Tips singkat
- Catat biaya bahan sampai ke helai benangnya.
- Bayar dirimu dengan tarif yang kamu terima dari orang asing.
- Bulatkan ke atas, lalu diamkan angkanya seminggu.
Kamu sudah membuat barangnya dan hasilnya bagus. Kamu tahu itu bagus, karena kamu membuat tiga versi lalu membuang dua, dan yang tergeletak di meja di depanmu adalah yang bertahan. Yang belum ada cuma satu angka, dan angka itu sudah kamu ketik lalu kamu hapus lima kali malam ini.
Ini bagian yang tidak pernah dikatakan orang keras-keras. Menentukan harga bukan ujian seberapa besar kamu percaya pada dirimu sendiri. Itu hitungan, dikerjakan sekali saja, sekitar dua puluh menit, dengan selembar kertas dan angka asli dari rekeningmu sendiri. Begitu hitungannya selesai, kamu punya harga yang bisa kamu ucapkan tanpa suaramu berubah, karena kamu bisa menjelaskan setiap bagiannya. Harga yang bisa kamu pertahankan adalah harga yang berhenti kamu perdebatkan dengan diri sendiri, dan orang yang berhenti memperdebatkan harganya mendapat satu jam penuh itu kembali untuk membuat karya berikutnya.
Bagaimana cara menghitung harga barang yang kubuat sendiri?
Jumlahkan tiga hal lalu bulatkan ke atas: bahan, jam kerjamu dengan tarif yang kamu terima dari orang asing, dan bagian biaya tetapmu yang jatuh ke barang ini. Kerjakan di atas kertas dengan angka asli, bukan di kepala, karena versi yang ada di kepala selalu meninggalkan sesuatu.
Sekali dihitung, untuk sebuah benda. Sebuah pot keramik: sebelas dolar untuk tanah liat, glasir dan pembakaran. Dua jam kerja dengan tarif tiga puluh dolar per jam. Lalu sekitar enam dolar dari sewa studio bulan itu, listrik tungku, kemasan dan biaya pasang iklan, dibagi ke dua puluh barang yang benar-benar akan terjual. Sebelas ditambah enam puluh ditambah enam sama dengan tujuh puluh tujuh. Bulatkan ke delapan puluh lima.
Dihitung lagi, untuk satu jam kerja. Ambil penghasilan setahun yang kamu inginkan lalu bagi dengan jam yang benar-benar bisa kamu tagih, yang tidak pernah empat puluh jam seminggu dan biasanya lebih dekat ke separuhnya begitu kamu ikut menghitung waktu membuat penawaran, urusan administrasi dan pekerjaan yang tidak dibayar. Tambahkan biaya tetapmu: software, asuransi, perangkat, akuntan. Lalu tambahkan pajak, angka yang paling sering dilupakan orang sama sekali.
Dua angka, dua puluh menit, dan kolom harga tidak kosong lagi.
Berapa tarif per jam yang pantas kubayarkan untuk diriku sendiri?
Pakai tarif yang akan kamu terima dari orang asing yang ingin menyewa jasamu besok, bukan tarif yang kamu sebut ke teman. Lalu cocokkan dengan biaya sebenarnya dari bekerja untuk diri sendiri, karena satu jam milikmu bukan produk yang sama dengan satu jam seorang karyawan.
Kesalahan yang paling umum adalah diam-diam membandingkan diri dengan gaji. Satu jam bergaji datang bersama cuti berbayar, software yang dibayari orang lain, perusahaan yang menanggung separuh pajak gaji, dan bayaran yang tetap masuk ada pekerjaan atau tidak. Jam milikmu tidak datang dengan satu pun dari itu. Di Amerika Serikat, tarif pajak untuk pekerja mandiri adalah 15.3 persen, terdiri dari 12.4 persen untuk Social Security (jaminan sosial di sana) dan 2.9 persen untuk Medicare, dan itu berada di atas pajak penghasilan. Berapa pun angka yang tadi hendak kamu tulis, hal itu saja sudah jadi alasan untuk menganggapnya terlalu rendah.
Uji orang asing bekerja karena ia memindahkan pertanyaannya dari perasaanmu ke bukti. Kamu sudah tahu kira-kira berapa yang akan kamu bayarkan kepada orang dengan keahlian sepertimu untuk mengerjakan ini untukmu. Bayarkan itu ke dirimu sendiri. Kalau mengucapkannya terasa tidak nyaman, itu bukan sinyal tentang harga, itu soal berbicara, dan itu beres dengan menyebut angkanya beberapa kali sebelum ada yang bertanya.
Biaya apa saja yang lupa dimasukkan orang ke dalam harga?
Yang kecil-kecil dan berulang, selalu: biaya platform dan pembayaran, bahan pengiriman, langganan software, pesanan yang bermasalah, dan satu jam administrasi yang diam-diam diambil setiap penjualan. Tidak satu pun tampak pada barang di depanmu, dan justru karena itulah semuanya akhirnya keluar dari bayaranmu sendiri.
Catat semuanya selama satu bulan yang sungguhan, jangan cuma dikira-kira.
- Biaya platform dan pemrosesan pembayaran di setiap penjualan.
- Kardus, lakban, kertas tisu, label, dan perjalanan untuk mengirimnya.
- Software, hosting, dan alat yang kamu lupa masih menagihmu.
- Satu barang dari sepuluh yang tiba dalam keadaan rusak dan harus diganti.
- Satu jam per pesanan untuk membalas pesan, mengemas dan mengabari.
Lalu bagi total bulanan itu dengan jumlah barang yang kamu jual dalam sebulan, dan tambahkan hasilnya ke setiap harga. Inilah beda antara usaha yang sibuk dan usaha yang membayarmu.
Apa angka di bawah angka itu?
Tulis lantai di bawah hargamu, jauh-jauh hari, dan jangan turun di bawahnya. Lantai itu adalah bahan ditambah biaya tetap ditambah tarif per jam terendah yang masih membuatmu senang bekerja, dan tugasnya adalah mengubah setiap obrolan diskon menjadi keputusan dua detik, bukan dua hari.
Rasa ciut saat menyebut angkanya bukan tanda bahwa harganya salah. Itu tanda bahwa kamulah yang harus mengucapkannya. Angka yang sudah kamu periksa dua kali dan masih membuatmu ragu sejenak biasanya sudah berada di lingkungan yang benar, karena cuma kamu yang tahu betapa mudahnya pekerjaan itu terasa, dan kemudahan itu tidak terlihat oleh siapa pun dan tidak ada hubungannya dengan nilai barangnya.
Tetapkan harganya. Lalu diamkan seminggu dan biarkan orang sungguhan yang bereaksi, bukan rasa gugupmu. Mengubah harga karena bukti itu strategi. Mengubahnya jam sebelas malam karena dua hari tidak ada yang membeli adalah pajak yang ditagih tekanan tak terkendali kepada karya yang bagus, dan itu kebiasaan paling mahal di seluruh artikel ini.
Apa yang kukatakan kalau ada yang minta diskon?
Satu kalimat, dan kalimat itu menyebut apa yang bisa kamu ubah, bukan harganya. "Saya tidak bisa turun dari angka itu, tapi saya bisa mengerjakannya tanpa jahitan tangan seharga seratus empat puluh, atau saya bisa menahan yang ini untuk Anda sampai tanggal lima belas."
Kamu tidak wajib menjelaskan biayamu, membenarkan jam kerjamu, atau minta maaf soal angkanya. Diskon yang diberikan cepat mengajari pelanggan berikutnya untuk meminta dan mengajari kamu untuk kesal pada pesanan itu. Menawarkan versi yang lebih kecil, tenggat yang lebih panjang, atau pembayaran yang dicicil menjaga harganya tetap utuh dan tetap memberi orang itu jalan sungguhan menuju iya.
Kalau mereka pergi, ya sudah. Orang yang cuma mau kalau setengah harga bukan pelanggan yang kamu kehilangan, dia pelanggan yang memang tidak pernah kamu punya, dan jam-jam yang tidak kamu habiskan bekerja di bawah lantaimu adalah jam yang tersedia untuk orang yang membayar penuh.
Sebutkan angka aslimu ke orang berikutnya
Ada satu langkah yang tidak membebanimu sepeser pun dan mengubah pasar tempat kamu berdiri. Kalau ada orang yang lebih baru bertanya bagaimana kamu menentukan harga sesuatu, berikan angka yang sebenarnya. Bukan metodenya, bukan "tergantung", bukan rentang yang begitu lebar sampai tidak berarti apa-apa. Tanah liatnya sebelas dolar, jamnya dua, tarifnya tiga puluh, harganya delapan puluh lima.
Harga yang terlalu murah bertahan hampir sepenuhnya karena kesunyian. Tidak ada yang mengatakan terang-terangan berapa yang benar-benar dia tagih, jadi semua orang mengira dirinya yang paling mahal lalu diam-diam menurunkan, dan satu bidang utuh membujuk dirinya sendiri untuk bekerja gratis. Satu orang yang menjawab jujur mematahkan itu untuk semua orang yang dia beri tahu, dan orang-orang itu memberi tahu yang lain. Informasi adalah satu-satunya hal di sini yang bisa kamu serahkan tanpa kehilangan satu pelanggan pun, dan orang yang kamu beri tahu akan ingat siapa yang memberitahunya.
Jadi kerjakan hitungannya malam ini. Tulis harganya, tulis lantainya di bawah, dan ucapkan keduanya sampai terdengar membosankan. Lalu pergilah dan tagih angka itu, dan pakai satu jam yang tadinya habis untuk ragu itu buat membuat karya berikutnya.
Sumber
- Internal Revenue Service, Pajak pekerja mandiri (pajak Social Security dan Medicare)
- U.S. Small Business Administration, Rencanakan usahamu
- Federal Reserve Banks, 2025 Report on Nonemployer Firms