Langsung ke konten utama

UANG · DANA DARURAT

Rencana lima hari untuk minggu saat tagihan besar datang

Beri tagihan besar yang tak terduga lima hari, bukan lima menit: hari pertama kamu membacanya dan tidak membayar apa pun, hari kedua kamu menelepon dan bertanya cicilan seperti apa yang mereka tawarkan. Lima hari yang tenang hampir selalu lebih murah daripada satu malam yang terburu-buru.

Seorang perempuan berdiri di dapur yang terang, berbicara dengan tenang di telepon genggamnya.

Foto oleh Centre for Ageing Better di Unsplash

Kamu sedang berkembang, sedang membangun sesuatu, dan kamu menghadapi hal-hal yang jauh lebih berat dari ini di tempat kerja, hampir setiap minggu. Lalu, muncul satu angka yang tidak pernah kamu rencanakan. Transmisi mobil yang tiba-tiba rusak. Biaya ke dokter hewan. Surat dari kantor pajak dengan angka yang sama sekali tidak masuk akal.

Kebanyakan orang menghadapi angka itu dengan cepat. Mereka membuka aplikasi jam sebelas malam, membayarnya dengan kartu kredit, dan pada hari Rabu semuanya sudah "selesai", padahal biaya untuk menyelesaikannya diam-diam sudah berlipat dua.

Inilah alternatifnya, dan inilah inti dari seluruh artikel ini. Beri tagihan itu waktu lima hari. Bukan lima menit, bukan lima minggu. Lima hari, dengan satu tugas untuk setiap harinya. Jumlah yang harus dibayar tidak berubah. Yang berubah adalah siapa yang mengambil keputusan, karena orang yang sudah tidur dua malam dan menelepon dua kali adalah negosiator yang berbeda dibanding orang yang berdiri di dapur tengah malam dengan jempol di atas tombol pembayaran.

Apa yang harus saya lakukan pertama kali saat tagihan besar dan tak terduga datang?

Baca dua kali, dan jangan bayar apa pun selama dua puluh empat jam. Hampir tidak ada tagihan dalam hidup sehari-hari yang harus dibayar tepat pada hari saat kamu menerimanya, dan sehari menunggu tidak merugikanmu sama sekali, sementara keputusan yang dibuat malam ini bisa menutup jalan-jalan yang lebih murah untuk membayarnya.

Hari pertama adalah hari membaca. Baca seluruh dokumennya, termasuk tulisan kecil di bawah angka utama. Kamu mencari empat hal dan menuliskannya di satu halaman: jumlah tagihan, tanggal jatuh tempo yang sebenarnya, siapa yang harus dihubungi, dan nomor referensi. Perhatikan apa yang tertulis di halaman itu, bukan apa yang kamu ingat kamu lihat, karena tagihan tidak selalu mengatakan apa yang terlintas di sepuluh detik pertama. Ada baris yang dobel. Ada layanan yang sudah dibayar. Ada tanggal yang ternyata tiga minggu lebih lama dari yang dikira perutmu yang mulas.

Setelah itu, tutup. Jangan buka aplikasi bank malam ini, dan jangan bilang ke dirimu sendiri bahwa kamu akan memikirkannya, karena memikirkannya tengah malam bukan berpikir, itu hanya mengulang-ulang kecemasan. Hari pertama selesai dengan empat fakta di atas selembar kertas, dan belum ada yang dibayar. Itu hari yang tuntas, bukan hari yang ditunda, dan bedanya penting, karena orang yang merasa dirinya menghindari sesuatu akan tidur lebih buruk dibanding orang yang tahu apa tugasnya besok.

Apakah saya benar-benar bisa meminta rencana pembayaran untuk tagihan?

Ya, dan inilah jam paling berharga dari lima hari ini. Rencana pembayaran adalah hal yang lumrah di penagih-penagih besar, mulai dari rumah sakit dan klinik, perusahaan utilitas, bengkel, pemilik rumah sewa, sampai kantor pajak, dan itu jarang ditawarkan sebelum kamu memintanya.

Ini bukan kebaikan hati, dan ini bukan pengajuan keringanan karena kesulitan ekonomi. Ini adalah produk standar. Internal Revenue Service (kantor pajak Amerika Serikat) mempublikasikan formulir pengajuan rencana pembayaran daring di situs resminya, dengan pilihan rencana jangka pendek atau cicilan bulanan yang lebih panjang. Perusahaan utilitas punya program cicilan untuk tunggakan. Rumah sakit punya opsi cicilan dan meja bantuan keuangan. Bengkel sering membolehkan biaya perbaikan dicicil dua bulan, apalagi kalau mobilnya memang akan kembali ke sana.

Hari kedua adalah satu telepon, atau dua kalau orang pertama yang kamu hubungi tidak bisa membantu. Kamu tidak sedang meminta belas kasihan siapa pun. Kamu sedang menanyakan syarat dan ketentuan dari sebuah usaha, dan itu adalah pertanyaan yang berhak kamu ajukan untuk apa pun yang kamu beli.

Apa tepatnya yang harus saya katakan di telepon?

Ucapkan satu kalimat, lalu berhenti bicara: “Saya ingin membayar ini lunas, tapi saya perlu mencicilnya. Rencana pembayaran apa yang tersedia?” Lalu biarkan mereka menjawab, karena tawaran pertama yang mereka sebut jarang menjadi tawaran terbaik, dan biasanya tawaran keduanya yang lebih baik.

Ada tiga hal yang membuat telepon itu berjalan lancar. Siapkan nomor referensi dan empat fakta dari hari pertama di depanmu, supaya kamu tidak perlu mencari-cari sementara orang lain menunggu di telepon. Minta ketentuannya secara tertulis, lewat email, sebelum kamu menyetujui apa pun, karena rencana yang hanya ada di dalam percakapan telepon bukanlah rencana yang mengikat. Dan tanyakan satu hal susulan yang hampir tidak pernah ditanyakan orang: “Apakah biaya keterlambatan atau bunga berhenti selama saya mengikuti rencana ini?” Kadang iya, kadang tidak, dan mengetahui jawabannya akan mengubah hitung-hitungan untuk sisa minggu ini.

Catat nama orang yang menerima teleponmu dan jam kamu menelepon. Itu hanya butuh lima detik, tapi bisa menyelesaikan perdebatan di kemudian hari.

Dari mana uangnya kalau saya memang tidak punya?

Hari ketiga dan keempat adalah waktu untuk mencari uang dengan urutan yang paling murah, dan urutan ini lebih penting daripada jumlah totalnya. Uang tunai yang sudah kamu miliki lebih baik daripada rencana cicilan dari penagih, yang lebih baik daripada kartu kredit, yang lebih baik daripada apa pun yang datang lewat pesan singkat yang menawarkan bantuan.

Tulis urutannya dan jalani satu per satu. Pertama, uang yang sudah diam tersimpan, termasuk dana darurat kalau kamu punya, karena inilah tepatnya fungsi dana darurat, dan memakainya di sini adalah keberhasilan, bukan kegagalan. Kedua, rencana cicilan dari hari kedua, yang seringkali tanpa bunga sama sekali. Ketiga, uang yang bisa kamu geser, bukan uang yang harus kamu cari: hentikan sementara satu langganan, lewatkan satu pesanan antar, turunkan satu paket selama dua bulan. Keempat, dan baru keempat, meminjam. Kalau meminjam, pinjam jumlah yang jelas untuk jangka waktu yang jelas, bukan pinjaman terbuka yang masih akan kamu tanggung bulan-bulan mendatang.

Kebanyakan rencana lima hari ini tidak pernah sampai ke langkah keempat. Orang-orang mengambil kartu kredit tengah malam bukan karena langkah-langkah sebelumnya gagal, tapi karena tidak ada yang menuliskannya secara berurutan.

Mengapa lima hari lebih baik daripada lima menit?

Karena yang mahal bukan tagihannya, tapi keburu-buruannya. Lima hari yang dijalani dengan sengaja tidak merugikanmu sama sekali, dan biasanya justru menemukan cara membayar yang lebih murah, sementara lima menit yang cepat jam sebelas malam hanya akan menemukan jalan pertama yang terlihat. Bedanya ada pada berapa banyak jalan keluar yang bisa kamu lihat ketika kamu tidak terburu-buru.

Lihat apa yang sebenarnya kamu dapatkan dari satu minggu itu. Satu hari membaca menemukan tanggal jatuh tempo yang sebenarnya. Satu telepon menemukan skema cicilan tanpa bunga. Dua hari menata ulang keuangan menemukan uang yang sebenarnya sudah menjadi milikmu. Semua itu bukan trik keuangan yang rumit, semuanya tersedia untuk siapa saja, dan semuanya tidak terlihat oleh orang yang bergerak cepat, karena kecepatan menyempitkan pandangan hanya pada jalan keluar pertama.

Ada satu hal lagi yang kamu dapatkan, dan nilainya lebih besar dari uang itu sendiri. Kamu membuktikan pada dirimu sendiri bahwa satu angka besar yang datang tanpa pemberitahuan, tidak berhak mengambil kendali atas bulanmu. Itu adalah kemampuan yang bisa diulang, dan kemampuan yang sama juga membuatmu bisa menahan diri untuk tidak langsung bicara saat negosiasi gaji, atau membaca ulang email yang berat sebelum membalasnya. Federal Reserve Board (bank sentral Amerika Serikat) telah menjalankan Survey of Household Economics and Decisionmaking setiap tahun sejak 2013 untuk mengukur kondisi rumah tangga dan mengenali risiko keuangan mereka, yang pada dasarnya berarti minggu seperti ini adalah bagian biasa dan lumrah dari kehidupan rumah tangga, bukan sebuah kegagalan pribadi. Angka-angka itu memang akan datang. Yang membedakan orang adalah cara mereka menghadapinya.

Sebenarnya, minggu setelahnya itu untuk apa?

Pada hari kelima, kamu punya jadwal, bukan sekadar keputusan. Tiga atau empat tanggal, dengan jumlah di sampingnya, di satu halaman yang bisa kamu lihat tanpa membuat dadamu sesak. Letakkan tanggal-tanggal itu di tempat yang sama dengan catatan keuanganmu setiap bulan, karena tanggal yang berdampingan dengan yang lain akan benar-benar kamu penuhi, dan mencoret satu per satu adalah satu-satunya bagian yang benar-benar memuaskan dari membayar tagihan.

Lalu, kembali bekerja. Ini bukan kalimat penutup yang asal. Alasan mengurus tagihan dengan cara ini bukan supaya kamu jadi orang yang lebih berhati-hati. Alasannya adalah cara ini mengembalikan perhatianmu yang seharusnya akan habis termakan selama tiga bulan ke depan kalau kamu memutuskan dengan cepat, dan perhatian adalah bahan dasar dari semua hal yang sedang kamu bangun. Orang yang menghadapi kejadian mendadak dengan perlahan bukanlah orang yang lambat. Merekalah yang masih terus melaju kencang di tahun keduabelas, karena mereka tidak membayar bunga atas keputusan yang dibuat saat panik.

Satu hal terakhir, dan ini kalimat paling berguna di seluruh artikel ini. Apa pun bentuk tagihan ini, catat berapa besar biaya tetap bulananmu yang bisa ditutupi olehnya. Angka itulah ukuran dana darurat pertamamu, dan minggu ketika tagihan besar datang adalah justru minggu paling tepat dalam setahun untuk mulai membangunnya.

Sumber