Tips singkat
- Pilih tanggalnya dulu; daftarnya menyusut sendiri.
- Satu kalimat, tiga tempat, satu pagi biasa.
- Rencanakan cerita kedua sebelum yang pertama mendarat.
Barangnya sudah jadi. Berfungsi, kamu bangga dengannya, dan langkah yang tersisa cuma satu: memberi tahu orang bahwa barang itu ada. Entah kapan dalam dua minggu terakhir, satu langkah itu berubah jadi proyek tersendiri: daftar berisi empat puluh hal, sebagian besar soal pengumumannya dan bukan soal produknya, plus perasaan yang makin besar bahwa kalau harinya tidak cukup meriah, karyamu tidak akan dianggap.
Karyamu akan dianggap. Peluncuran itu hari kamu memberi tahu orang, dan memang tidak pernah lebih dari itu. Versi yang berhasil untuk usaha berisi satu orang itu kecil, bertanggal, dan bisa diulang: satu kalimat, tiga tempat yang sudah ditinggali orang-orangmu, dan toko yang besok paginya tetap buka tanpa ada yang diubah. Kamu bukan sedang berusaha memenangkan satu sore. Kamu sedang berusaha memulai kebiasaan memberi tahu orang. Sebagian besar pembeli justru datang dari kali kedua dan kali ketiga kamu bercerita.
Apa yang dihitung sebagai peluncuran kalau belum ada yang mengenalku?
Satu tanggal, satu kalimat tentang apa yang kamu buat, dan tiga tempat yang sudah ditinggali orang-orang yang mungkin menginginkannya. Sisa daftarnya opsional, dan sebagian besar isinya ada supaya harinya terasa penting, bukan supaya ada yang terjual.
Nasihat peluncuran hampir selalu ditulis untuk perusahaan yang sudah punya audiens, kontak media, dan anggaran. Kamu punya satu ponsel dan satu daftar nama. Kabar baiknya, versi kecil itu bukan tiruan lemah dari versi besar. Dia hal yang berbeda, dan bekerja lebih baik di ukuranmu, karena orang yang membeli dari usaha satu orang itu sedang membeli dari orangnya, dan satu orang cuma bisa berada di beberapa tempat sekaligus.
Pilih tanggalnya dulu, sebelum menyentuh daftar itu. Ini bukan trik penjadwalan, ini metodenya: menetapkan kapan dan di mana kamu akan bertindak adalah salah satu cara yang paling banyak diteliti untuk mengubah niat jadi sesuatu yang benar-benar terjadi. Tanggal juga memangkas untukmu. Peluncuran tiga minggu lagi punya ruang untuk empat puluh tugas. Peluncuran tanggal dua belas punya ruang untuk enam, dan enam yang bertahan itu memang enam yang penting.
Bagaimana cara menulis satu kalimat itu?
Sebutkan apa barangnya, untuk siapa, dan berapa harganya, dalam urutan itu dan dengan kata-kata sederhana. Kalau kamu bisa mengucapkannya keras-keras ke seorang teman tanpa mengkerut, kalimatnya sudah selesai.
Saya membuat celemek katun berkantong sungguhan, untuk orang yang memasak tiap hari, dan harganya 48 dolar. Saya mengedit podcast untuk orang yang merekam lebih banyak daripada yang sanggup mereka kejar, mulai 90 dolar per episode. Tidak ada yang butuh tagline. Belum pernah ada orang yang membeli sesuatu dari usaha satu orang gara-gara tagline.
Dua kata yang perlu dihapus: cuma dan semacam. Keduanya datang tanpa diundang dan memberi tahu pembaca bahwa kamu sendiri belum yakin. Saya cuma bikin semacam celemek itu informasi yang sama dengan rasa percaya dirinya dicabut.
Ucapkan sekali sebelum harinya, ke satu orang saja, dan perhatikan wajahnya waktu sampai di harga. Kalau dia tidak berkedip, kamu aman. Kalau kamu menangkap dirimu menambahkan pembenaran setelah angkanya, hapus pembenarannya, bukan angkanya.
Tulis kalimatnya seminggu sebelum tanggalnya, baca sekali pada paginya, dan kirim persis seperti yang tertulis. Dorongan untuk memperbaikinya jam sembilan di hari peluncuran itu bukan ketelitian. Itu gugup, dan gugup belum pernah sekali pun membuat kalimat jadi lebih pendek.
Ke mana aku bercerita kalau belum punya audiens?
Tiga tempat yang sudah ditinggali orang-orangmu: grup, forum, atau klub yang mereka ikuti, sepuluh atau dua puluh orang yang benar-benar akan menginginkan ini, dan satu unggahan publik di tempat kamu sudah punya segelintir pengikut. Tiga sudah cukup, karena penjualan pertama lahir dari percakapan, bukan dari jangkauan.
Tulis ketiga tempat itu di sebelah tanggalnya. Memilihnya lebih dulu itulah yang menahan harimu supaya tidak berubah jadi enam jam menyegarkan satu aplikasi. Grup yang sudah kamu ikuti bernilai dua kali lipat, karena orang di sana paham barangmu tanpa perlu kamu jelaskan.
Pilih grupnya baik-baik. Satu tempat yang orang-orangnya sudah membicarakan hal yang kamu buat itu lebih berharga daripada lima tempat yang membuatmu jadi orang asing pembawa tautan. Kalau setahun ini kamu membaca sebuah forum tanpa pernah menulis, di situlah tempat pertamamu, dan justru karena kamu sudah berguna di sana sebelum butuh apa pun, tulisanmu akan dibaca.
Ke orang-orangnya, kirim pesan satu per satu, pakai nama mereka dan sertakan harganya. Sepuluh pesan terpisah butuh dua puluh menit, dan tiap pesan mendarat di depan seseorang yang mungkin benar-benar membalas. Pesan massal itu pertunjukan. Pesan pribadi itu percakapan, dan percakapan bisa berakhir jadi penjualan.
Unggahan publik adalah yang paling tidak penting dari ketiganya, dan justru itu yang dikerjakan orang seminggu penuh. Tulis, unggah, tutup aplikasinya, lalu pergi kerjakan sesuatu dengan tanganmu.
Bagaimana kalau di hari itu hampir tidak ada yang menanggapi?
Itu bentuk normal sebuah peluncuran pertama, dan itu bukan vonis atas produkmu. Cerita pertama sampai ke orang yang sudah mengenalmu, yang menurut definisinya memang sedikit, dan pesanan biasanya justru datang pada cerita kedua dan ketiga.
Jadi putuskan dari awal, hari itu untuk apa. Bukan untuk angka penjualan. Hari itu untuk membuat karyamu jadi publik, mengeluarkan kalimat itu dari kepalamu, dan mengetahui tempat mana dari ketiganya yang menghasilkan balasan. Catat dua atau tiga balasan itu. Itulah awal daftar pelangganmu.
Perhatikan apa yang orang tanyakan, bukan apa yang mereka beli. Tiga orang yang bertanya apakah ada ukuran lebih besar itu lebih berharga daripada sebelas suka, dan itu satu-satunya riset pasar gratis yang akan pernah kamu dapat.
Dan jangan sentuh harganya selama dua minggu. Menurunkannya di hari kedua mengajari orang yang tadinya hampir membeli bahwa menunggu itu ada hadiahnya, dan itu menjawab pertanyaan yang bahkan belum ada yang mengajukan.
Pagi setelahnya, dan bulan setelahnya
Buka toko, jangan ubah apa pun, lalu jalani harimu. Seminggu membiarkannya apa adanya lebih berharga daripada seminggu mengutak-atik, karena kamu tidak bisa belajar apa pun dari halaman yang berbeda tiap kali orang melihatnya.
Lalu rencanakan cerita kedua bahkan sebelum yang pertama mendarat. Masukkan ke kalender: dua minggu lagi, lalu sebulan setelah itu. Hampir tidak ada yang membeli pada kali pertama mendengar sesuatu, dan memberi jarak antara satu cerita dan cerita berikutnya bekerja lebih baik daripada mengulanginya bertubi-tubi sekaligus, dan itu salah satu temuan paling tepercaya dalam studi tentang ingatan. Peluncuran yang bisa kamu ulang bulan depan lebih berharga daripada peluncuran yang cuma bisa kamu lewati dengan susah payah.
Buat cerita kedua berbeda, bukan lebih nyaring. Tunjukkan barangnya sedang dipakai, jawab pertanyaan yang benar-benar diajukan seseorang, atau ceritakan apa yang kamu pelajari dalam dua minggu pertama. Tidak ada yang keberatan mendengar tentang pekerjaanmu dua kali kalau yang kedua membawa sesuatu yang baru, dan unggahan kedua lebih gampang ditulis daripada yang pertama, karena saat itu kamu sudah punya satu pelanggan untuk diceritakan.
Itulah alasan sebenarnya untuk membuatnya tenang. Bukan karena rendah hati, dan bukan karena menurunkan ambisi. Peluncuran yang cukup kecil untuk diulang adalah peluncuran yang bisa kamu jalankan dua belas kali tahun ini, dan dua belas kali bercerita oleh orang yang tenang selalu menang atas satu sore yang riuh oleh orang yang sudah kehabisan tenaga.
Sumber
- U.S. Small Business Administration (badan usaha kecil pemerintah Amerika Serikat), Luncurkan usahamu
- Frontiers in Psychology, Meta-analisis efek kontras mental yang disertai niat implementasi terhadap pencapaian tujuan
- Frontiers in Human Neuroscience, Kesejajaran efek pemberian jarak dalam pembelajaran perilaku dan pembelajaran seluler