Tips singkat
- Baca dua kali di hari pertama dan jangan bayar apa pun.
- Ajukan satu pertanyaan: cicilan seperti apa yang kalian tawarkan?
- Tutup minggu ini dengan tanggal di atas kertas, bukan angka di kepala.
Kamu bekerja, kamu sedang membangun sesuatu, dan hampir setiap minggu kamu menangani hal yang lebih berat dari ini di tempat kerja. Lalu datang satu angka yang tidak pernah kamu rencanakan. Transmisi mobil. Dokter hewan. Surat dari kantor pajak dengan angka yang tidak cocok dengan apa pun di kepalamu.
Kebanyakan orang menghadapi angka itu dengan cepat. Mereka membuka aplikasi jam sebelas malam, mereka bayar pakai kartu, dan hari Rabu urusannya beres, tapi biaya untuk membereskannya diam-diam sudah menjadi dua kali lipat.
Ini pilihan yang lain, dan inilah inti seluruh tulisan ini. Beri tagihan itu lima hari. Bukan lima menit, bukan lima minggu. Lima hari, dengan satu tugas untuk masing-masing hari. Jumlah yang harus dibayar tidak berubah. Yang berubah adalah siapa yang mengambil keputusan, karena orang yang sudah tidur dua malam dan menelepon dua kali adalah perunding yang berbeda dari orang yang berdiri di dapur tengah malam dengan jempol menggantung di atas tombol bayar.
Apa yang harus kulakukan lebih dulu saat tagihan besar yang tak terduga datang?
Baca dua kali dan jangan bayar apa pun selama dua puluh empat jam. Hampir tidak ada tagihan dalam hidup sehari-hari yang jatuh tempo di hari ia sampai ke tanganmu, dan menunggu sehari sama sekali tidak ada biayanya, sementara keputusan yang diambil malam ini justru menutup jalan-jalan yang lebih murah untuk membayarnya.
Hari pertama adalah hari membaca. Baca seluruh dokumennya, termasuk tulisan kecil di bawah angka itu. Kamu sedang mencari empat hal dan kamu menuliskannya di satu lembar: jumlahnya, tanggal jatuh tempo yang sebenarnya, siapa yang harus dihubungi, dan nomor referensinya. Lihat apa yang benar-benar tertulis, bukan apa yang kamu ingat sempat terlihat, karena tagihan tidak selalu berbunyi seperti dugaan sepuluh detik pertama. Ada baris yang dobel. Ada layanan yang sudah dibayar. Ada tanggal yang ternyata tiga minggu lebih jauh daripada tanggal yang dipilih oleh perutmu.
Lalu tutup. Jangan buka aplikasi bank malam ini, dan jangan bilang ke diri sendiri bahwa kamu akan memikirkannya, karena memikirkannya tengah malam itu bukan berpikir, itu mengulang-ulang. Hari pertama berakhir dengan empat fakta di kertas dan tidak ada yang dibayar. Itu hari yang selesai, bukan hari yang ditunda, dan bedanya penting, karena orang yang merasa sedang menghindar tidurnya lebih buruk daripada orang yang tahu apa tugasnya besok.
Apa benar aku boleh minta cicilan untuk sebuah tagihan?
Boleh, dan inilah satu jam paling menguntungkan dari lima hari ini. Kesepakatan pembayaran bertahap itu hal biasa di penagih besar, mulai dari rumah sakit dan klinik sampai perusahaan listrik dan air, bengkel, pemilik kontrakan dan kantor pajak, dan hampir tidak pernah ditawarkan sebelum kamu bertanya.
Ini bukan belas kasihan dan ini bukan pengajuan keringanan untuk orang susah. Ini produk standar. Internal Revenue Service (kantor pajak Amerika Serikat) menerbitkan formulir pengajuan kesepakatan pembayaran online di situsnya sendiri, yang menawarkan rencana jangka pendek atau kesepakatan angsuran bulanan yang lebih panjang. Perusahaan utilitas punya program pelunasan tunggakan. Rumah sakit punya opsi angsuran dan meja bantuan keuangan. Bengkel sering mau membagi biaya perbaikan menjadi dua bulan kalau mobilnya toh akan kembali ke sana.
Hari kedua adalah satu panggilan telepon, atau dua kalau orang pertama tidak bisa membantumu. Kamu tidak sedang meminta siapa pun berbaik hati. Kamu sedang menanyakan syarat dan ketentuan sebuah perusahaan, dan itu pertanyaan yang berhak kamu ajukan tentang apa pun yang kamu beli.
Apa persisnya yang kukatakan di telepon?
Ucapkan satu kalimat lalu diam: "Saya mau melunasi ini dan saya perlu mencicilnya. Cicilan seperti apa yang kalian tawarkan?" Lalu biarkan mereka menjawab, karena hal pertama yang mereka sebut jarang jadi penawaran terbaik mereka, dan yang kedua sering kali iya.
Ada tiga hal yang membuat panggilan itu berjalan baik. Siapkan nomor referensi dan empat fakta dari hari pertama di depanmu, supaya kamu tidak sibuk mencari sementara orang lain menunggu. Minta syaratnya tertulis, lewat email, sebelum kamu menyetujui apa pun, karena rencana yang hanya ada di dalam satu panggilan telepon bukanlah rencana. Dan ajukan pertanyaan lanjutan yang hampir tidak pernah ditanyakan orang: "Apakah ini menghentikan denda keterlambatan atau bunga selama saya ikut program cicilan?" Kadang iya, kadang tidak, dan tahu yang mana akan mengubah hitung-hitungan sisa minggu ini.
Catat nama orang yang berbicara denganmu dan jam kamu menelepon. Butuh lima detik, dan itulah yang menyelesaikan perdebatan di kemudian hari.
Dari mana uangnya kalau aku memang tidak punya?
Hari ketiga dan keempat dipakai untuk mencari uangnya dengan urutan yang paling murah, dan urutannya lebih penting daripada totalnya. Uang tunai yang sudah kamu pegang lebih baik daripada cicilan dari penagih, yang lebih baik daripada kartu kredit, yang lebih baik daripada apa pun yang datang lewat SMS sambil menawarkan bantuan.
Tulis urutannya dan kerjakan berurutan. Pertama, uang yang memang sedang diam, termasuk dana darurat kalau kamu punya, karena untuk inilah dana darurat ada dan memakainya di sini adalah keberhasilan, bukan kegagalan. Kedua, cicilan dari hari kedua, yang sering kali tanpa bunga sama sekali. Ketiga, uang yang bisa kamu geser, bukan uang yang bisa kamu hasilkan: langganan yang dijeda, pesanan antar yang dilewati, paket yang diturunkan selama dua bulan. Keempat, dan baru keempat, berutang. Kalau kamu berutang, pinjamlah jumlah yang jelas untuk jumlah bulan yang jelas, bukan pinjaman terbuka yang masih kamu tanggung sampai tahun depan.
Kebanyakan rencana lima hari tidak pernah sampai ke langkah keempat. Orang meraih kartu kredit tengah malam bukan karena langkah-langkah sebelumnya gagal, tapi karena tidak ada yang pernah menuliskannya secara berurutan.
Kenapa lima hari lebih baik daripada lima menit?
Karena bukan tagihannya yang mahal, tapi terburu-burunya. Lima hari yang tenang tidak ada biayanya dan hampir selalu memunculkan cara membayar yang lebih murah, sementara lima menit cepat jam sebelas malam cuma pernah menemukan pintu keluar yang pertama. Bedanya ada pada berapa banyak pintu keluar yang bisa kamu lihat saat kamu tidak sedang terburu-buru.
Lihat apa yang sebenarnya kamu dapat dari minggu itu. Satu hari membaca menemukan tanggal jatuh tempo yang sebenarnya. Satu panggilan telepon menemukan jadwal tanpa bunga. Dua hari menata urutan menemukan uang yang memang sudah milikmu. Tidak ada yang canggih soal keuangan di situ, semuanya bisa dilakukan siapa saja, dan semuanya tidak terlihat oleh orang yang bergerak dengan kecepatan tinggi, karena kecepatan mempersempit pandangan sampai tinggal pintu keluar yang pertama.
Ada satu hal kedua yang kamu dapat, dan nilainya lebih besar daripada uangnya. Kamu membuktikan kepada dirimu sendiri bahwa angka besar yang datang tanpa pemberitahuan tidak berhak mengatur bulanmu. Itu keterampilan yang bisa diulang, dan itu keterampilan yang sama yang membuatmu sanggup menahan diam dalam pembicaraan gaji atau membaca ulang email yang berat sebelum membalas. Federal Reserve Board menjalankan Survey of Household Economics and Decisionmaking setiap tahun sejak 2013 untuk mengukur bagaimana keadaan rumah tangga dan menandai risiko terhadap keuangan mereka, yang kalau dibilang sederhana artinya minggu seperti ini adalah bagian biasa dari hidup berumah tangga, sesuatu yang memang diukur orang, bukan kegagalan pribadi. Tagihan seperti ini memang datang. Yang membedakan orang adalah cara yang mereka pakai untuk menyambutnya.
Untuk apa sebenarnya minggu berikutnya
Sampai hari kelima kamu punya jadwal, bukan keputusan. Tiga atau empat tanggal, dengan jumlah di sebelah masing-masing, di selembar kertas yang bisa kamu lihat tanpa dada terasa sesak. Taruh tanggal-tanggal itu di tempat kamu menyimpan angka-angka bulananmu, karena tanggal yang duduk berdampingan dengan semua yang lain adalah tanggal yang benar-benar akan kamu penuhi, dan mencoretnya satu per satu adalah satu-satunya bagian yang betul-betul enak dari membayar tagihan.
Lalu kembalilah bekerja. Ini bukan kalimat basa-basi. Alasan mengurus tagihan dengan cara ini bukan supaya kamu menjadi orang yang hati-hati. Alasannya, cara ini mengembalikan perhatian yang akan dimakan oleh keputusan cepat selama tiga bulan berikutnya, dan perhatian adalah bahan mentah dari semua yang sedang kamu bangun. Orang yang menangani guncangan dengan pelan bukan orang yang lambat. Merekalah yang masih melaju kencang di tahun kedua belas, karena mereka tidak membayar bunga atas keputusan yang diambil saat sedang goyah.
Satu hal terakhir, dan ini kalimat paling berguna di sini. Apa pun tagihan ini ternyata, catat berapa jumlah biaya tetapmu untuk satu bulan. Angka itulah ukuran dana daruratmu yang pertama, dan minggu saat tagihan besar datang adalah satu-satunya minggu dalam setahun ketika kamu benar-benar ingin mulai membangunnya.
Sumber
- Internal Revenue Service, Pengajuan kesepakatan pembayaran online
- Consumer Financial Protection Bureau, Penagihan utang
- Federal Reserve Board, Survey of Household Economics and Decisionmaking