Bagaimana kalau larinya terasa membosankan atau berat untuk dijalani?

Minggu-minggu tengah biasanya jadi saat motivasi mulai kendur. Rasa serunya sudah memudar, larinya makin panjang, dan garis akhir masih terasa jauh. Beberapa hal bisa membantu. Lari bersama teman atau anjing peliharaan kalau memungkinkan. Buat playlist yang hanya boleh kamu dengar saat lari. Ceritakan tujuanmu ke satu orang supaya terasa nyata, bukan cuma di kepalamu sendiri. Dan ingat, programnya cukup fleksibel: kalau lewat satu sesi, kamu tinggal lanjut lagi, tidak perlu mulai dari nol.

Tujuan sebenarnya bukan lari 5K dengan cepat. Ini soal pikiran yang lebih tenang dan tidur yang lebih nyenyak, yang biasanya datang bersama gerakan rutin, bukti kecil setiap hari bahwa kamu bisa melakukan sesuatu yang berat dan menyelesaikannya. Banyak orang sampai di minggu kesembilan, berhasil lari tiga puluh menit, lalu sadar bahwa jaraknya sebenarnya bukan yang paling penting.

Sumber

  1. NHS, Couch to 5K running plan
  2. Mayo Clinic, 5K run: 7-week training schedule for beginners
  3. Harvard Health, Moving from couch to 5K

Gratis, dalam 36 bahasa. Nirlaba, tanpa iklan, tanpa biaya, dan kami tidak pernah menjual data Anda.

Baca perpustakaannya Donasi