Tips singkat
- Temui calon atasanmu dua kali sebelum menjawab.
- Tulis satu Selasa biasa di tiap pekerjaan, sedetail mungkin.
- Minta 48 jam lagi. Hampir semua orang mengiyakan.
Dua perusahaan menginginkanmu. Itulah kenyataan yang ada di bawah spreadsheet yang sudah tiga kali kamu susun, butuh bertahun-tahun untuk sampai ke sini, dan sampai hari Senin kamu bakal lupa menikmatinya.
Satu tawaran hangus hari Jumat. Angkanya cukup berdekatan sampai keduanya menolak memutuskan apa pun, dan tiap kali kamu menata ulang kolomnya, jawabannya bergeser. Itu bukan tanda kamu payah dalam memutuskan. Itu tanda kamu membandingkan hal yang keliru, karena yang paling gampang diukur justru yang paling tidak penting dua tahun lagi.
Jadi ubah apa yang kamu ukur. Bandingkan kedua tawaran itu lewat hal yang menumpuk: siapa atasanmu, apa yang jadi mungkin setelah ini, dan bagaimana rasanya di sebuah Selasa biasa. Begini cara menjalankan perbandingan itu dalam satu malam, lalu berhenti mengungkitnya lagi.
Bagaimana memilih di antara dua tawaran kerja kalau dua-duanya bagus?
Bandingkan hal yang menumpuk, bukan hal yang gampang dijumlahkan. Tiga hal yang menumpuk itu adalah atasan, pintu berikutnya yang dibuka pekerjaan ini, dan tekstur sebuah Selasa biasa.
Tulis kedua masa depan itu selengkapnya sebelum kamu menjawab salah satunya. Bukan daftar plus minus, yang meringkas semuanya jadi hitungan, tapi dua paragraf pendek, ditulis seolah-olah sedang terjadi sekarang, yang menggambarkan sebuah Rabu delapan belas bulan dari sekarang. Kamu bekerja dengan siapa. Apa yang dipercayakan padamu. Apa yang sudah kamu pelajari yang dulu tak kamu tahu. Apa yang kamu bilang ke orang di sebuah pesta waktu mereka tanya kamu kerja apa.
Yang bisa kamu gambarkan dengan detail adalah yang lebih kamu kenal, dan itu benar-benar informasi berguna, bukan firasat mistis. Detail datang dari pertanyaan bagus yang sudah kamu ajukan, dari orang sungguhan yang sudah kamu temui, dan dari pekerjaannya yang sudah kamu pahami. Kalau satu paragraf terasa hidup dan satunya cuma deskripsi lowongan dengan namamu di atasnya, kamu belum punya dua tawaran. Kamu punya satu tawaran dan satu iklan, dan obatnya adalah dua percakapan lagi, bukan satu malam lagi bersama spreadsheet.
Lalu periksa apa yang dimungkinkan masing-masing. Ada pekerjaan yang sebenarnya langit-langit dengan gaji bagus menempel padanya, dan ada yang berupa pintu. Tanyakan pada tiap tawaran: dua tahun lagi aku bakal layak mengerjakan apa yang hari ini belum?
Apa benar atasan lebih penting daripada jabatan?
Benar, dan selisihnya jauh. Gallup memperkirakan bahwa manajer menyumbang setidaknya tujuh puluh persen dari variasi keterikatan karyawan antar unit bisnis, jadi orang yang jadi atasanmu jauh lebih menentukan rasa pekerjaan ini sehari-hari daripada jabatan yang tertulis di surat tawaran.
Minta bertemu dia dua kali, dan minta pertemuan kedua itu terang-terangan. Di tahap tawaran, ini permintaan yang sangat wajar, dan jawabannya sendiri sudah informasi. Manajer yang menyediakan waktu sedang memberitahumu sesuatu tentang bagaimana dia akan memperlakukan waktumu setahun lagi. Yang tak bisa menemukan tiga puluh menit untuk orang yang sedang dia rekrut juga sedang memberitahumu sesuatu.
Ajukan pertanyaan yang susah dijawab dengan slogan. Apa yang terjadi pada orang terakhir di posisi ini. Apa yang dilakukan seseorang di sini dalam enam bulan pertamanya sampai kamu senang sudah merekrutnya. Ceritakan satu kali kamu tak sepakat dengan timmu lalu berubah pikiran. Kapan terakhir kali kamu berhasil membuat seseorang di tim ini naik jabatan, dan apa yang kamu lakukan supaya itu terjadi. Yang terakhir itu sebenarnya pertanyaan soal dukungan nyata, cuma memakai baju sehari-hari, dan jawabannya memisahkan atasan yang bicara dengan orang-orangnya dari atasan yang cuma bicara atas nama mereka.
Ngobrollah dengan seseorang yang bekerja di sana dan tidak duduk di panel rekrutmen. Satu telepon jujur selama dua puluh menit mengalahkan seluruh halaman situs kariernya.
Bagaimana menimbang uang tanpa membiarkannya yang memutuskan?
Ubah kedua tawaran jadi satu angka tahunan, lalu simpan angka itu ke samping untuk sisa malam ini. Gaji adalah masukan paling berisik hari ini dan yang paling gampang dibenahi nanti. Itu justru kebalikan dari beratnya malam ini, dan itulah kenapa hitungannya duluan dan memutuskannya belakangan.
Kerjakan hitungannya dengan benar dulu, karena selisih nyata dan selisih khayalan tak seharusnya terasa sama. Jumlahkan gaji pokok, bonus yang realistis dan bukan yang maksimal, iuran pensiun dari perusahaan, biaya jaminan kesehatan yang keluar dari kantongmu, dan perjalanan pulang pergi dalam uang sekaligus jam. Saham di perusahaan tertutup itu bukan uang tunai dan sebaiknya ditulis di baris terpisah dengan tanda tanya di sebelahnya. Dua tawaran yang tadinya terasa berjauhan sering berakhir berdekatan begitu semuanya duduk dalam satu baris, dan selisih kecil tidak sepadan dengan atasan yang membuatmu ragu.
Kalau selisihnya bertahan setelah dihitung dan jumlahnya besar, perlakukan itu sebagai faktor sungguhan, bukan sesuatu yang memalukan. Uang memang alasan kebanyakan orang pindah. Pew Research menemukan gaji rendah adalah satu dari dua alasan paling sering disebut orang yang berhenti kerja pada 2021, disebut oleh enam puluh tiga persen, seimbang dengan tidak adanya kesempatan untuk maju. Menginginkan lebih banyak bukan cacat karakter dan pustaka ini tidak akan bilang sebaliknya.
Dan sebelum kamu menerima salah satunya, ajukan pertanyaan soal gaji satu kali, dengan tenang, dalam satu kalimat. Hasil terburuknya cuma angkanya tetap sama.
Boleh minta waktu tambahan sebelum menjawab?
Boleh. Mintalah empat puluh delapan jam lagi, tertulis, dengan alasan yang jelas dan tenggat baru yang jelas, dan hampir semua orang bilang boleh.
Kalimatnya pendek: saya sangat tertarik dan ingin memberi jawaban yang matang, bukan jawaban yang terburu-buru, jadi bolehkah saya mengabari paling lambat Kamis siang. Tak ada orang yang sudah enam minggu merekrutmu mau mengulang seluruh prosesnya gara-gara menolak memberimu dua hari.
Tenggat yang mengancam meledak dan sama sekali tak mau bergeser itu data tentang perusahaannya, bukan tentang kamu. Biasanya artinya ada yang berusaha mencegahmu punya informasi, dan informasi yang mereka khawatirkan jarang enak didengar.
Pakai waktu tambahan itu untuk sebuah percakapan, bukan untuk satu spreadsheet lagi. Satu malam hitungan lagi tak akan memunculkan fakta baru. Telepon dua puluh menit dengan orang yang menjalani pekerjaan itu akan.
Bagaimana kalau aku salah pilih?
Ya kamu perbaiki, dan itu lebih mudah daripada rasanya malam ini, karena kebanyakan keputusan kerja adalah pintu dua arah. Kamu bisa keluar lagi. Ada harganya, tapi ini bukan pintu satu arah seperti yang sedang dikatakan tubuhmu yang panik.
Cara memandang ini datang dari tulisan Farnam Street tentang keputusan yang bisa dan tidak bisa dibalik, dan aturan praktisnya sederhana: keputusan yang bisa dibalik diambil cepat, yang tidak bisa dibalik diambil pelan. Pekerjaan yang bisa kamu tinggalkan dalam setahun itu bisa dibalik. Pindah rumah yang mencabut satu keluarga dari akarnya, klausul larangan bersaing yang kamu tanda tangani tanpa dibaca, atau jembatan yang kamu bakar saat pergi, itulah bagian yang benar-benar sulit ditarik kembali, jadi bagian itulah yang pantas dapat jam-jam yang pelan dan hati-hati. Pilah kedua tawaranmu, bagian mana masuk yang mana, dan kamu akan lihat daftar yang benar-benar tak bisa dibalik itu pendek.
Itu juga sebabnya kepanikan ini tidak membayar dirinya sendiri. Tujuan menenangkan diri malam ini bukan supaya ketenangan membuatmu jadi orang yang lebih menyenangkan. Orang yang tidak panik mengajukan pertanyaan kedua di pertemuan dengan calon atasannya, menangkap jawaban yang mengambang, menawar tanpa gemetar, dan tidur cukup supaya tajam hari Kamis. Itu ketenangan yang sedang bekerja, bukan ketenangan sebagai hadiah.
Tulis kedua Selasa itu sebelum kamu menjawab salah satunya
Malam ini, luangkan dua puluh menit. Tulis Selasa biasa di masing-masing pekerjaan, delapan belas bulan ke depan, seolah-olah sedang terjadi sekarang. Lalu baca ulang dan perhatikan mana yang kamu tulis dengan detail dan mana yang kamu tulis dengan kata sifat.
Lalu putuskan, kabari kedua perusahaan dalam sehari, dan berhenti menjalankan perbandingannya. Bagian paling mahal dari keputusan ini bukan salah memilih, tapi mengambilnya empat kali lagi sepanjang tahun depan, di kamar mandi, di mobil, jam dua pagi. Tulis dua atau tiga alasan kenapa kamu memilih seperti itu dan simpan di tempat yang bisa kamu temukan. Enam bulan lagi, waktu pekerjaan baru itu punya minggu yang buruk, kamu bakal ingin membaca apa yang benar-benar kamu tahu, bukan apa yang sekarang bisa kamu ingat.
Ada dua perusahaan yang berebut kamu. Pilih yang membuatmu lebih berbahaya dua tahun lagi, lalu pergilah dan buktikan kamu memang pantas ditawari.