Langsung ke konten utama

Kebugaran

Melewati kecemasan ke gym: cara melangkah masuk saat gym terasa seperti semua mata mengawasi

Rasa cemas ke gym itu wajar banget: dalam satu survei, sekitar separuh orang dewasa di Amerika mengaku minder duluan sebelum masuk gym. Kalau bayangan lantai gym yang ramai bikin perutmu langsung mules, kamu nggak sendirian. Ini caranya biar rasa deg-degan itu berkurang, kunjungan pertama terasa lebih ringan, dan kamu tetap bisa olahraga dengan tenang.

Alat gratis berbasis bukti untuk stres, rasa kewalahan, hubungan, kesehatan, dan kepemimpinan yang mantap. Program dari KEEP CALM Inc., sebuah nirlaba. 501(c)(3) · EIN 33-2117386 Tentang

Perempuan berbra olahraga hitam berlatih menggunakan mesin lat pull down

Foto oleh ŞULE MAKAROĞLU di Unsplash

Kamu berdiri di area parkir sedikit lebih lama dari yang seharusnya. Mungkin kamu scroll ponsel. Mungkin kamu bilang ke diri sendiri, "besok deh, kalau tidurnya cukup dan tempatnya nggak terlalu ramai." Latihannya sendiri bukan bagian yang berat. Melangkah masuk lewat pintu itulah yang berat.

Banyak orang merasakan ini. Sebuah survei terhadap sekitar dua ribu orang dewasa di AS menemukan bahwa kurang lebih separuhnya merasa terintimidasi dengan ide pergi ke gym. Bahkan ada sebutan khusus untuk ini, gymtimidation, kata yang terdengar lucu tapi menggambarkan ganjalan yang nyata di dada. Jadi kalau kamu selama ini menunda olahraga karena ruangan penuh cermin, orang asing, dan dentingan besi terasa seperti panggung yang nggak pernah kamu daftar untuk naiki, kamu nggak salah apa-apa. Itu reaksi wajar terhadap suasana yang memang bisa terasa berat.

Sebenarnya, dari mana rasa cemas ini berasal?

Biasanya bisa dilacak ke beberapa hal, dan menyebutkannya satu per satu bisa membantu. Yang pertama adalah nggak tahu harus ngapain. Kamu nggak yakin cara mengatur alatnya, tempat mengembalikan beban, atau bahkan apakah kamu boleh pakai bangku itu. Yang kedua adalah rasa diperhatikan, membayangkan semua orang memperhatikan gerakanmu, tubuhmu, dan betapa jelas kamu masih baru. Yang ketiga adalah membanding-bandingkan. Kamu melihat sekilas, ada orang yang mengangkat beban dua kali lipat dengan santai, dan suara kecil di kepala bilang kamu nggak pantas di sini.

Ini kebenaran diam-diam di balik semuanya. Hampir nggak ada yang benar-benar memperhatikanmu. Orang yang kamu kira sedang menilai squat-mu itu sebenarnya sedang memikirkan set berikutnya, daftar belanjaan, atau betapa lelahnya dia. Orang-orang di gym kebanyakan sibuk dengan dirinya sendiri, sama seperti kamu. Itu nggak berarti rasa takutmu itu konyol. Artinya cuma, sorotan yang kamu rasakan itu sebagian besar datang dari dirimu sendiri.

Buat kunjungan pertama jadi lebih kecil

Kesalahan yang sering terjadi adalah merencanakan latihan besar dan lengkap untuk hari pertama. Itu beban yang terlalu banyak untuk momen yang sudah bikin kamu was-was. Perkecil saja.

  • Datang sekali cuma untuk lihat-lihat. Banyak gym yang mau mengajak kamu keliling dengan baju sehari-hari, tanpa perlu latihan sama sekali. Menjelajahi tempatnya saat tidak ada tuntutan apa-apa bisa menghilangkan banyak rasa misteriusnya.
  • Pilih jam yang sepi. Pagi-pagi sekitar jam enam dan jam sibuk sepulang kerja sekitar setengah enam sore biasanya penuh. Pertengahan pagi, awal siang, dan malam hari biasanya jauh lebih sepi. Gym yang sepi adalah tempat yang lebih santai untuk belajar.
  • Targetkan sepuluh menit, bukan satu jam. Jalan di treadmill, lakukan satu atau dua gerakan yang sudah kamu kuasai, lalu pulang. Kamu di sana bukan untuk langsung jadi bugar hari itu. Kamu di sana untuk membuktikan ke diri sendiri bahwa kamu bisa masuk dan keluar, dan nggak ada apa-apa yang buruk terjadi.

Lakukan itu beberapa kali dan tempat itu akan berhenti terasa asing. Keterbiasaan adalah sebagian besar obatnya.

Siapkan rencana di kantong

Banyak kecemasan soal gym itu sebenarnya kecemasan mengambil keputusan, panik karena berdiri di tengah ruangan tanpa tahu harus ngapain selanjutnya. Kamu bisa menyelesaikan itu sebelum tiba di sana. Tulis tiga atau empat latihan secara berurutan, alat atau gerakan yang akan kamu lakukan dan kira-kira berapa kali. Simpan di ponselmu. Kalau kamu sudah punya peta kecil, kamu nggak akan improvisasi di depan penonton. Kamu cuma menjalankan daftarmu.

Kalau memungkinkan, satu atau dua sesi dengan personal trainer sangat berharga di sini. Nggak perlu selamanya, cukup untuk belajar cara memakai beberapa alat dan memastikan gerakanmu sudah benar. Kelas kelompok juga punya efek serupa. Instruktur memberi tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya, semua orang sama-sama sedikit kikuk, dan fokus bergeser dari dirimu. Kelas juga biasanya terasa lebih hangat dibanding berdiri sendirian di antara dumbel.

Beberapa hal yang bisa dicoba saat itu terjadi

Ketika rasa cemas naik tepat sebelum atau saat latihan, beberapa langkah kecil ini bisa membantu menenangkan:

  1. Perlambat napasmu. Beberapa putaran menarik napas selama empat hitungan dan menghembuskan selama empat hitungan memberi tahu sistem sarafmu bahwa bahaya itu nggak nyata. Ini bisa dilakukan diam-diam, tidak akan ada yang menyadarinya.
  2. Tangkap pikiran yang keras dan lunakkan. "Semua orang pasti mikir aku aneh" bisa diubah jadi "Aku masih baru, dan semua orang di sini pun dulunya baru." Kamu nggak harus percaya penuh. Cukup kurangi kekuatan versi paling buruknya.
  3. Bawa teman. Teman latihan, bahkan yang juga masih pemula, membagi dua rasa cemas dan membuatmu jauh lebih mungkin untuk benar-benar datang.

Dan ingat, gym cuma satu pilihan, bukan satu-satunya. Olahraga sudah berkali-kali dibuktikan bisa meredakan kecemasan dan suasana hati yang menurun, dan tubuhmu nggak peduli apakah gerakan itu terjadi di bawah lampu neon atau bukan. Jalan santai di luar, latihan di ruang tamu, bersepeda, semuanya terhitung. Kalau gym masih terasa seperti tembok yang belum bisa kamu lewati, kamu bisa dapat manfaat yang sama di tempat lain yang terasa lebih aman untukmu.

Kapan sebaiknya mencari dukungan lebih lanjut?

Bagi kebanyakan orang, rasa cemas soal gym akan berkurang begitu tempat itu terasa lebih familiar. Tapi kalau kecemasan soal berada di sekitar orang lain, soal kebersihan, atau soal dinilai orang lain sudah cukup kuat sampai menghalangi hal-hal yang ingin kamu lakukan, itu layak dibicarakan dengan dokter atau terapis. Kecemasan sosial itu umum dan sangat bisa diatasi, dan mendapat bantuan untuk itu biasanya membuat banyak hal, tidak hanya soal gym, jadi lebih mudah. Membutuhkan dukungan seperti itu bukan tanda kamu gagal soal kemauan. Itu cara yang bijak untuk menjaga dirimu sendiri.

Kalau kamu punya kondisi jantung atau masalah kesehatan lain, atau sudah lama nggak banyak bergerak, sebaiknya periksa dulu dengan dokter sebelum mencoba hal baru. Setelah itu, mulai dari yang kecil, bersikap baik pada diri sendiri saat melangkah masuk, dan biarkan sisanya berkembang dari sana.

Sumber

  1. Cleveland Clinic, Gymtimidation: How To Push Through Gym Anxiety
  2. GoodRx Health, 11 Tips to Overcome Gym Anxiety
  3. University of Rochester Medical Center, How to Overcome Gym Anxiety

Gratis, dalam 36 bahasa. Nirlaba, tanpa iklan, tanpa biaya, dan kami tidak pernah menjual data Anda.

Baca perpustakaannya Donasi