Langsung ke konten utama

TENANG SEKARANG · PERNAPASAN

Helaan napas fisiologis: cara tercepat menenangkan tubuhmu

Physiological sigh adalah teknik napas: dua tarikan napas pendek lewat hidung, lalu satu embusan panjang lewat mulut. Efeknya terasa dalam waktu sekitar tiga puluh detik. Kamu sebenarnya sudah melakukannya tanpa sadar, setiap beberapa menit. Kalau dilakukan dengan sengaja, ini salah satu cara paling cepat untuk meredakan momen yang berat.

Alat gratis berbasis bukti untuk stres, rasa kewalahan, hubungan, kesehatan, dan kepemimpinan yang mantap. Program dari KEEP CALM Inc., sebuah nirlaba. 501(c)(3) · EIN 33-2117386 Tentang

Wanita tersenyum mengenakan bra

Foto oleh Arthur Reeder di Unsplash

Perhatikan orang yang sudah menahan diri seharian, dan pada satu titik kamu akan menangkapnya: tarikan napas pelan, lalu tambahan kecil seteguk udara di atasnya, kemudian embusan napas panjang dan berat. Sebuah helaan napas. Kita cenderung membacanya sebagai rasa bosan, sedih, atau lega. Padahal, kebanyakan bukan itu semua. Itu tubuhmu sedang melakukan perawatan rutin.

Refleks itu punya nama. Para ilmuwan menyebutnya *physiological sigh* (helaan napas fisiologis), dan kamu melakukannya sendiri setiap beberapa menit, sadar atau tidak. Yang menarik, kamu bisa meminjam pola yang sama secara sengaja, di momen yang berat, untuk menurunkan stres dengan cepat. Tanpa aplikasi, tanpa tempat khusus, dan tidak ada yang akan menyadarinya.

Bentuknya sederhana. Dua tarikan napas lewat hidung, lalu satu embusan panjang lewat mulut. Itu saja. Satu putaran hanya butuh beberapa detik. Beberapa putaran, dan kebanyakan orang sudah merasakan bedanya.

Kenapa tubuh kita menghela napas?

Jauh di dalam paru-paru, ada ratusan juta kantong udara kecil bernama alveoli. Di situlah oksigen masuk ke darah dan karbon dioksida keluar. Kantong-kantong ini rapuh, dan sebagian di antaranya diam-diam mengempis sepanjang hari yang biasa saja. Saat kamu tegang, napasmu jadi dangkal dan cepat, dan makin banyak alveoli yang tertutup.

Helaan napas adalah cara tubuh membuka kembali kantong-kantong itu. Peneliti dari UCLA dan Stanford melacaknya sampai ke sekelompok sekitar 200 neuron di batang otak yang memicu helaan napas kira-kira setiap lima menit, sepanjang hari, tanpa perlu kamu minta. Napas biasa tidak cukup untuk mengembangkan kembali kantong yang mengempis. Napas kedua, yang ditumpuk di atas napas pertama, memberi volume tambahan yang dibutuhkan.

Jadi sebelum helaan napas ada hubungannya dengan suasana hati, ia dulu bertugas menjaga paru-paru tetap bekerja. Jack Feldman, salah satu ilmuwan di balik temuan ini, menjelaskannya dengan sederhana: helaan napas dimulai sebagai napas biasa, tapi sebelum kamu mengembuskannya, kamu mengambil napas kedua di atasnya. Tubuhmu sudah tahu gerakannya. Kamu hanya perlu memanggilnya saat dibutuhkan.

Apa efeknya pada sistem saraf yang sedang stres?

Di sinilah cara ini jadi berguna saat kamu sedang panik.

Sistem sarafmu punya gas dan rem. Stres menekan gas: jantung lebih cepat, napas lebih pendek, semuanya menegang. Rem sebagian besar dibawa oleh saraf vagus, saraf panjang yang mengatur sisi tenang dan pemulihan tubuh. Kamu tidak bisa menginjak rem itu lewat pikiran. Tapi kamu bisa menginjaknya lewat embusan napas.

Embusan napas yang panjang dan pelan dengan lembut mengaktifkan saraf penenang ini dan membuat detak jantung mereda. Helaan napas fisiologis memanfaatkan ini secara maksimal. Dua tarikan napas mengisi paru-paru sepenuhnya, sehingga kamu punya embusan yang lebih panjang dan lebih penuh untuk dikeluarkan, dan embusan panjang itulah yang memberi sinyal ke tubuh untuk mereda. Kamu juga membersihkan karbon dioksida yang menumpuk dengan lebih efisien, dan naiknya karbon dioksida adalah salah satu penyebab rasa panik dan sesak napas itu sendiri.

Kamu tidak perlu merasakan semua ini terjadi. Intinya, ini sinyal fisik yang nyata, bukan sekadar pengalih perhatian atau trik pikiran. Kamu sedang memberi tahu tubuhmu bahwa ancaman sudah berlalu, dalam bahasa yang benar-benar dipahaminya.

Kenapa ini lebih baik dari sekadar "tarik napas dalam-dalam"?

Saat seseorang menyuruhmu menarik napas dalam-dalam, biasanya kamu justru melakukan kebalikan dari yang membantu. Kamu menarik napas besar dan menahannya tinggi di dada, bahu naik ke telinga, lalu melepaskannya cepat-cepat supaya bisa kembali stres. Satu tarikan napas besar justru menekan gas, bukan rem. Tarikan napas adalah bagian siklus yang sedikit mempercepat detak jantung. Embusan napaslah yang memperlambatnya.

Helaan napas fisiologis membetulkan urutan ini. Dua tarikan napas yang ditumpuk membuka paru-paru sepenuhnya sehingga ada lebih banyak udara untuk dilepaskan, lalu embusan panjang dan disengaja itulah tempat efek menenangkan terjadi. Kamu menghabiskan lebih banyak waktu siklus pada bagian yang membuatmu tenang. Itulah alasan diam-diam kenapa ini bekerja lebih baik daripada sekadar napas dalam biasa, dan kenapa embusan napas adalah bagian yang harus dijaga kalau kamu tidak ingat apa pun lagi. Kalau ragu, buat embusan napasmu lebih panjang dari tarikannya.

Tidak ada juga yang perlu dihafal, dan tidak ada alat apa pun yang menghalangimu untuk merasa lega. Kamu tidak perlu mencari ruangan sepi atau menutup mata atau menghitung sampai angka tertentu. Kamu bisa melakukannya di tengah kalimat. Kemudahan ini penting lebih dari yang terlihat, karena alat penenang yang benar-benar akan kamu pakai di saat sulit adalah yang hampir tidak menuntut apa pun darimu.

Bagaimana caranya?

Kamu bisa melakukannya sambil duduk, berdiri, atau berbaring. Mata terbuka atau tertutup.

  1. Tarik napas lewat hidung, napas normal hingga dalam, biarkan perutmu mengembang.
  2. Tanpa mengembuskannya dulu, ambil seteguk udara kecil lagi lewat hidung, tepat di atas tarikan pertama, untuk mengisi paru-paru sampai penuh.
  3. Lepaskan semuanya dalam satu embusan panjang dan pelan lewat mulut. Buat embusan napasnya lebih panjang dari tarikannya. Biarkan mengalir sampai habis.
  4. Itu satu putaran. Lakukan satu sampai tiga putaran saat kamu butuh kelegaan cepat.

Semuanya berlangsung jauh di bawah satu menit. Banyak orang merasakan tegangnya berkurang setelah satu putaran saja. Bahu turun. Rahang mengendur. Pikiran yang berputar-putar melambat sedikit. Kalau ingin lebih, lakukan beberapa putaran lagi. Tidak perlu menghitung dengan sempurna atau mengatur waktu secara persis. Dua tarikan napas, satu embusan panjang, lebih panjang saat keluar dibanding saat masuk. Itu seluruh instruksinya.

Satu hal kecil yang membantu: buat tarikan napas kedua pendek dan pelan, hampir seperti mengendus. Kadang orang mencoba menjadikan dua tarikan napas itu sebagai dua tegukan besar dan akhirnya jadi memaksakan diri atau merasa pusing. Kamu bukan sedang mencoba menggembungkan diri seperti balon. Napas pertama sudah mengisi sebagian besar. Napas kedua hanya melengkapi bagian sudutnya. Lalu semuanya mengalir keluar perlahan lewat mulut, seperti cara kamu mengembuskan napas ke kaca jendela atau meniup sesendok sup panas. Pelan dan tidak terburu-buru adalah keseluruhan rasanya.

Kapan kamu bisa memakainya?

Helaan napas fisiologis dibuat untuk momen, bukan jadwal. Ini adalah tombol reset yang bisa kamu jalankan beberapa detik sebelum percakapan berat, setelah email datang dengan nada yang salah, saat kemacetan sudah menghabiskan sisa kesabaranmu, atau di kamar mandi saat sebuah pesta dan keramaiannya terlalu berlebihan. Karena caranya diam dan cepat, kamu bisa melakukannya di depan orang lain tanpa ada yang menyadari.

Cara ini juga tetap berguna saat keadaan lebih tajam dari stres biasa. Kalau kamu merasa gelombang panik mulai naik, beberapa helaan napas bisa meredakan puncaknya dan memberimu cukup ruang untuk berpikir lagi. Memperlambat napas dan memperpanjang embusan napas adalah salah satu hal paling stabil yang bisa kamu lakukan saat tubuhmu yakin sedang dalam bahaya, padahal pikiranmu tahu itu tidak benar.

Penting untuk jujur tentang seperti apa rasanya kelegaan itu sebenarnya, karena ekspektasi yang salah bisa membuat alat yang bagus terasa seperti tidak berhasil. Helaan napas tidak akan langsung mengubahmu dari kesal jadi tenang total. Yang dilakukannya adalah mengurangi ketajamannya. Intensitasnya turun dari sembilan mungkin jadi enam. Tanganmu sedikit lebih stabil. Pikiran berikutnya datang setengah detik lebih lambat dan sedikit lebih jernih. Keadaan yang lebih kecil dan tenang itulah tujuan sesungguhnya. Dari situ kamu bisa mengambil keputusan, mengucapkan kalimat itu, atau sekadar menunggu sampai bagian terburuknya berlalu. Kamu tidak harus merasa baik-baik saja. Kamu hanya perlu turun cukup jauh untuk mengambil langkah berikutnya, dan beberapa helaan napas biasanya akan membawamu ke sana.

Ini juga bisa jadi kebiasaan harian

Helaan napas bukan cuma alat pemadam kebakaran darurat. Ada bukti kuat bahwa ini juga bermanfaat sebagai praktik kecil harian.

Pada 2023, peneliti Stanford menjalankan uji coba selama sebulan yang membandingkan beberapa latihan pernapasan lima menit per hari dengan meditasi mindfulness. Satu kelompok melakukan *box breathing*, dengan hitungan sama untuk tarikan dan embusan napas. Satu kelompok melakukan pola yang lebih membangkitkan energi. Satu kelompok melakukan latihan yang berfokus pada embusan napas, dibangun dari helaan napas fisiologis, yang oleh peneliti disebut *cyclic sighing*. Kelompok yang fokus pada embusan napas ini hasilnya paling unggul. Orang yang melakukannya mengalami peningkatan suasana hati positif paling besar dan penurunan laju napas istirahat paling besar, tanda bahwa tubuh benar-benar mereda, bukan sekadar terasa tenang sesaat. Efeknya sudah terlihat setelah satu sesi saja dan makin kuat sepanjang 28 hari.

Ini layak direnungkan sejenak. Lima menit. Sebuah pola yang sudah kamu lakukan sendiri secara alami. Kamu tidak sedang menambahkan keterampilan eksotis baru ke hidupmu. Kamu hanya mengambil refleks yang biasa digunakan tubuh untuk perawatan rutin, dan memberinya sedikit lebih banyak waktu, secara sengaja, pada hari-hari kamu membutuhkannya.

Cara praktis untuk memulai: kaitkan satu menit helaan napas fisiologis yang pelan dengan sesuatu yang sudah biasa kamu lakukan. Menit pertama di meja kerja. Perjalanan ke mobil. Saat anak-anak akhirnya tertidur. Familiaritas adalah kuncinya. Semakin tubuhmu mengenal pola ini saat kamu tenang, semakin cepat ia merespons saat kamu tidak tenang. Kamu sedang membangun jalur yang bisa ditemukan sistem sarafmu bahkan dalam gelap, sehingga saat lonjakan stres yang nyata datang, respons menenangkan itu sudah terlatih dan mudah dijangkau.

Jangan jadikan ini beban. Tidak ada target berturut-turut yang harus dijaga dan tidak ada hukuman kalau kamu melewatkan satu hari. Kalau lima menit terasa seperti tugas, lakukan satu putaran saja. Satu putaran helaan napas di momen tegang tetap berarti, dan seiring waktu, pengulangan kecil ini terkumpul menjadi tubuh yang lebih cepat mereda. Tujuannya bukan praktik yang sempurna. Tujuannya adalah alat yang ada saat kamu membutuhkannya.

Beberapa catatan jujur

Bagi kebanyakan orang, helaan napas fisiologis aman, lembut, dan sulit dilakukan dengan salah. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu disampaikan.

Kalau memusatkan perhatian pada napas justru membuatmu makin gelisah, bukan makin tenang, itu bukan kegagalanmu, dan kamu tidak melakukannya dengan salah. Ini bisa terjadi pada sebagian orang, terutama setelah jenis trauma tertentu, saat mengarahkan perhatian ke dalam justru membuat tubuh terasa makin terpapar, bukan makin aman. Coba gunakan alat *grounding* lain yang memanfaatkan indra atau lingkungan sekitarmu. Sebutkan lima hal yang bisa kamu lihat. Tekankan telapak kakimu ke lantai. Alirkan air dingin ke pergelangan tanganmu. Dan pertimbangkan untuk bekerja sama dengan seseorang yang bisa menyesuaikan pendekatan untukmu secara khusus. Kalau kamu merasa pusing, kemungkinan kamu bernapas lebih keras dari yang seharusnya. Kurangi tenaganya dan tetaplah duduk.

Dan satu hal yang lebih besar. Teknik pernapasan adalah alat untuk menurunkan intensitas di saat itu juga. Ini bukan pengobatan untuk kecemasan, depresi, atau apa pun yang sudah membebanimu selama berminggu-minggu. Kalau kamu merasa terus-menerus mengandalkan trik menenangkan diri hanya untuk melewati hari, atau stresmu terus menggerogoti tidur, pekerjaan, atau orang-orang yang kamu cintai, itu tanda untuk berbicara dengan dokter atau terapis. Membutuhkan dukungan lebih bukan berarti latihan pernapasan gagal. Itu berarti kamu pantas mendapatkan lebih dari sekadar embusan napas, dan bantuan semacam itu memang ada.

Lain kali kamu menangkap dirimu menghela napas sendiri, sadari itu. Tubuhmu sudah diam-diam menjagamu sepanjang waktu. Kamu bisa membantunya sedikit.

Sumber

  1. Stanford Medicine, ‘Cyclic sighing’ can help breathe away anxiety
  2. Cell Reports Medicine (via PubMed Central), Brief structured respiration practices enhance mood and reduce physiological arousal
  3. UCLA Newsroom, UCLA and Stanford researchers pinpoint origin of sighing reflex in the brain
  4. PubMed Central, Do Longer Exhalations Increase HRV During Slow-Paced Breathing?

Gratis, dalam 36 bahasa. Nirlaba, tanpa iklan, tanpa biaya, dan kami tidak pernah menjual data Anda.

Baca perpustakaannya Donasi