Skip to main content
Donasi

KEHADIRAN · RUANGAN ITU

Cara masuk ke ruangan saat kamu tidak kenal siapa pun

Hampiri tepi kelompok bertiga, tunggu jeda, lalu buka dengan bertanya, bukan memperkenalkan diri: "Apa yang bikin kamu datang ke acara ini?" Pasang target dua percakapan dan pulang begitu tercapai.

Tiga orang berdiri mengobrol di samping sebuah meja

Foto oleh Brooke Cagle di Unsplash

Tips singkat

  • Masuk ke kelompok bertiga, jangan ke yang berdua.
  • Buka dengan pertanyaan, bukan jabatanmu.
  • Berhenti di dua percakapan yang layak dilanjutkan.

Kamu berdiri tepat di dalam pintu sebuah resepsi, memegang minuman yang sebenarnya tidak kamu inginkan, dan semua kelompok di ruangan itu terlihat tertutup. Kamu datang karena satu alasan. Ada dua atau tiga orang di sini yang layak kamu kenal, dan malam ini terbayar dengan sendirinya kalau kamu berhasil sampai ke mereka.

Kabar baiknya dulu. Ini soal aritmetika, bukan karisma. Tidak ada satu pun orang di ruangan itu yang sedang memasang kepribadian yang harus kamu imbangi. Mereka berdiri melingkar karena lingkaran memang bentuk yang dibuat manusia, dan setiap lingkaran membuka celah kira-kira sekali semenit. Semuanya cuma soal lingkaran mana yang kamu hampiri, apa yang kamu ucapkan setibanya di sana, dan kapan kamu mengizinkan dirimu pergi.

Ini versi yang berhasil untuk orang yang tidak menikmati acara semacam ini. Untuk yang menikmatinya pun sama berhasilnya.

Kelompok mana yang sebaiknya kuhampiri?

Kelompok bertiga. Kelompok bertiga punya celah alami dan tempat berdiri yang alami. Yang berdua tidak punya, dan kelompok berenam sudah punya percakapan sendiri, yang akan kamu potong alih-alih kamu ikuti.

Yang berdua biasanya percakapan yang punya topik, sering kali topik pribadi, dan datang di samping bahu mereka membuatmu jadi orang ketiga yang harus mengusahakan tempatnya. Kelompok bertiga sudah berupa lingkaran, artinya bentuknya sudah muat untuk orang keempat, dan hampir selalu ada satu dari ketiganya yang mendengarkan setengah hati dan senang kalau ada yang baru.

Hampiri tepinya, bukan tengahnya. Berdirilah pada jarak yang wajar di sisi yang terbuka, dan tunggu kalimat yang sedang berjalan itu selesai. Jangan bicara selama kalimat itu berjalan. Begitu selesai, kebanyakan kelompok akan memutar badan sedikit untuk memberi tempat, karena begitulah manusia, dan putaran badan itulah undanganmu. Kalau dalam sekitar lima belas detik tidak juga datang, tersenyumlah lalu melangkah pergi. Tidak terjadi apa-apa. Tidak ada yang menghitung.

Apa yang kuucapkan pertama kali?

Tanyakan sesuatu, jangan mengumumkan dirimu. "Apa yang bikin kamu datang ke acara ini?" berhasil di hampir semua ruangan, dan itu menyodorkan sesuatu yang gampang dijawab, bukan nama dan jabatan yang harus mereka nilai.

Perkenalan menempatkanmu di depan sebuah penilaian. Pertanyaan menempatkanmu di dalam sebuah percakapan. Ia sekaligus menyelesaikan masalahmu sendiri, yaitu kamu belum tahu apa yang penting bagi orang-orang ini, dan jawaban mereka memberitahumu dalam waktu sekitar sepuluh detik.

Dua atau tiga lagi yang selalu bisa dipakai di mana saja:

  • "Apa yang bikin kamu datang ke acara ini?"
  • "Kalian saling kenal dari mana?"
  • "Kalian tadi lagi bahas sesuatu. Soal apa?"

Lalu dengarkan sungguh-sungguh dan ajukan pertanyaan kedua tentang jawaban mereka. Pertanyaan kedua adalah tempat sebuah percakapan benar-benar dimulai. Hampir tidak ada yang menanyakannya, jadi menanyakannya adalah seluruh perbedaan antara diingat sebagai orang yang berbicara dan diingat sebagai orang yang benar-benar tertarik.

Berapa lama aku harus bertahan di sana?

Sampai kamu punya dua percakapan yang benar-benar ingin kamu lanjutkan hari Senin. Setelah itu pulang, entah itu makan waktu empat puluh menit atau tiga jam.

Targetnya justru intinya. Tanpa target, malam itu berubah jadi berputar-putar, dan itulah yang bikin acara semacam ini melelahkan sekaligus tidak menghasilkan apa-apa. Tiga jam memindai ruangan menghasilkan kantong penuh kartu nama dan nol hasil di hari Senin. Dua percakapan sungguhan menghasilkan dua email yang memang ingin kamu kirim.

Baca itu dengan benar. Ini bukan izin untuk berbuat lebih sedikit. Ini malam yang dikonversi, bukan malam yang dihabiskan, dan inilah beda antara usaha dan hasil, pembedaan yang sama yang akan kamu pakai untuk jenis pekerjaan apa pun. Tetapkan angkanya sebelum kamu masuk, capai, lalu pulang selagi kamu masih suka sama orang.

Apa yang dihitung sebagai satu dari dua itu layak kamu putuskan lebih dulu, karena begitu berada di lokasi semua orang menilai dirinya dengan murah hati. Sebuah percakapan baru dihitung kalau kamu tahu satu hal spesifik yang sedang dikerjakan orang itu dan kamu punya alasan nyata untuk menghubunginya. Bukan "kami cocok, kok". Alasan itu misalnya: tautan yang kamu janjikan akan kamu kirim, perkenalan yang kamu tawarkan, pertanyaan yang tidak bisa kamu jawab di tempat. Kalau sambil berdiri di situ kamu tidak bisa menyebut alasannya, percakapan itu menyenangkan dan bukan salah satu dari dua. Lanjut jalan.

Bagaimana kalau nanti tidak ada yang ingat aku?

Mereka mengingatmu lebih baik daripada dugaanmu. Erica Boothby dan rekan-rekannya menemukan bahwa setelah mengobrol dengan orang baru, para partisipan secara konsisten meremehkan seberapa besar lawan bicara menyukai mereka dan menikmati percakapan itu, sebuah efek yang oleh para peneliti dinamai jurang kesukaan.

Kekeliruan yang sama muncul bahkan sebelum percakapan terjadi. Nicholas Epley dan Juliana Schroeder menjalankan serangkaian eksperimen: penumpang kereta dan bus diminta mengobrol dengan orang asing, duduk sendirian dalam diam, atau melakukan apa yang biasa mereka lakukan. Mereka yang mengobrol melaporkan perjalanan yang lebih menyenangkan dibanding mereka yang duduk sendirian. Sekelompok penumpang lain, yang diminta menebak bagaimana perjalanan yang sama itu akan terasa, justru memperkirakan kebalikannya dan memilih menyendiri. Tebakan itu meleset ke arah yang sama hampir setiap kali.

Jadi asumsi yang sebaiknya kamu bawa masuk bukan bahwa kamu harus memenangkan hati orang. Asumsinya adalah percakapan itu berjalan lebih baik daripada penilaianmu sendiri, dan tugasmu cuma menjaganya berlangsung cukup lama sampai layak dilanjutkan nanti.

Bagaimana caraku keluar dari percakapan yang sudah selesai?

Sebutkan apa yang kamu dapat dan sebutkan langkah berikutnya, lalu pergi. "Ini percakapan paling berguna buat aku malam ini. Besok aku kirim tautan itu, boleh aku email kamu?"

Cara pamit yang buruk itulah yang membuat orang terjebak sejam penuh dengan orang pertama yang ia temui, dan itulah alasan sebenarnya target dua percakapan gagal. Pamit yang berakhir pada satu langkah berikutnya yang jelas bukan tindakan kasar. Justru itulah yang mengubah percakapan jadi kontak, dan kalian berdua sama-sama tahu ruangan itu memang tempat bertemu orang.

Kalau memang tidak ada langkah berikutnya, tutup dengan hangat dan jujur: "Senang aku tadi menghampiri kalian. Aku mau menyapa beberapa orang lagi sebelum acaranya selesai." Belum pernah ada yang tersinggung oleh kalimat itu.

Cara tercepat berhenti jadi orang asing

Kenalkan dua orang satu sama lain. Kamu bisa melakukannya dalam dua puluh menit setelah tiba, cuma bermodal dua nama dan satu irisan yang spesifik, dan ini justru lebih ampuh untuk pendatang baru daripada untuk yang sudah langganan.

Ini alasan pendatang baru justru diuntungkan. Kamu barusan menanyai keduanya sedang mengerjakan apa, dan tidak ada orang lain di ruangan itu yang bertanya, jadi cuma kamu yang memegang kedua jawaban itu. Cuma itu yang dibutuhkan sebuah perkenalan. "Kalian berdua harus ngobrol. Ben pernah membangun ulang sistem penagihan yang persis akan dikerjakan Priya."

Buat sesederhana mungkin. Dua nama, satu irisan yang spesifik, lalu mundur setengah langkah dan biarkan mereka melanjutkan. Tidak perlu pembukaan panjang soal betapa hebatnya mereka berdua, karena versi itulah yang bikin semua orang salah tingkah. Irisan itu sudah seluruh isinya.

Hitung-hitungan tindak lanjutnya juga berubah, dan berubah ke pihakmu. Orang yang kamu kenalkan mengingatmu bertahun-tahun, jauh lebih lama daripada orang yang kamu beri kartu nama, dan mereka mengingatmu sebagai orang yang berguna, bukan sebagai networking. Gillian Sandstrom dan Elizabeth Dunn menemukan bahwa interaksi ringan sekalipun dengan orang-orang di pinggiran jaringan berjalan seiring dengan hari yang lebih baik dan rasa memiliki tempat yang lebih kuat, dan itu gambaran yang cukup adil tentang apa yang diberikan satu perkenalan kepada dua orang sekaligus.

Kelompok bertiga. Sebuah pertanyaan, bukan jabatan. Dua percakapan, lalu pulang. Dan di suatu titik di tengahnya, dua nama dan satu irisan, diucapkan keras-keras, untuk orang yang bahkan tidak memintamu melakukannya.

Sumber

Sebelum kamu pergi, sepatah kata soal perawatan

KEEP CALM menyediakan alat bantu diri edukatif yang gratis. Ini bukan nasihat medis, diagnosis, atau terapi, dan bukan pengganti perawatan profesional. Jika ada sesuatu di sini yang terasa lebih dari sekadar stres sehari-hari, menghubungi profesional adalah langkah yang kuat dan masuk akal.

If you are in crisis or thinking about harming yourself, you are not alone. In the US, call or text 988 (Suicide & Crisis Lifeline, 24/7), text HOME to 741741 (Crisis Text Line), or call 911 in an emergency.