Langsung ke konten utama

KEBIASAAN SEHAT

Kesehatan pencegahan, secara gamblang: mengapa pemeriksaan yang membosankan adalah salah satu hal paling baik yang kamu lakukan untuk dirimu

Kesehatan preventif, sederhananya, adalah janji temu yang kamu buat saat tidak ada yang sakit, supaya masalah bisa terdeteksi sebelum membesar. Perawatan preventif memang tidak seru, dan justru itu intinya. Berikut apa saja yang sebenarnya tercakup di dalamnya, kenapa mendeteksi masalah lebih awal itu penting sekali, dan cara membuatnya mudah untuk dijalani secara rutin.

Alat gratis berbasis bukti untuk stres, rasa kewalahan, hubungan, kesehatan, dan kepemimpinan yang mantap. Program dari KEEP CALM Inc., sebuah nirlaba. 501(c)(3) · EIN 33-2117386 Tentang

Cangkir putih di samping kertas putih

Foto oleh Annie Spratt di Unsplash

Kebanyakan dari kita pergi ke dokter kalau sudah ada yang bermasalah. Nyeri yang tak kunjung reda, batuk yang bertahan terlalu lama, angka hasil lab yang bikin was-was. Perawatan preventif adalah kebalikannya. Ini janji temu yang kamu buat saat tidak ada yang sakit, skrining yang kamu lakukan justru karena kamu baik-baik saja dan ingin tetap begitu. Rasanya hampir sia-sia saat itu, seperti mencuci mobil yang sebenarnya belum kotor. Tapi ini juga salah satu hal paling cerdas, meski diam-diam, yang bisa kamu lakukan demi hidup yang ingin terus kamu jalani.

Sebenarnya, apa itu perawatan preventif?

Istilahnya terdengar klinis, tapi cakupannya sederhana dan singkat. Perawatan preventif adalah kumpulan pemeriksaan rutin, skrining, dan vaksinasi yang bertujuan menjaga kamu tetap sehat dan menangkap masalah sejak dini, sebelum sempat berkembang jadi sesuatu yang lebih sulit diobati. Dalam praktiknya, ini biasanya mencakup beberapa kategori:

  • Skrining. Tes yang mencari tanda penyakit sebelum kamu sempat merasakannya. Pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol, gula darah, serta skrining kanker seperti kanker payudara, serviks, dan kolorektal termasuk di sini.
  • Vaksin. Suntikan yang melatih tubuhmu melawan infeksi sebelum kamu benar-benar bertemu dengannya.
  • Konsultasi dan pemeriksaan berkala. Obrolan dengan dokter soal tidur, stres, konsumsi alkohol, suasana hati, berat badan, atau apa pun yang sedang terjadi, ditambah saran yang disesuaikan dengan usia dan riwayat kesehatanmu.

Tidak ada yang dramatis dari semua ini. Justru itu intinya. Perawatan preventif berhasil justru karena dilakukan sebelum drama dimulai.

Kenapa deteksi dini selalu lebih baik daripada terlambat?

Alasannya sederhana. Banyak kondisi serius, seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kanker tertentu, sama sekali tidak menunjukkan gejala di tahap awal. Kamu bisa merasa sehat-sehat saja padahal sesuatu perlahan sedang berkembang. Begitu gejalanya terasa, masalahnya biasanya sudah lebih jauh dan lebih sulit ditangani.

Skrining menangkap masalah itu saat masih di tahap tenang. Ketika kondisi seperti kanker atau penyakit jantung ditemukan sejak dini, pengobatan jauh lebih mungkin berhasil, dan hasilnya pun lebih baik. Logika yang sama berlaku untuk hal-hal sehari-hari. Menangkap tekanan darah yang mulai naik sekarang, saat masih sekadar angka, memungkinkan kamu menanganinya dengan perubahan kecil, bukan menunggu sampai berujung pada stroke atau serangan jantung. Perawatan preventif yang rutin dikaitkan dengan turunnya angka penyakit kronis dan kematian dini akibat kondisi seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Itu hasil yang besar untuk beberapa janji temu yang terkesan biasa saja.

Kamu tidak perlu menghafal semuanya

Kalau membayangkan harus menghafal tes apa yang perlu dilakukan di usia berapa bikin kamu pusing, ada kabar baik. Kamu tidak perlu melakukannya sendiri. Langkah paling sederhana adalah punya dokter tetap dan menemuinya setahun sekali. Tugas dokter adalah tahu skrining mana yang cocok untuk usia, riwayat keluarga, dan situasimu, lalu membicarakannya denganmu. Tugasmu sebagian besar hanya datang dan menjawab dengan jujur.

Apa yang tepat untukmu tergantung pada kondisimu sendiri, jadi biarkan dokter yang menentukan detailnya. Tapi pemeriksaan tahunan adalah fondasi yang menopang semuanya. Perlu diketahui juga, di sebagian besar asuransi kesehatan, banyak layanan preventif ditanggung tanpa biaya tambahan, jadi biayanya sering kali lebih kecil dari yang dikhawatirkan orang. Kalau biaya atau asuransi jadi kekhawatiran, puskesmas dan banyak klinik menawarkan perawatan dengan biaya rendah atau menyesuaikan kemampuan. Tidak ada salahnya bertanya.

Bagaimana kalau kamu sudah lama menunda-nunda?

Mungkin sudah bertahun-tahun. Mungkin ada pengalaman buruk, rasa takut mendengar kabar tidak enak, atau sekadar kesibukan hidup yang membuatmu menjauh. Itu sangat wajar, dan kembali lagi tidak perlu disertai permintaan maaf. Beberapa hal ini bisa membantu:

  1. Mulai dengan satu telepon. Buat satu janji temu dengan dokter umum. Kamu tidak harus membereskan semuanya sekaligus. Kamu hanya perlu masuk ke jadwal.
  2. Tuliskan pertanyaanmu lebih dulu. Benjolan yang bikin kamu penasaran, obat yang kamu konsumsi, penyakit yang pernah dialami orang tuamu. Bawa daftarnya supaya rasa gugup tidak membuatmu lupa.
  3. Jujurlah saat berada di sana. Dokter tidak bisa membantu soal yang tidak mereka ketahui, dan mereka sudah pernah mendengar segalanya. Melewatkan bagian yang memalukan hanya merugikan dirimu sendiri.
  4. Anggap ini sebagai perawatan rutin, bukan penghakiman. Kamu tidak ke sana untuk dimarahi. Kamu ke sana untuk mengumpulkan informasi dan tetap selangkah lebih dulu.

Menjaga tubuhmu seperti ini juga baik untuk pikiranmu. Ada kelegaan tersendiri saat tahu di mana posisimu, saat menukar kekhawatiran samar yang terus mengganjal dengan jawaban yang pasti. Bahkan ketika kabarnya mengharuskan kamu bertindak, mengetahui tetap lebih menenangkan daripada terus bertanya-tanya.

Kalau ada gejala tertentu yang membuatmu khawatir, jangan tunggu jadwal pemeriksaan tahunan, hubungi dokter sekarang juga. Dan kalau kamu merasa kewalahan, cemas, atau sedih sampai sulit menjaga dirimu sendiri, itu juga termasuk hal kesehatan yang layak dibicarakan. Dokter adalah pintu awal yang baik untuk itu, dan mereka bisa mengarahkanmu ke dukungan lebih lanjut. Menjaga dirimu secara utuh, tubuh dan pikiran, itulah tujuan dari semua ini.

Sumber

  1. Centers for Disease Control and Prevention, Are You Up to Date on Your Preventive Care?
  2. Cleveland Clinic, Why Prophylaxis (Preventive Care) Is Essential for Long-lasting Health
  3. MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine), Health screening - men age 18 to 39

Gratis, dalam 36 bahasa. Nirlaba, tanpa iklan, tanpa biaya, dan kami tidak pernah menjual data Anda.

Baca perpustakaannya Donasi